LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
KEPUTUSAN WU SONG


__ADS_3

Panglima Sie di Shouchun masih memiliki 400.000 Pasukan.


Sedangkan di Lu Jiang di bawah pimpinan Jendral Gao masih ada sekitar 275.000 personil.


Bila di gabung dengan Pasukan gabungan para pendekar bawahan si Topeng Besi, mungkin total mencapai 300.000 personil.


ucap Shi Ma Yan menjelaskan.


Sayang nya si topeng besi dan Yi Yi menghilang setelah keduanya terluka parah.


ucap Jendral Kam menambahkan.


"Apa..apa..maksud mu Yi Yi menghilang, bukannya dia bersama ayahnya panglima Sie.."


tanya Wu Song sedikit cemas.


Jendral Kam menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Sayang nya kenyataan tidak seperti teori, demi memberi kesempatan bagi ayahnya dan Pasukannya yang selamat berhasil mundur ke Shouchun."


"Yi Yi seorang diri menghadang pergerakan pengejaran Pasukan Rajawali Merah."


"Yi Yi memang berhasil menyelamatkan Panglima Sie dan Pasukannya, tapi dia sendiri tertangkap oleh Shi Ma Ong dan Yue Fei."


"Ahh,!" Wu Song sedikit terkejut mendengar hal yang agak di luar prediksi nya itu.


"Bun Houw Yue Fei kalian memang keparat gak punya hati."


ucap Wu Song geram aura halus yang menekan membuat 9 orang yang berdiri di hadapannya jatuh terduduk di lantai sulit bernapas.


Melihat hal itu Wu Song menyadari kecerobohannya, dia segera menyimpan auranya.


Dan berkata,


"Maaf...maaf semuanya aku terlalu ceroboh tadi.."


Jendral Kam dan Jendral Wu segera berkata,


"Tidak perlu di ambil hati, tuan Wu.."


"Ini bukan salah mu, ini salah kami yang terlalu lemah.."


ucap mereka bersahut-sahutan sambil tertawa.


"Kak Wu Song lain kali, kalau mau keluarkan ilmu itu, sebaiknya saat berduaan dengan adik ku saja di kamar pengantin nanti.."


ucap Shi Ma Yan ceplas-ceplos seperti Lu Fan yang suka bercanda tidak lihat situasi.

__ADS_1


Semua nya tertawa terbahak-bahak, kecuali Wu Song yang tersenyum pahit dengan wajah merah dan tidak tahu mau bicara apa.


Wu Song kemudian memecah suasana dengan berkata,


"Berapa kekuatan pasukan Rajawali Merah yang sedang menuju kemari ?"


Jendral Kam yang menjawab dengan serius berkata,


"Di perkirakan mencapai 1.500.000 Pasukan bisa lebih sulit dipastikan..."


Wu Song sangat terkejut mendengarnya, seluruh kekuatan mereka kini, bahkan tidak mencapai setengah nya dari kekuatan pasukan Rajawali Merah, yang sedang bergerak mendatangi mereka.


Ini benar-benar situasi gawat darurat, setelah termenung sesaat Wu Song kemudian berkata,


"Yang mulia kita tidak punya pilihan lain, segera ungsikan seluruh penduduk dan keluarga kerajaan menuju Chang An saat ini juga."


"Semakin cepat semakin baik, semua perbekalan juga kirim semuanya kesana."


"Tarik semua kekuatan di Han Zhong kirim untuk melindungi Chang An."


"Jendral Kam Jendral Wu dengar perintah,! pimpin semua pasukan kalian bertahan di Hu Lao Kuan, !"


"Semua pasukan pemanah bersiaga di atas tembok, Pasukan tombak dan lain-lain bersiaga di balik pintu.!"


"Barisan Pasukan catapult bersiaga di balik tembok.


"Cepat tidak boleh ada kesalahan,! "


"Aku akan menunggu kalian di sana.!"


ucap Wu Song kemudian melesat terbang menghilang dari ruangan kerja Kaisar Shi Ma Yan.


Semua orang bergerak cepat menjalankan permintaan Wu Song barusan, bahkan Shi Ma Yan belum sempat berbantah, sudah di tinggal pergi oleh Wu Song.


Berarti urusan ini sangat penting, tiada tawar menawar lagi.


Jendral Kam dan Jendral Wu buru-buru memberikan instruksi sambil berlarian meninggalkan ruangan kerja Shi Ma Yan.


Sehingga kini tinggal Shi Ma Yan seorang diri, tanpa banyak bicara Shi Ma Yan juga berteriak memanggil Kepala Kasim Wang yang menggantikan posisi Kasim Wei yang sudah di buang nya.


Shi Ma Yan menulis sebuah titah dan memberikan kepada kepala Kasim tersebut, agar di sampaikan ke Menteri Penasehat Negara dan seluruh menteri lainnya.


Juga disampaikan keseluruh penghuni istana, agar bersiap-siap secepatnya.


Lalu Shi Ma Yan sendiri bergegas meninggalkan ruangan kerjanya.


pergi bersiap-siap mengungsi ke Chang An.

__ADS_1


Tak lama kemudian terlihat kereta Kaisar Shi Ma Yan keluar dari gerbang barat menuju pintu gerbang Han Gu Kuan yang akan membawanya melewati Tong Kuan kemudian memasuki kota Chang An.


Di dalam kereta hanya di isi oleh Shi Ma Yan dan Shi Ma Sian yang paling dekat dengannya.


Sedangkan keluarga istana yang lainnya menggunakan kereta lain yang mengikuti iring-iringan nya dari belakang.


Setelah iring-iringan keluarga istana meninggalkan Han Gu Kuan, rakyat pun terlihat berduyun-duyun berjalan kaki menyusul dari belakang.


Para hartawan dan orang kaya, menggunakan kereta kuda, sedang kan rakyat biasa berjalan kaki.


Wajah cemas dan panik nampak menghiasi wajah para pengungsi, suara jeritan tangis anak-anak terdengar di mana-mana.


Mereka bergerak bebas tanpa ada yang mengawasi dan membantu, karena seluruh pasukan kerajaan kini sedang berjaga-jaga di Hu Lao Kuan.


Tidak ada waktu bagi mereka untuk mengurusi para pengungsi.


Sementara Wu Song sedang sibuk mempersiapkan pasukan kerajaan Jin, menghadapi serangan besar-besaran Pasukan Rajawali Merah.


Di sebuah kerajaan yang terletak di timur jauh, yaitu kerajaan Goguryeo.


Terlihat seorang putri cantik berdiri di atas benteng kota dengan jubah merah yang berkobar-kobar tertiup angin sore hari.


Di mana matahari sedang perlahan lahan bergerak bersembunyi di peraduan nya.


Gadis itu terus menatap jauh keluar tembok benteng kota, sambil terlihat terus tersenyum, tapi airmata nya mengalir bercucuran tidak berhenti membasahi kedua pipinya yang putih mulus.


Kondisi ini terlihat sangat bertolak belakang satu sama lainnya, jelas-jelas bibirnya yang menyunggingkan senyum menunjukkan dia terlihat bahagia.


Tapi matanya yang bercucuran air mata seolah sedang membantah bahwa dirinya sedang bahagia.


Dia adalah putri pertama kaisar Kim Douk, yang bernama Kim So Soo.


Dia tersenyum karena ingin memenuhi sumpah dan janji nya sesuai harapan terakhir Panglima muda Lee Yong yang mencintai dirinya dengan sepenuh hati dan sangat tulus.


Bahkan telah mengorbankan nyawa nya hanya untuk menyelamatkan dirinya dan Ayahnya.


Sedangkan airmatanya yang terus bercucuran menunjukkan rasa penyesalan dan kesedihan hatinya, karena telah kehilangan Panglima Lee Yong untuk selama-lamanya.


Dia sangat menyesal telat menyadari perasaannya yang sebenarnya, bahwa dia juga sangat menyukai Lee Yong.


Baru setelah kehilangan dia baru menyadarinya, sehingga dia tidak pernah bisa menerima kenyataan dan memaafkan dirinya sendiri yang begitu bodohnya.


Andai saja waktu bisa di ulang kembali, dia pasti akan memberikan semua perasaan nya seutuhnya hanya untuk Lee Yong seorang.


Tapi semua kini sudah terlambat waktu tidak mungkin bisa di ulang kembali.


Terdengar sebuah suara lembut menegurnya dari belakang,

__ADS_1


"So Soo apa yang kamu sedihkan ? mengapa kamu menangis seorang diri ditempat yang sepi dan dingin ini ?"


__ADS_2