LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
LU SUN XUE YEN DAN LU FAN TIBA DI XIA PI


__ADS_3

Tiba-tiba Yi Yi menjauh melepaskan pelukannya dengan bibir sedikit cemberut berkata


"Tapi awas bila Yang ke ke berani menyamar jadi Nenek Yang dan meniduri wanita lain, aku...aku.."


Yang Jian memeluk Yi Yi erat-erat dan berbisik ,


Itu tidak akan pernah terjadi, sampai kapan pun kamu Sie Yi Yi selama nya adalah wanita satu-satunya dalam hidupku."


Yi Yi kembali bergelayut manja dalam pelukan Yang Jian.


Yang Jian sambil membelai lengan dan bahu Yi Yi dengan lembut berkata,


"Yi Yi kita tidak bisa berlama-lama di sini aku khawatir dengan ayah di Shouchun."


"Kamu panggil ayah ku apa, ? apa tidak terlalu cepat kamu memanggilnya seperti itu..?"


ucap Yi Yi sedikit malu dan kaget.


Yang Jian pun tertawa dan berkata,


"Sayang kamu tidak tahu, sejak aku dan Panglima Sie berbicara berdua di Shouchun.


"Aku sudah minta ijin padanya untuk memanggilnya ayah, dan beliau sangat senang dan bahagia."


"Hanya saja saat itu aku tidak menyangka, sekarang bisa berkesempatan menjadi anak mantunya."


Mendengar penjelasan Yang Jian, Yi Yi sudah tidak bisa bicara apa-apa lagi.


"Murid kurang ajar..!! dengan kondisi tubuh seperti ini kamu mau turun gunung...!!


"Kamu mau bikin tua Bangka ini pergi tanpa ahli waris..!!"


Terdengar suara yang dikirim dari jarak jauh, tapi bergema di dalam rumah.


Yang Jian dan Yi Yi sedikit terkejut, mereka cepat-cepat berlutut, yang menegur mereka adalah Thian San San Jen guru Yang Jian.


Meski dia berada di gua belakang pondok sedang bersemadi, tapi ucapan Yang Jian dan Yi Yi terdengar jelas oleh nya.


"Anak kurang ajar, aku tahu tidak akan bisa melarang mu, sekarang kemarilah kamu harus latihan tertutup selama 7 hari bila ingin turun dari gunung ini."


Yang Jian menoleh kearah Yi Yi dengan senyum tak berdaya.


Yi Yi mengangguk dan tersenyum lembut berkata,


"Pergilah aku dan San er menunggu mu di sini."

__ADS_1


Yang Jian mengangguk kemudian dia membangunkan Yi Yi memeluk pinggang Yi Yi yang ramping kepalanya sedikit menunduk Kearah Yi Yi.


Yi Yi mengerti apa yang di inginkan oleh kekasihnya, dia segera memegang rahang Yang Jian dengan lembut.


Lalu mendaratkan ciuman mesra ke bibir Yang Jian, sepasang bibir bertemu saling memangut dengan mesra, sampai nafas mereka berdua memburu, baru mereka melepaskan ciuman mereka.


Yang Jian sangat bahagia, impian yang selama ini cuma jadi mimpi kosong, kini menjadi kenyataan dia sedikit sulit percaya.


"Yi Yi aku tidak sedang mimpikan ?"


Mendengar pertanyaan Yang Jian, Yi Yi tertawa kecil dan berkata,


"Yang lebih seru masih banyak menanti mu, sekarang cepat pergi ke guru mu."


"Bila selesaikan latihan mu, setelah mendapat restu dari ayah kita, aku akan berikan semua keseruan itu hanya untuk mu."


ucap Yi Yi sambil membelai wajah calon suaminya dengan lembut.


Mendengar ucapan Yi Yi semangat Yang Jian langsung bangkit sambil tersenyum gembira, dia berlari cepat menuju gua tempat gurunya bermeditasi.


Sementara Yang Jian sedang berlatih, Yi Yi dan Thian San tinggal di pondok kecil itu menunggunya berlatih.


Mari kita lihat perjalanan Lu Sun Xue Yen dan Lu Fan setelah menerima pesan permintaan bantuan dari Wu Song, begitu tiba di kota Xia Pi mereka bertiga langsung mendatangi sebuah gedung besaran megah.


Di depan gedung di jaga oleh 4 orang pasukan berseragam hitam dengan gambar seekor naga hitam yang menghiasi baju di bagian dada dan punggung mereka yang tertutup jubah hitam.


Mereka berempat terlihat berdiri diam tidak saling bicara.


Kehadiran Lu Sun bertiga sudah mereka ketahui hanya saja mereka pura-pura tidak tahu.


Tapi begitu Lu Sun berjalan memasuki halaman depan gedung yang merupakan batas teritori


yang mereka jaga.


Dengan gerakan gesit ke 4 orang itu berdiri menghadang dengan formasi segi empat mereka terlihat siaga dengan tatapan mata penuh curiga.


Salah satu pengawal itu menegur,


"Siapa kalian ? ada maksud apa kalian datang kemari."


Lu Sun tidak banyak bicara' dia mengeluarkan sebuah Token emas bergambar Naga Hitam.


Melihat Token itu keempat pengawal tadi segera menjatuhkan diri berlutut, salah satu dari mereka segera berkata,


"Maaf Jendral besar, kami tidak tahu yang mulia sendiri yang berkunjung, sehingga bersikap tidak hormat."

__ADS_1


Lu Sun memberi tanda agar mereka bangun, keempat orang itu pun bangun dan berbaris rapi.


"Tunjukkan jalan antar kami menemui Song Chin."


Salah satu pengawal yang tadi berbicara, segera dengan sedikit membungkuk memberi hormat.


Kemudian mempersilahkan mereka bertiga mengikutinya masuk kedalam gedung.


Dia mengantar mereka melewati taman yang luas dan terawat rapi, setelah melewati koridor panjang beberapa kali berkelok akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan besar yang pintunya sedang tertutup.


Tapi di dalam ruangan terdengar beberapa orang sedang berdebat.


Pengawal itu mengetuk pintu dan berkata,


"Tuan.., Yang mulia Jendral Naga Hitam Lu Sun tiba..!"


Mendengar teriakkan pengawal itu, pintu langsung terbuka dari dalam.


Terlihat Song Chin, Lin Cong, Yuda, paman Hao, Chin Yang, Chin Hao dan terakhir Sui Dan mereka bertujuh buru-buru keluar dari dalam ruangan.


Mereka bertujuh kemudian menjatuhkan diri berlutut di depan Lu Sun dan berkata,


"Selamat datang Jendral, maaf kami terlambat menyambut kedatangan jendral."


Lu Sun sangat terharu melihat ketujuh teman seperjuangannya yang sudah lama tidak dia temui.


Lu Sun membangunkan mereka satu persatu menepuk pundak mereka dan berpelukan.


Suasana haru mewarnai Pertemuan mereka, Song Chin kemudian buru-buru mengundang Xue Yen juga Lu Fan masuk kedalam ruangan rapat mereka tadi.


Lu Fan agak sedikit kagum dengan bawahan didikan ayahnya.


Lu Fan berpikir dalam hati, tua Bangka yang takut istri ini, ternyata di luar lembah cukup disegani.


Ketujuh orang itu semua mengenali Xue Yen, mereka juga cukup banyak mendengar kisah kasih atasan mereka, dengan wanita cantik yang terlihat sangat muda seperti masih berusia 20 tahun.


Sedangkan pemuda gagah perkasa itu, tidak di ragukan lagi pasti putra tunggal tuan mereka.


Yang kabarnya memiliki kesaktian seperti dewa.


Tindakan Lu Fan saat itu yang menghancurkan Pasukan Rajawali Merah di Chen Liu dan memporak porandakan Markas besar Shi Ma Ong dan Xie Bun Houw di Shouchun sudah menggemparkan seluruh daratan tengah.


Jadi tidak heran bila ketujuh orang perwira Pasukan Naga Hitam semua sudah mendengar tentang hal tersebut.


"Tadi aku seperti mendengar kalian bertujuh sedang berdiskusi dan memperdebatkan sesuatu."

__ADS_1


"Apa yang sedang kalian perdebatkan sampai begitu serius.?"


tanya Lu Sun memulai pembicaraan.


__ADS_2