LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MEMBAWA LIN LIN TERBANG,


__ADS_3

Lu Fan berteriak melepaskan kesedihan hatinya, teriakan penuh kesedihan menggetarkan seluruh lembah.


Semua mahluk bersembunyi ketakutan dan gemetaran, bahkan Naga Hitam pun meringkuk gemetaran di dalam Gua nya.


Hanya Sun Wu Kung yang makan buah dengan tenang dan mengomeli Lu Fan,


"Anak bodoh, demi satu wanita jadi begini, menyia-nyiakan kesaktian yang dilatihnya selama ini."


"Mengapa tidak coba terbang lihat-lihat alam lain, siapa tahu mendapatkan jodoh lain di sana."


Kalau saja tidak sedang di hukum di sini, aku pasti akan membawanya menemui pakar cinta Thian Feng. gumam Wu Kung sendirian sambil tersenyum.


Lu Fan sendiri sehabis melepaskan beban kesedihan di hatinya, dia akan berjalan kearah Pohon Bodhi duduk di bawahnya memejamkan matanya.


Melanjutkan meditasi penyerapan Chi untuk membentuk Tan Tian baru sebagai tempat penampungan Chi cadangan.


Lu Fan hanya meninggalkan puncak itu,


saat mendapat kabar dari ibunya lewat seekor burung merpati, bahwa Yi Yi dan Bun Houw sudah meninggalkan lembah.


Lu Fan pun buru-buru pergi menemui Yi Yi yang sudah dia anggap sebagai kakak sendiri.


Karena sifat Yi Yi yang halus dan lembut penuh pengertian, Lu Fan lebih memilih menceritakan semua isi hatinya kepada Yi Yi daripada kepada orang tuanya.


Apalagi kakaknya yang tidak berguna itu, melihat gayanya saja membuat Lu Fan muak.


Untungnya ada si Wu Song bodoh yang bisa menerima dan sangat mencintainya.


Sehingga lembah dan dirinya bisa sedikit mendapatkan ketenangan.


Lu Fan memang sejak kecil tidak pernah cocok dengan Lu Ping, untung ada Wu Song yang sangat pengertian selalu melerai pertengkaran mereka berdua yang tiada habisnya.


Setelah berpisah dari Yi Yi, dan mendengarkan nasehat Yi Yi, Lu Fan tanpa sadar berjalan ke kota Xiao Pei.


Xiao Pei mengalami banyak perubahan sejak kejadian Walikota terusir dan orang terkaya dan terpandang di kota tersebut di hajar oleh Lu Fan.


Si Men Ching yang malu karena kehilangan alat masa depan, memilih meninggalkan Xiao Pei pergi mencari Kasim Lau pamannya yang tinggal di Chang An.


Lu Fan berjalan sambil termenung, sepasang kakinya malah membawa Lu Fan berjalan melewati depan toko obat Yao Su.


Lu Fan yang tersadar dirinya ada di mana,


Dia cepat-cepat menundukkan kepalanya berjalan tergesa-gesa melewati depan toko itu.

__ADS_1


Lu Fan melirik kedalam toko, dia melihat gadis yang selalu muncul menghiasi lamunannya setiap sore sedang menggendong bayi.


Tak lama kemudian dari dalam toko muncul seorang pria, dia menerima bayi tersebut dari gendongan Lin Lin.


Lalu sambil tertawa mereka berjalan masuk kedalam rumah.


Lu Fan sempat menghentikan langkahnya saat melihat Lin Lin menggendong bayi, sampai Lin Lin masuk kedalam rumah, Lu Fan baru melanjutkan langkah kakinya.


Lu Fan menghela nafas panjang dan bergumam,


"Lihat orang pun sudah menikah dan punya anak, kamu masih dengan bodoh menunggu dan melamunkannya setiap hari."


"Sadarlah Lu Fan mau sampai kapan kamu menjadi pecundang rendahan seperti ini.?" ucap Lu Fan memaki dirinya sendiri.


Saat keluar dari mulut jalan, Lu Fan melihat ada sepasang kaki wanita yang menghadang di depan jalannya.


Lu Fan menggeser ke kiri sepasang kaki itu ikut bergeser kekiri, Lu Fan bergeser ke kanan sepasang kaki itu ikut bergeser ke kanan.


Lu Fan akhirnya kehilangan kesabarannya, dia mengangkat kepalanya sambil berkata,


"Nona apa mau....."


Lu Fan tidak bisa menyelesaikan kata-katanya saat melihat siapa yang menghadang jalannya.


Lu Fan melongo tidak tahu mau jawab apa, gadis yang menghadang dan menegurnya ternyata Lin Lin gadis impiannya.


Lin Lin dengan kesal mengetuk jidat Lu Fan yang membuat Lu Fan mengaduh sambil memegang jidatnya.


"Dasar ditanya tidak menjawab malah plonga-plongo di sini," ucap Lin Lin semakin kesal.


"Kenapa kamu bisa di sini? bukankah tadi kamu sedang bersama suami dan anak mu.?" tanya Lu Fan heran.


Lin Lin kembali mengangkat tangannya dengan geram, Lu Fan cepat-cepat mundur takut Lin Lin kembali memukulinya.


Lin Lin jadi tertawa melihat sikap Lu Fan,


Lin Lin menatap Lu Fan dan tersenyum lembut,


"Mengapa sudah datang cuma lewat dan tidak mampir, bayi itu bukan anak ku."


"Itu anak kakak misan ku, mereka sedang main kerumah, laki-laki tadi adalah suami kakak misan ku."


"Lewat dia lah aku tahu kamu tadi datang ke toko, terus langsung pergi." ucap Lin Lin menjelaskan.

__ADS_1


Lu Fan wajahnya langsung berubah cerita, dia cepat-cepat maju dan memegang tangan Lin Lin sambil berkata,


"Jadi anak itu bukan anak mu? syukurlah aku masih punya harapan."


Ucap Lu Fan tanpa sadar, tapi saat sadar dia melepaskan tangan Lin Lin dan berkata,


"Maaf kan sikap ku yang kurang sopan tadi nona Lin Lin."


"Aku..." Lu Fan tidak tahu mau bicara apa akhirnya memilih diam dan menundukkan kepalanya kebawah.


Lin Lin merasa kasihan dengan Lu Fan, Lu Fan jadi serba salah dan kehilangan rasa percaya diri.


Ini semua salahnya, sekali ini dia tidak akan membiarkan Lu Fan pergi lagi .


Lin Lin maju menggenggam tangan Lu Fan dan berkata,


"Kamu tidak bersalah, akulah yang bodoh tidak menyadari ada pria baik dan tulus mencintai ku, malah pergi mencari pria serigala berbulu domba."


Lalu Lin Lin menghambur ke dalam pelukan Lu Fan dan menangis menyesali kebodohannya.


Lu Fan terkejut menyadari perubahan sikap Lin Lin, melihat Lin Lin menangis sedih dalam pelukannya. Lu Fan tidak tahu mau berkata apa untuk menghibur Lin Lin.


Lu Fan mengeratkan pelukannya dan tubuhnya pelan-pelan melayang keatas membawa Lin Lin.


Lin Lin tidak menyadarinya dia masih menangis sedih dalam pelukan Lu Fan, saat sudah berada di atas awan Lu Fan baru berkata,


"Lin Lin jangan menangis lagi lihatlah sekitarmu."


Lin Lin membuka matanya saat melihat sekitar dia langsung menjerit terkejut.


Lu Fan tertawa dan berkata,


"Jangan takut aku akan menjaga mu, aku akan membawamu jalan-jalan agar kamu tidak bersedih lagi."


Lin Lin belum terbiasa dia masih menatap dengan ngeri awan-awan yang kini berada di bawah kakinya.


Tempat tinggalnya kini terlihat sangat kecil tidak begitu jelas, yang mana rumahnya nya dia juga tidak tahu.


Perlahan-lahan Lin Lin mulai bisa menikmati pemandangan yang indah dari atas.


Gunung danau sungai yang terlihat seperti tubuh seekor ular yang panjang.


Juga air terjun yang terlihat seperti tirai putih yang menutupi gunung dan goa terlihat sangat menakjubkan.

__ADS_1


__ADS_2