
Jujur kukatakan padamu bukan bermaksud mengecilkan harapan mu, di lembah itu ada mahluk yang kekuatannya 10x lipat diatas Lu Sun.
"Ahh,"... Jendral Xie mendesah tidak percaya, dia menatap Yang Su menunggu penjelasan nya.
Yang Su termenung wajah nya menunjukkan kengerian membayangkan mahluk itu kemudian berkata,
"Qi Thian Ta Sheng Sun Wu Kung yang 400 tahun yang lalu memporak porandakan kahyangan apa kamu pernah mendengarnya?"
Jendral Xie terkejut sampai berdiri dari kursinya dan terbelalak menatap Yang Su kemudian berkata,
"Mahluk Mitos itu, ternyata benar ada kupikir hanya karangan tukang cerita keliling saja."
"Sudah jangan banyak berpikir lagi ayo kita bergerak cepat memotong jalan mereka sebelum mereka sempat kembali ke lembah."
Ucap Yang Su sambil bergegas berjalan keluar dari kediaman Jendral Xie.
Dan diikuti oleh putranya yang tidak mengeluarkan kata-kata sepatah pun dari tadi.
Di dalam hatinya dia tidak setuju dengan cara ayah dan Jendral Xie.
Dia memang sangat suka dan mencintai tunangannya Yi Yi sejak pertama kali bertemu.
Tapi dia tidak ingin mendapatkan Yi Yi dengan cara tidak terpuji dan penuh paksaan.
Dia ingin Yi Yi mencintai nya dengan tulus seperti dirinya mencintai Yi Yi.
Karena dia pikir cinta yang hanya dikehendaki oleh sepihak hanya akan membawa penderitaan bagi kedua orang bersangkutan.
Dia boleh menderita tapi dia tidak ingin melihat Yi Yi menderita, apalagi disebabkan oleh dirinya.
Dia tidak akan sanggup menjalani kehidupan seperti itu.
Setelah sampai diluar gedung kediaman Jendral Xie, Yang Su mengeluarkan sebuah tabung berwarna putih.
Dia membuka tutup tabung lalu mengangkatnya tinggi-tinggi, tabung meletus keatas langit, terlihat kembang api yang terang menghiasi angkasa padahal saat ini sedang siang hari.
Tapi cahaya kembang api tetap dapat terlihat, kembang api itu adalah kode darurat untuk meminta bantuan.
Setelah itu Yang Su langsung meloncat keatas kuda dan memacunya kearah timur, Yang Jian mengikuti dibelakang bersama Jendral Xie.
Sedangkan ajudan Gao memimpin 5000 pasukan elit bergerak menyusul dibelakang Jendral Xie.
Derap kaki kuda yang begitu ramai mengejutkan rakyat XIANG YANG yang sudah lama hidup tenang.
Jendral Xie tidak ambil pusing dengan keterkejutan masyarakat dia terus memacu kudanya dengan cepat mengejar Yang Su.
__ADS_1
Begitu juga ajudan Gao dan Pasukan elitnya, mereka juga memacu kuda mereka mengejar kearah timur tanpa memperdulikan tatapan heran masyarakat.
Wu Song mereka setelah makan kenyang langsung bergerak meninggalkan rumah makan.
Lu Ping menarik lengan baju Wu Song kemudian berkata,
"Song Ke ke aku masih ingin keliling melihat-lihat keindahan kota Hang Zhou.
"Kabarnya disini ada beberapa jembatan terkenal yang banyak pengunjung nya."
Tatapan memelas penuh permohonan membuat Wu Song tidak berdaya untuk menolaknya.
Wu Song mengangguk, Lu Ping langsung tersenyum gembira.
Setelah memberikan ciuman di pipi Wu Song sebagai tanda terima kasih.
Dia langsung menggandeng tangan Yi Yi mengajaknya berjalan kearah pasar dimana banyak pedagang yang menjual berbagai macam barang.
Termasuk pakaian perhiasan dan makanan ringan.
Sedangkan Wu Song berjalan bersama Bun Houw mengikuti dibelakang mereka.
Sambil berjalan Wu Song mulai mengajarkan Bun Houw untuk merapalkan ilmu Im Yang Sen Kung.
Bun Houw menghapal nya dengan serius, Wu Song berpesan pada Bun Houw bila sudah hapal dia boleh mencari tempat sepi dan santai untuk mempraktekkan nya dia akan merasakan manfaatnya.
Sedangkan Bun Houw asyik sendiri menghapal Im Yang Sen Kung, tidak terlalu perduli dengan sekitar.
Beberapa kali Yi Yi menatap kearah Bun Houw, tapi Bun Houw tidak memperhatikannya, Wu Song dapat melihat tatapan kecewa di mata Yi Yi tapi dia selalu tersenyum penuh pengertian.
Wu Song sedikit merasa kasihan dengan Yi Yi, tapi itu adalah urusan perasaan mereka berdua, Wu Song tidak berhak ikut campur.
Kecuali Bun Houw meminta nasehat dari nya baru dia bisa bicara dengan Bun Houw.
Bila tidak, ya dia hanya bisa merasa kasihan didalam hati.
Ya hanya sebatas itu saja pikir Wu Song dalam hati.
Lu Ping membeli beberapa macam barang, katanya untuk oleh-oleh keluarga nya, Wu Song membantunya menyimpan kedalam cincinnya.
Bun Houw terkejut melihat hal itu, dia bertanya dengan antusias,
"kakak Song apa yang terjadi kenapa barang-barang yang di beli oleh Lu Ping bisa hilang ketika kamu Mengibaskan tangan."
Wu Song tersenyum dan menjelaskan dengan sabar fungsi dan cara penggunaannya.
__ADS_1
Bun Houw menatap Cincin ditangan Wu Song dengan takjub kemudian dia bertanya,
"kakak Song kamu dapat dari mana cincin ajaib ini ? bagaimana cara kamu mendapatkan nya."
Wu Song sambil berjalan dan tidak melepaskan pandangannya dari Lu Ping, dia menceritakan secara singkat pertualangannya ketika mengikuti acara pemilihan ketua Dunia Persilatan.
Bun Houw mendengarkannya dengan antusias di dalam hatinya dia berharap suatu hari dia juga bisa ikut menghadiri acara seperti itu.
Akan lebih baik lagi kalau dia bisa menjadi yang terbaik dalam acara-acara seperti itu. dan mendapatkan benda-benda langka.
Setelah puas berbelanja dan berkeliling-keliling, Lu Ping mendekati Wu Song kemudian berkata,
"Song ke ke bagaimana bila kita naik perahu mengelilingi kota Hang Zhou."
Wu Song menyentuh anak rambut yang jatuh menutupi kening dan wajah Lu Ping yang berkeringat dengan mesra, kemudian berkata,
"Boleh saja, ayo kita turun kebawah untuk cari perahu."
Wu Song sejak kecil sampai besar memang selalu menuruti apapun permintaan Lu Ping, dia tidak pernah tega menolaknya.
Mereka berempat kemudian menyewa sebuah perahu, mereka duduk santai menikmati angin sore yang berhembus menerpa wajah mereka.
Ketika perahu mulai dijalankan tukang perahu, yang berdiri dibelakang mereka.
Perahu berjalan pelan-pelan mengelilingi kota Hang Zhou.
Lu Ping terlihat sangat gembira dia terus tertawa dan berbicara pada Wu Song sambil menunjuk kesana kemari.
Wu Song hanya tersenyum mengangguk dan sekali-kali menanggapi cerita Lu Ping kepadanya.
Sedangkan Bun Houw memanfaatkan waktu duduk santai di atas perahu dengan mempraktekkan Im Yang Sen Kung, yang kasihan Yi Yi dia terlihat kesepian.
Dia hanya bisa tersenyum penuh pengertian menatap Bun Houw yang sedang asyik berlatih, sekali-sekali dia akan menggunakan sapu tangannya menghapus keringat yang membasahi dahi Bun Houw.
Wu Song yang melihat nya hanya menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya.
Lu Ping menyadari arah tatapan Wu Song, dia juga ikut melihat sekilas kemudian berbisik kepada Wu Song,
"Kalau kamu mengabaikan aku seperti itu, aku benar-benar akan mencekik mu sampai mati."
Canda Lu Ping dengan mimik lucu sambil mengangkat kedua tangan nya kearah leher Wu Song seakan-akan ingin mencekiknya.
Wu Song tertawa melihat aksi yang ditunjukkan Lu Ping.
Wu Song dengan gemas meraih kepala Lu Ping kemudian mendaratkan ciumannya ke bibirnya yang indah lembut menggoda.
__ADS_1
Lu Ping terkejut dan terbelalak soalnya Wu Song melakukannya didepan umum, tapi sesaat kemudian dia memejamkan matanya dan terkulai lemas dalam pelukan Wu Song.