LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PENDEKAR GOLONGAN HITAM BERBELOT


__ADS_3

Begitu jurus tersebut di lepaskan, Pasukan Rajawali Merah sebagian besar tumbang dengan dada tertembus energi pedang.


Yang lolos pun sulit melanjutkan pertarungan, karena mengalami luka cukup berat di lengan maupun kaki mereka.


Mereka memang rata-rata menguasai Im Yang Sen Kung, tapi bukan yang seperti Wu Song ataupun Bun Houw, yang mereka kuasai hanya tahap dasar paling tinggi juga lv 4 atau LV 5.


Sebagian besar berada di LV 3 dan 2 buat menghadapi pasukan biasa itu sudah lebih dari cukup.


Tapi bila berhadapan dengan jurus Pendekar kelas atas, apalagi yang setingkat Si Topeng Besi, kemampuan mereka menjadi tidak ada artinya.


Pasukan Rajawali Merah yang sekarang terus mengalami penambahan jumlah personil.


Sehingga secara kualitas Bun Houw pun membagi menjadi 3 tingkat, atas, sedang dan bawah.


Kebetulan yang dia tempat kan di Shouchun dan Lu Jiang adalah kelas bawah, yang sedang dia tempatkan di Ru Nan dan Jiang Xia.


Sedangkan yang kelas atas kini sebagian bersama nya di Sin Ye sedangkan sebagian lagi bersama Shi Ma Ong di Xu Chang.


Melihat Pasukan bagian depan musuh sudah jatuh bertumbangan, para ketua partai memberi instruksi agar semua anggota mereka.


Mengikuti mereka merangsek kedalam kota Lu Jiang, Pasukan Rajawali Merah bagian dalam yang sedang terjepit oleh pasukan Panglima Sie.


Terpaksa menghadapi tekanan dari dua sisi, mereka akhirnya terpojok, satu persatu mulai jatuh bertumbangan.


Akhirnya semua Pasukan Rajawali Merah gugur termasuk para komandan mereka tidak ada yang terkecuali.


Yi Yi menatap dengan wajah sedih kearah mayat yang bergelimpangan, dia teringat orang-orang ini dulunya adalah orang-orang yang direkrut dan dilatih dengan susah payah oleh Bun Houw kekasihnya.


Kini mereka semua harus mati dengan tragis dalam pertempuran membela tuan yang berbeda.


Melihat sikap Yi Yi Si Topeng Besi menghela nafas panjang dan bergumam sendiri,


"Sudah sekian tahun Yi Yi masih tidak bisa melupakannya, dia sungguh beruntung."


Si Topeng Besi melayang ke sebelah Jendral Sie dan berkata,


"Panglima sebaiknya, perintahkan anak buah mu, mengumpulkan semua mayat ini di luar kota Lu Jiang."


"Dan di bakar saja, agar tidak menimbulkan wabah penyakit."


Panglima Sie mengangguk kemudian memanggil Jendral Gao ajudannya, untuk mengajak penduduk membantunya, mengurus mayat Pasukan kedua belah pihak yang bergelimpangan diatas lantai.

__ADS_1


Si Topeng Besi terlihat berbicara dengan para pendekar yang membantunya, sesaat kemudian para pendekar pun membubarkan diri dan menghilang dari kota Lu Jiang.


Si Topeng Besi menoleh menatap Yi Yi yang masih berdiri termenung, kemudian dia menghela nafas dan bergerak menghilang dari tempat tersebut seorang diri.


Si Topeng Besi duduk di atas sebuah menara pengawas, dia bersila memulihkan kondisi tubuh nya.


Menjelang malam dia baru kembali membuka matanya, menghentikan latihannya.


Saat dia ingin meninggalkan tempat tersebut kembali ke perkemahan, untuk melihat keadaan Yi Yi.


Secara kebetulan dia malah melihat Yi Yi berdiri seorang diri di atas benteng, menatap kearah kegelapan malam sambil memeluk kedua tangannya sendiri.


Melihat hal ini Si Topeng Besi melepaskan jubahnya, lalu melayang ke bawah berdiri di sisi Yi Yi menyelimuti Yi Yi dengan jubahnya.


Dan berkata,


"Udara di tepi sungai ini, di malam hari sangat dingin, angin nya juga besar, lebih baik kita kembali ke kemah saja."


Lalu Si Topeng Besi memutar tubuhnya melangkah pergi.


"Kakak Pendekar... Tunggu..!"


Si Topeng Besi menghentikan langkahnya, tapi dia tidak menoleh kebelakang.


Dia hanya berdiri diam memunggungi Yi Yi.


Yi Yi menarik napas panjang dan berkata,


"Kakak Pendekar kamu siapa sebenarnya ? mengapa terus mengenakan topeng ? bolehkah aku melihat wajah mu ?"


Si Topeng Besi bahunya sedikit bergetar, dia memejamkan matanya dan berkata,


"Aku siapa aku..? aku sendiri juga tidak jelas lagi siapa aku sebenarnya.."


"Siapa diri ku, sudah tidak penting lagi, bagi ku saat ini asal bisa melihat mu hidup bahagia."


"Aku sudah sangat puas, mengenai wajah ku lebih baik lupakan saja, ini hanya sepotong wajah yang sudah sangat lama kamu lupakan."


"Kalau bisa meninggalkan sedikit kesan dan kenangan bagi mu aku sudah sangat bahagia."


"Yi Yi beristirahat lah hari sudah malam, besok pagi kita masih harus bergerak pergi merebut Shouchun."

__ADS_1


Setelah mengucapkan kata-kata itu si Topeng Besi buru-buru melayang meninggalkan tempat tersebut.


Sebelum hatinya menjadi lemah dan menuruti semua permintaan gadis yang sangat di cintai nya ini.


Bisa jadi bukan kebahagiaan yang dia dapatkan tapi malah menghancurkan semua kenangan indah tentang dirinya.


Yi Yi menghela nafas panjang dan bergumam sendiri sambil berjalan meninggalkan tempat itu.


"Kakak Pendekar aku mengerti perasaan mu, tapi aku sungguh tidak layak mendampingi mu."


Keesokan paginya terlihat Panglima Xie, Yi Yi ajudan Gao memimpin 100.000 Pasukan berkuda meninggalkan kota Lu Jiang menuju pelabuhan Ru Xu.


Untuk berkumpul dengan Pasukan besar mereka dan bergerak mengambil alih Shouchun.


Si Topeng Besi tidak terlihat dalam rombongan tersebut, tapi Panglima Sie dan Yi Yi percaya, Dia pasti sudah bergerak duluan bersama Pasukan gabungan para pendekar.


Selagi Pasukan besar Jendral Sie sedang bergerak, Di kota Shouchun sendiri kini sedang berlangsung perang antara para pendekar golongan putih dan hitam yang terjadi tidak jauh dari gerbang kota Shouchun.


Terlihat golongan putih jauh lebih unggul golongan hitam berada dalam keadaan terdesak.


Mereka terlihat main mundur mendekati gerbang kota Shouchun yang terjaga dengan rapat.


Beberapa pentolan golongan hitam berteriak,


"Bantu kami ..! kami akan membantu anda menghadapi pasukan utama Panglima Sie, yang sedang bergerak kemari..!"


Komandan pasukan Rajawali Merah saling pandang, mereka terlihat ragu, tapi akhirnya mereka memberi kode, agar Pasukan mereka melepaskan anak panah ke arah Pendekar golongan putih.


Karena di hujani anak panah, Pendekar aliran putih Bergerak mundur menjauh, akhirnya mereka mundur menghilang kedalam hutan.


Kelompok Pendekar aliran hitam yang terdiri dari Hai Sa (Partai Pasir laut), Hei Hu (Partai Harimau Hitam), Fei Lung (Partai Naga Terbang), Cing Lung (Partai Naga Hijau), Pai Ying (Partai Elang Putih), dan Pian Fu (Partai kelelawar ) mereka kini menyerah dan bergabung dengan pasukan Rajawali Merah di Shouchun.


Mereka langsung membocorkan rahasia, Panglima Sie yang akan melakukan serangan dadakan, dan kini Pasukan besar itu sedang bergerak kemari.


Beberapa komandan pasukan Rajawali Merah tersenyum senang mendengar bocoran informasi tersebut.


Mereka segera menyusun rencana dan strategi untuk menyambut Pasukan utama tersebut.


Sedangkan para pendekar golongan hitam, di minta memberikan bantuan dukungan dari belakang mereka.


Pasukan Jendral Sie akhirnya tiba di depan gerbang kota Shouchun.

__ADS_1


__ADS_2