
Tapi sekali ini berbeda dengan sebelumnya, kini di bawah perintah Kaisar Kim dan Putri Kim soo, mereka melakukan pengejaran memasuki lembah dan menerobos jejeran bebatuan Gunung alam.
Panglima Lee Yong yang sebenarnya masih ragu, tapi melihat raja dan putri yang sangat dikaguminya, sudah bergerak masuk.
Tiada pilihan lain baginya selain ikut masuk kedalam melindungi mereka.
Lagipula keputusan ini juga tidak sepenuhnya salah, bila tidak saat ini mau nunggu kapan lagi.
Bila Pasukan Naga Hitam berhasil memulihkan diri, saat itu mereka mau menyesal juga terlambat.
Mereka pasti akan digilas habis oleh pasukan yang sangat mengerikan itu.
Tapi begitu seluruh pasukan Goguryeo memasuki jejeran bebatuan gunung yang berserakan.
Pasukan Naga Hitam kini tidak terlihat lagi sama sekali, yang ada adalah hamparan bebatuan yang seperti bisa pindah-pindah menutup jalan maju maupun jalan mundur mereka.
Kemanapun mereka mencoba keluar dari kepungan bebatuan alam itu, mereka akan selalu kembali ketempat semula.
Panglima Lee Yong kemudian memberi tanda agar Pasukan nya berhenti bergerak.
Kemudian dia menghadap Raja Kim Douk dan Putri Kim soo, sambil membungkuk hormat Panglima Lee Yong berkata,
"Baginda dan tuan putri serta seluruh pasukan kita sebaiknya beristirahat di sini memulihkan tenaga."
"Ini bukan tumpukan bebatuan alam biasa, bebatuan ini sudah diatur sedemikian rupa dengan formasi sihir yang menyesatkan."
"Tanpa ada pemecahan yang jelas, kita hanya akan membuang tenaga sia-sia di dalam formasi ini, bila kita terus bergerak tanpa arah tujuan yang jelas."
"Jadi sebaiknya kalian tunggu di sini, aku akan mencoba mencari jalan keluarnya sendirian saja."
"Harap raja dan tuan putri bersabar menunggu kabar dari ku."
"Kamu hati-hatilah..!"
teriak putri Kim soo tidak enak hati.
Lee Yong menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lembut berkata,
"Tuan putri jangan khawatir, aku berjanji pasti akan mengeluarkan mu dari sini."
Lee Yong kemudian membalikkan badannya berjalan meninggalkan tempat tersebut.
Putri Kim soo berdiri termenung, dia merasa tidak enak hati dengan Panglima Lee Yong.
__ADS_1
Meski Panglima muda itu tidak pernah menyatakan lewat mulutnya langsung, bahwa dia mencintai nya.
Tapi Putri Kim soo bisa merasakan perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh Panglima Lee Yong jelas menunjukkan dia sangat mencintainya dan sangat menghargai pilihan nya yang mencintai Xie Bun Houw.
Bila bukan karena Xie Bun Houw lebih dahulu mengikat hati dan perasaannya, bukan mustahil, dia akan jatuh hati dan menerima perasaan Panglima muda yang gagah dan tampan itu menjadi suaminya.
Keberangkatan Pasukan besar mereka sekali ini menyerang daratan China, bila bukan karena dukungan dari Panglima Lee Yong.
Mereka selama nya tidak akan pernah berani berangkat menyerang China daratan, meski dia dan ayahnya sangat menginginkannya sekalipun.
Sedangkan Panglima Lee Yong yang terkenal cerdik dan berhati-hati, bersedia memilih mengambil resiko ini alasannya cuma satu.
Dia tidak bisa membiarkan Putri Kim soo berangkat seorang diri menempuh bahaya untuk melakukan kampanye mendukung dan bekerja sama dengan Shi Ma Ong dan Xie Bun Houw.
Tanpa sadar Kim soo sepasang matanya yang indah mulai basah, dia merasa menyesal tidak bisa membalas perasaan Panglima Lee Yong, yang sudah berkorban begitu banyak demi dirinya.
Bahkan Panglima Lee Yong sebenarnya tidak pernah tertarik menjadi ksatria no satu maupun menjadi seorang Panglima.
Dia mengambil pilihan itu hanya demi bisa lebih sering bertemu dan bisa menatap putri yang sangat dia kagumi itu.
Meski hanya sejenak saja hatinya sudah merasa cukup puas.
Tapi hal ini Putri Kim tidak mengetahuinya, yang tahu hanya kakeknya Lee Yong seorang.
Lee Yong sengaja menyimpan hal ini rapat-rapat agar Putri yang sangat di kagumi nya itu bisa hidup dengan baik dan bahagia.
Lee Yong setelah meninggalkan rombongannya, dia meloncat keatas batu gunung yang tinggi.
Kemudian dia mencoba melompat keluar dari kepungan bebatuan tersebut lewat atas.
Tapi kemanapun dia Bergerak, batu batu gunung akan bergerak menghadang dan mendorongnya kembali ketempat semula
Ketika dia sedang berlompatan diatas batu gunung itulah dia melihat Pasukan Naga Hitam yang berada ditempat yang lebih tinggi .
Mereka terlihat sedang mengelilingi seluruh lembah tempat mereka terkurung, kemudian mereka mulai bersiap melempar sesuatu Kearah mereka.
Menyadari hal itu, Panglima Lee Yong langsung berteriak panik
"mampus.. gawat..!"
Lalu dia melesat Kearah di mana raja dan Putri Kim berada.
Begitu mendarat di depan mereka berdua dia langsung memberikan totokan ringan yang akan terbebas dengan sendirinya dalam 5 menit.
__ADS_1
Panglima Lee Yong kemudian menenteng kedua orang itu seperti burung rajawali menenteng mangsanya.
Dia lalu mengerahkan semua tenaga petirnya kearah kedua kakinya dan menendang tanah di bawahnya dengan sekuat tenaga.
Pergerakan tersebut menimbulkan ledakan petir diatas tanah, lalu dia melesat tinggi ke udara seperti kilat menyambar.
Ketika melesat keatas Lee Yong kembali menghimpun seluruh kekuatan petirnya.
Pertama dia melempar Raja Kim Douk sejauh mungkin meninggalkan barisan batu di bawah mereka.
Kemudian dengan cepat dia menyisipkan selembar surat kedalam saku baju di dada putri Kim soo.
Lalu dengan pengerahan seluruh kekuatannya sekali lagi dia melempar Putri Kim menyusul ayahnya, sambil tersenyum Lembut Panglima Lee Yong berkata,
"Selamat tinggal Tuan Putri.."
Putri Kim tidak bisa menahan cucuran airmatanya, melihat tubuh Lee Yong yang melayang turun kebawah di sambut ledakan dahsyat dari Bai Lei Tan yang dilemparkan oleh pasukan Naga Hitam Kearah Formasi batu gunung yang mengurung mereka semua.
Seberkas cahaya petir melesat dengan dahsyat menghantam beberapa batu yang mencoba menghalangi tubuh raja Kim dan Putri Kim yang sedang melayang keluar dari formasi batu gunung.
Cahaya petir itu meluluh lantakkan semua batu yang mencoba menjadi penghalang.
Untungnya formasi sudah dirusak oleh Bom Bai Lei Tan, sehingga penghadangan formasi batu yang terbang ke udara pun terhenti seiring hilangnya tenaga petir yang di lepaskan Lee Yong untuk terakhir kalinya.
Lee Yong dan Ketiga Jendral keluarga Lee beserta seluruh pasukan Goguryeo gugur secara terhormat terkubur di bawah tumpukan batu gunung alam.
Yang kini berfungsi sebagai kuburan dan batu nisan masal buat mereka semua.
Putri Kim yang sudah berhasil mendarat dengan selamat dan berhasil menggerakkan anggota tubuhnya.
Langsung ingin menerjang kearah tempat dimana Panglima Lee Yong terkubur, tapi pergerakan nya ditahan oleh Raja Kim Douk.
Putri Kim meronta dan berteriak histeris
"Panglima Lee..!! Panglima Lee...!! Panglima Lee..!"
"Maafkan kebodohan ku...!"
"Panglima jangan tinggalkan so soo..!!"
"Panglima... maafkan so soo ..hu..hu..hu..hu..!!"
Putri Kim akhirnya pingsan dalam pelukan ayahnya.
__ADS_1