
Ternyata yang menusuk pria itu dari belakang adalah seorang gadis cantik berusia 18 tahun wajahnya cantik terutama sepasang matanya sangat indah.
Tanpa berkata-kata gadis itu menendang tubuh pria itu untuk mencabut pedangnya.
Tubuh pria itu jatuh membujur kaku di depan Wu Song.
Kemudian gadis itu dengan cepat menggorok lehernya sendiri, kemudian tubuhnya perlahan-lahan jatuh kesamping.
Wu Song terkejut ingin mencegahnya tapi terlambat, kini dia hanya sempat memeluk tubuh gadis itu yang bajunya berlumuran darah terkena percikan darah dari lehernya sendiri.
Sekilas lihat Wu Song tahu gadis cantik yang malang itu tidak akan tertolong lagi.
Gadis itu mengangkat tangannya yang berlumuran darah menyentuh wajah Wu Song sambil berkata,
"Aku... sungguh berharap... yang melakukannya... pada ku adalah kamu."
"Tapi kenyataan... tidak berjalan... seiring harapan."
"Tolong beritahu... kakek ku... ketua perguruan Bangau Putih,... cucunya... tidak... dapat... lagi berbakti.... padanya." Ucap gadis tersebut dengan suara terbata-bata, tangan gadis itu yang meraba wajah Wu Song, kini jatuh terkulai kepalanya pun ikut terkulai dalam pelukan Wu Song.
Sekilas Wu Song melihat di lengan gadis itu yang putih terukir sebuah huruf Song.
Di dalam hati Wu Song pun tahu gadis ini adalah salah satu dari sekian banyak gadis yang menjadi korban pria yang telah membujur kaku di hadapannya.
Wu Song melihat dari sepasang mata yang indah yang kini telah terpejam disudut matanya mengalir dua titik air bening.
Wu Song sesaat memejamkan matanya, meski tidak saling mengenal Wu Song ikut merasa bersedih atas penderitaan yang dialami gadis tersebut.
Wu Song perlahan-lahan meletakkan mayat gadis itu, kemudian berdiri menghela nafas panjang.
Wu Song sadar kini dia sulit membersihkan namanya karena si pemerkosa Kim Song Ji telah tewas, yang lebih parahnya yang membunuhnya juga ikut mati bunuh diri.
Harapan nya kini ada di Jiang Nan San Sia bersedia membantunya mengantar mayat gadis ini ke perguruan bangau putih.
Dan menjelaskan kepada semua korban pria itu bukan dirinya pelakunya.
Sementara Wu Song larut dalam pikirannya sendiri.
Lu Ping di sana sudah selesai membantu Li Se Se berpakaian kembali dan menolong Li San San dan Yi Sian Sian.
Li San San membiarkan adiknya Li Se Se menangis dalam pelukannya.
Li San San dan Yi Sian Sian serempak mengucapkan terima kasih pada Lu Ping yang telah dua kali menolong diri mereka.
__ADS_1
Wu Song berjalan menghampiri Lu Ping, kemudian memberi hormat pada Li San San dan Yi Sian Sian lalu berkata,
"Jiang Nan San Sia, aku Wu Song memiliki kesulitan harap kalian bersedia membantu ku."
Li San San tersenyum kemudian berkata,
"Tuan penolong, silahkan anda katakan apa yang bisa kami bantu, kami pasti akan berusaha membantumu."
Wu Song sambil sedikit membungkuk berkata,
"Aku mohon bantuan Jiang Nan San Sia bisa ikut menemaniku mengembalikan mayat Cucu ketua perguruan bangau putih."
"Sekalian menjelaskan apa yang terjadi di sini pada kakeknya."
"Kemudian membantu ku menjelaskan pada semua keluarga korban kejahatan pria itu, bahwa pelakunya adalah Kim Ji Song bukan aku Wu Song."
Li San San mengangguk mengerti, tapi sebelum dia menjawab, tiba-tiba Li Se Se yang berada di dalam pelukannya berkata,
"Kakak aku ingin berbicara sebentar dengan mu."
Li San San melihat kearah Wu Song dan Lu Ping dengan tidak enak hati kemudian berkata,
"Maaf saya minta waktu sebentar ya, adikku ingin bicara dengan ku."
"Baik kalian berbicara lah lebih dulu."
"Aku akan pergi mencari kereta dan peti mati untuk kedua mayat itu." ucap Wu Song sambil menunjuk ke dua mayat yang membujur kaku di sana.
Wu Song menggandeng tangan Lu Ping dan berkelebat pergi meninggalkan tempat tersebut pergi mencari peti mati dan kereta.
Malam-malam Wu Song dan Lu Ping kesulitan mencari kereta dan peti mati, baru saat pagi hari Wu Song dan Lu Ping berhasil menemukan sebuah kereta dan dua buah peti mati.
Wu Song dan Lu Ping segera membawanya kearah kolong jembatan ternyata Jiang Nan San Sia tidak pergi mereka membuat api unggun dan menunggu Wu Song dan Lu Ping kembali.
Setelah memasukkan kedua mayat kedalam Peti mati dan menutupnya.
Wu Song baru menghampiri Jiang Nan San Sia menunggu jawaban dari mereka.
Li San San mewakili kedua adik seperguruan nya berbicara,
"Tuan penolong, kami bertiga akan membantumu membersihkan nama baik mu dan menjadi saksi kepada para korban bahwa pelakunya telah mati ."
"Tapi kami mempunyai sebuah syarat, tolong bantu kami menjaga nama baik adik kami Li Se Se." ucap Li San San sambil menutup pembicaraan nya dan menatap Wu Song sedikit tidak enak .
__ADS_1
Wu Song sedikit bingung dengan kalimat membantu menjaga nama baik, apa yang dapat dia lakukan pikir Wu Song di dalam hati.
Dengan hati-hati Wu Song bertanya,
"Apa yang dapat saya lakukan? mohon nona Li memberikan penjelasan."
Li San San menatap Li Se Se sejenak, Li Se Se
menundukkan kepalanya wajah merah menahan malu.
Sikap nya sangat canggung seperti seorang gadis yang hendak di pinang.
Li San San kembali menatap Wu Song dan berkata,
"Demi adik kami, kami terpaksa bersikap egois."
"Tuan penolong anda adalah pria satu-satunya yang melihat adik ku dalam keadaaan...."
"Kami harap anda bisa membantunya menjaga nama baik dengan bertanggung jawab menikahinya dan menjadikannya sebagai istri kedua anda." ucap Li San San menambahkan.
Wu Song sangat terkejut mendengar permintaan yang sangat diluar dugaan itu.
Kini Wu Song mengerti kenapa Li Se Se bertingkah aneh dari semalam, dan harus dia akui dia memang telah melihat secara tidak sengaja bagian sensitif nya Li Se Se semalam.
Wu Song menatap Lu Ping tapi Lu Ping malah mengangkat bahu tersenyum melihatnya.
Wu Song menghela nafas panjang kemudian berkata,
"Maaf Jiang Nan San Sia, aku Wu Song sekali lagi meminta maaf kepada kalian bertiga terutama adik Li Se Se."
"Aku dalam hal ini tidak dapat membantu, aku adalah seorang pria yang telah beristri, ini akan sangat merugikan istri dan adik Li Se Se.
Apabila aku menerima permintaan kalian bertiga."
"Maaf aku menolaknya, sampai jumpa." ucap Wu Song sambil menjura kearah Jiang Nan San Sia.
Kemudian dia membalikkan badannya menarik tangan Lu Ping berjalan menuju kereta.
Lu Ping berbisik,
Tanpa bantuan mereka bagaimana kamu mau membersihkan namamu?"
Wu Song tersenyum pahit, kemudian berkata,
__ADS_1
"Tidak perlu dibersihkan biarkan saja."