LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PEMBICARAAN BERDUA


__ADS_3

Mi Mi menatap kearah pria yang sedang mendekati nya dengan sepasang mata terbelalak tak percaya.


Dia beberapa kali mengucek matanya memastikan apa yang di lihatnya adalah nyata.


"Apakah aku sudah mati, sehingga bisa kembali bertemu dengan nya..?"


gumam Mi Mi di dalam hati.


"Mi Mi kamu tidak apa-apa kan Sayang ? maafkan aku yang datang terlambat membuat serigala itu menakuti mu.."


ucap Pria itu sambil melompat dari atas kudanya berlari menghampiri Mi Mi.


"Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu seorang diri lagi dengan alasan apapun.."


ucap Pria itu sambil menggenggam tangan Mi Mi dengan lembut.


"Yang...Yang mulia...kamu kah ini ? aku tidak sedang bermimpi kan...?"


ucap Mi Mi ragu.


"Tidak sayang kamu tidak sedang bermimpi ini aku, aku Sanggha...aku khusus datang untuk menemui mu sayang.."


"Aku ingin memastikan kamu baik-baik saja dan hidup dengan bahagia.."


"Tidak ku sangka kita malah bertemu dalam kondisi seperti ini.."


ucap Sanggha merasa menyesal dan bersalah.


"Ahh yang mulia...Ohh Yang mulia...suamii ku.. akhirnya kamu datang juga.."


ucap Mi Mi dengan hati gembira,


Dia segera maju memeluk suaminya dengan mesra, akhirnya hari-hari penuh kesepian dan tanpa status yang jelas akan segera berakhir.


Raja Sanggha juga membalas pelukan istri tercinta nya dengan sangat haru.


"Sayang bagaimana kamu bisa ada di sini,? bukan kah mereka sudah menangkap dan membawa mu ke ibukota ?"


tanya Mi Mi heran.


"Semua ini berkat kamu sayang, Pendekar Suling Hitam yang kagum dengan perasaan cinta kita.."


"Dia meminta kaisar Jin melepaskan aku, agar bisa kembali berkumpul dengan mu, dia memberi ku kesempatan kedua memperbaiki diri.."


ucap Sanggha memberikan penjelasan sambil membelai rambut Mi Mi dengan lembut.


"Ahh Sayang aku hampir lupa,..kamu cepat tolong teman ku.. dia dan istrinya pasti sedang dalam bahaya..!"


ucap Mi Mi tiba-tiba meronta panik.


Raja Sanggha sedikit terkejut mendengar ucapan istrinya, dia segera berkata.

__ADS_1


"Ayo gunakan kuda ku kita lihat kesana sekarang "


Raja Sanggha melompat duluan duduk di punggung kuda, kemudian dia baru menarik Mi Mi duduk di depan nya.


Lalu memacu kudanya dengan cepat kearah tempat yang di tunjuk oleh Mi Mi.


Sampai di sana mereka melihat kondisi Agoda yang sedang kritis, dia sudah terluka di beberapa bagian tubuhnya.


Dia berhasil membunuh 5 ekor serigala, tapi masih ada 7 ekor lainnya yang sedang mengepungnya.


Dan terus berloncatan menerkam dan menggigit nya dengan taring mereka yang panjang dan tajam.


Melihat hal ini, tanpa menunda waktu lagi Raja Sanggha yang sangat lihai memanah.


Dia sekali menarik busurnya melepaskan 7 anak- panah.


Yang dengan tepat menancap di tenggorokan ke 7 serigala itu hingga langsung terjatuh tewas berserakan diatas tanah.


Setelah memastikan sekitarnya telah aman, Raja Sanggha baru turun dari atas kudanya memapah Agoda pulang ke perkemahan mereka.


Agoda sangat terkejut saat menyadari siapa yang datang menolongnya.


"Yang mulia anda..."


tanya Agoda kaget.


Raja Sanggha menghela nafas panjang dan berkata,


"Lebih baik kita bantu istri mu naik keatas kuda dan menuntunnya pulang ke perkemahan.."


ucap Raja Sanggha mengingat kan Agoda.


Begitu di ingatkan raja Sanggha, Agoda baru tersadar dan buru-buru menolong istrinya yang terduduk di bawah pohon dengan wajah ketakutan.


Akhirnya rombongan kecil tersebut berhasil sampai di perkemahan dengan selamat.


Mi Mi langsung membawa suaminya pergi menemui ayahnya, sedangkan Agoda yang merasa berterima kasih dengan pertolongan Raja Sanggha.


Dia lah yang maju menjelaskan semuanya kepada para penduduk suku Hui agar tidak salah paham dan membenci Raja Sanggha lagi.


Begitu bertemu dengan ayah Mi Mi raja Sanggha langsung menjatuhkan diri berlutut dan memberi hormat didepan ayah Mi Mi sambil berkata,


"Ayah mertua maafkan sikap ku dulu yang sangat arogan, harap terima permintaan maaf ku ini."


"Ku mohon ijinkanlah aku tinggal di sini, menjadi suami Mi Mi dan akan melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang suami."


"Untuk selalu menjaga melindungi dan menyayangi nya hingga ajal ku tiba.."


Ayah Mi Mi mengangguk senang, dia lalu maju mengangkat bahu Raja Sanggha untuk bangun berdiri dan berkata,


"Kita adalah satu keluarga jangan banyak peradatan, ayo kita duduk makan minum dan ngobrol."

__ADS_1


"Aku hanya punya Mi Mi seorang, asalkan Mi Mi bisa hidup dengan bahagia, sebagai ayahnya aku pun sudah cukup puas."


Raja Sanggha mengangguk dengan kepala tertunduk dan merasa malu dengan semua tindakannya dahulu yang mengambil paksa Mi Mi menjadi istrinya.


Sesaat kemudian raja Sanggha menatap Mi Mi dan berkata,


"Mi Mi dahulu adalah salah ku, tolong kamu maafkan aku, bila kamu tidak ingin bersama ku sekarang aku mengerti.."


"Aku akan membayar semua kesalahanku dahulu dengan menjadi budak mu.


"Mulai hari ini aku akan melayani mu dan ayah mu seumur hidupku.."


Raja Sanggha berkata sambil mengangkat kedua tangannya keatas memberi hormat dengan kepala tertunduk kearah Mi Mi.


Melihat sikap suaminya, Mi Mi menahan tawa sambil menutup mulutnya dan berkata,


"Apa-apaan sih sayang, sudah ahh kamu sudah cukup berkorban untuk membahagiakan ku.."


"Mulai saat ini biar aku menjalankan kewajiban ku sebagai seorang istri yang baik buat mu."


Raja Sanggha mengangkat kepalanya menatap Mi Mi dengan tatapan kaget.


Mi Mi tidak memperdulikan tatapan heran suaminya.


Dia langsung maju merangkul lengan suaminya dengan mesra dan membimbingnya untuk duduk di sebelahnya.


Lalu dengan lincah dia mempersiapkan makan malam untuk mereka bertiga.


Mereka bertiga duduk makan dan ngobrol dengan penuh kebahagiaan.


Selesai makan ayah Mi Mi yang ingin memberi kesempatan kepada putri dan menantunya untuk berdua an.


Dia pun berkata,


"Kalian berdua pergilah sibuk, ayah sudah tua cepat lelah mau istirahat duluan.."


Mi Mi dan raja Sanggha mengangguk patuh lalu mereka berdua keluar dari tenda ayah Mi Mi.


Mereka berdua berjalan santai bergandengan tangan lalu duduk di depan tenda Mi Mi, beralaskan rumput yang empuk.


Raja Sanggha duduk memeluk istrinya yang menyusupkan kepalanya dengan mesra bersandar di dada suaminya.


Mereka berdua duduk bermandikan cahaya bulan yang bersinar terang dan bulat.


"Sayang kamu adalah seorang pahlawan,.tapi kamu membenamkan seluruh kemampuan mu dan memilih bersembunyi di sini, apa kamu tidak merasa menyesal..?"


ucap Mi Mi lembut.


Raja Sanggha mencium kepala Mi Mi dengan lembut dan berkata,


"Bagi ku asal bisa selalu berada di sisi mu, itu sudah cukup.."

__ADS_1


.


__ADS_2