
Lu Fan tidak memperdulikan si perwira yang berdiri mematung menatap nya.
Dia lebih perduli dengan si gendut yang sangat di bencinya ini.
Lu Fan perlahan-lahan berjalan kearah si gendut sambil tersenyum sadis.
Si gendut yang menyadari Lu Fan sedang berjalan menuju dirinya, cepat--cepat berlari untuk berlindung dibelakang perwira pimpinan pasukan penjaga kota..
Yang berdiri mematung menatap Lu Fan dengan tubuh gemetar.
Lu Fan merubah langkahnya sekali tebas tali borgol besi yang mengikat kedua tangan Yao Su dan Lin Lin langsung putus jatuh
berkrotangan di atas tanah.
Yao Su dan Lin Lin semakin terbelalak melihat si pria bertopeng yang seperti sedang bermain sulap didepan mereka.
Lu Fan tidak terlalu ambil pusing dengan tatapan orang-orang yang terkejut.
Kini dengan santai dia berjalan kearah Perwira pimpinan pasukan penjaga kota, yang berdiri didepan si gendut.
Perwira itu menyadari dia tidak punya pilihan lain, dia segera mencabut goloknya dan melintangkan didepan dada dengan tangan gemetar.
Lu Gan tidak menganggap perwira didepannya sama sekali. dia terus berjalan mendekati si Perwira itu.
Ketika jarak mereka tinggal 3 meteran si perwira maju berlari kedepan ingin menebas Lu Fan dengan pedangnya.
Sebelum pedang itu menyentuhnya Lu Fan menggerakkan jari kelingking dan telunjuknya menunjuk Kearah perwira itu.
Dua larik sinar merah melesat cepat menembus tangan dan topi helm dikepala perwira tersebut.
Sinar yang mengenai tangannya membuat goloknya terlepas dari tangannya.
tangan perwira itu berlumuran darah karena lengannya bberlubang tertembus sinar merah dari kelingking Lu Fan.
Sedangkan topi helm pelindung kepalanya terlepas dan terpental terkena sinar merah dari telunjuk Lu Fan.
Sanggul dan ikat kepala perwira itu terlepas, sehingga rambutnya berantakan riap-riapan tertiup angin.
Perwira itu semakin ketakutan, dia tahu kalau Lu Fan menghendaki.
bukan helm pelindung kepala nya yang terbang tapi kepalanya lah yang terbang.
Perwira itu segera menjatuhkan diri berlutut didepan Lu Fan.
Tapi Lu Fan tidak memperdulikannya dia hanya mencengkram kerah baju si gendut menyeretnya melangkah menuju balai kota.
Si gendut ketakutan berteriak-teriak minta tolong dan mohon ampun seperti babi mau di sembelih.
Lu Fan seakan-akan tidak mendengarnya, terus menyeret si gendut menuju balaikota.
__ADS_1
Lin Lin dan ayahnya mengikuti dari belakang, warga juga banyak yang ikut ingin menyaksikan keramaian.
Apalagi selama ini si gendut selalu semena-mena sering menindas mereka, melepaskan hutang dengan bunga tinggi yang mencekik.
Bila tidak sanggup bayar dia akan menyita tanah, rumah, bahkan tak jarang dia juga menyita istri dan anak orang yang dia suka.
Pokoknya semua hal biadab yang tidak berperikemanusiaan pasti si gendut selalu ambil bagian.
Sehingga penduduk Sebenarnya sangat benci padanya tapi mereka tidak punya tempat mengadu.
Si gendut dilindungi pemerintah setempat, karena dia adalah putra tunggal walikota Xiao Pei.
Kakek Pamannya di ibukota adalah Kasim Wei Kasim kesayangan kaisar Si Ma Hui.
Memiliki kekuasaan sangat besar.
Semakin lama penduduk Xiao Pei yang ikut dibelakang Lu Fan semakin ramai.
Tapi tiba di balai kota penduduk hanya berani melihat dari jauh saja.
Walikota Xiao Pei terlihat duduk dikursi sebuah mimbar yang setinggi manusia dewasa.
Di samping walikota Xiao Pei terlihat dua orang kakek kembar berpakaian merah putih.
Sepasang kakek kembar ini dulunya mengabdi dibawah CAO CAO, sejak Dinasti Wei runtuh kedua kakek ini kehilangan pekerjaan mereka.
Dan sempat di kejar-kejar oleh pemerintah yang berkuasa sekarang, di anggap sebagai sisa-sisa kekuatan pemberontak yang harus ditumpas.
Secara kebetulan bertemu dengan walikota Xiao Pei.
Sejak saat itu mereka berdua menjadi pengawal dan pelindung pribadi walikota Xiao Pei.
Kedua kakek ini pernah muncul saat terjadi keributan di depan makam kuno.
Selain dua kakek kembar juga terdapat seorang berpakaian militer yang terlihat mewah, dia adalah Jendral Kuo pemegang kekuasaan militer tertinggi di Xiao Pei.
diatas mimbar di sisi kiri kanan juga terlihat 5 orang perwira militer, mereka sebenarnya berenam satu lagi tidak hadir karena sudah ketakutan di hajar Lu Fan tadi.
Dibawah mimbar terdiri dari dua lapis pasukan, lapis pertama pasukan perisai dan tombak, lapis kedua terdiri dari pasukan panah.
Kelihatannya semua kekuatan Xiao Pei telah di kerahkan kesini oleh Jendral Kuo untuk melindungi walikota.
Pasukan panah ada 3000 orang pasukan perisai dan tombak ada 5000 orang yang tidak hadir kesini hanya pasukan berkuda 2000 orang.
Mereka ditugaskan melakukan penjagaan di 2 gerbang kota Xiao Pei.
Yang perlu diwaspadai adalah kedua kakek kembar itu sisanya dia tidak terlalu memikirkannya.
Lu Fan menatap tajam kearah walikota yang duduk di atas mimbar dengan seragam walikota resmi, Lu Fan berkata.
__ADS_1
"Hai walikota hari ini kamu mau membela penduduk mu atau kamu mau bela sampah ini."
Walikota Xiao Pei berdiri dari duduknya berjalan ketengah mimbar kemudian berkata,
Aku membela kebenaran dan hukum."
Lu Fan pernah dengar cerita Wu Song yang namanya pejabat sipil paling pintar adalah bersilat lidah memutar balikkan fakta.
Lu Fan hanya tersenyum sinis, kemudian berkata.
"Kalau begitu jelaskan kenapa kamu memerintahkan pasukan mu, menangkap pemilik toko obat dan putrinya? coba kamu jelaskan."
Walikota tertawa kemudian berkata,
"Aku adalah walikota disini, mau menangkap siapa tentu aku punya alasannya, apa aku harus melapor padamu? kamu pikir kamu siapa?"
"Tapi berhubung kulihat banyak rakyatku yang datang dan tentu ingin tahu, aku beritahukan kepada semuanya, tapi bukan untuk mu." ucap walikota Xiao Pei sambil menunjuk Lu Fan.
Lu Fan tidak begitu peduli dia pura-pura tidak mendengarnya.
Walikota kembali berkata,
"Wahai rakyatku ketahuilah pemilik toko obat Yao itu mempunyai hutang dengan pelapor.
Saat pelapor pergi menagih hutang, pelapor di pukuli pegawainya sampai babak belur."
"Sebagai warga yang baik, dia melaporkan perbuatan pemilik toko obat Yao secara resmi."
"Di sini ada surat pengaduan resmi dan sudah disahkan oleh pengadilan secara resmi."
"Jadi memiliki kekuatan hukum secara resmi, jadi sudah wajar sebagai walikota aku menindak lanjuti keputusan pengadilan."
"Aku memerintahkan penangkapan terhadap pemilik toko obat Yao dengan tuduhan pemberi perntah penganiayaan terhadap pelapor kasus."
"Sedangkan putrinya ikut ditangkap, karena melepaskan dan menyuruh pelaku penganiayaan yaitu karyawan mereka untuk meninggalkan lokasi perkara kejadian."
Lu Fan hanya tersenyum mendengarnya, kemudian baru berkata,
"Kamu mengatakan Paman Yao punya hutang denganmu, aku sekarang mau tanya berapa yang dipinjam paman Yao padamu?"
Lu Fan langsung menanya si gendut yang duduk bersimpuh didekat kakinya.
500 tael perak jawab si gendut cepat.
Berapa lama dia berhutang padamu? tanya Lu Fan.
"1 bulan, "awab si gendut.
Berapa hutang paman Yao saat ini?
__ADS_1
500 tael emas, jawab si gendut sedikit takut-takut.
Lu Fan pun tertawa sambil... menatap walikota Xiao Pei