LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
AKHIR PERJALANAN YUE FEI DAN SIN YI


__ADS_3

Yue Fei yang muncul ditempat yang cukup jauh dari jangkauan gada He Siong sangat terkejut, saat dia muncul salah satu Gada berat menyambutnya.


Tidak ada jalan lain selain sebisa mungkin menangkis Gada itu dari samping, membelokkan arah nya.


Gada menghantam tanah dengan dahsyat batu pasir debu beterbangan terkena hempasan Gada.


Tapi Yue Fei sedikit terkejut melihat gada yang menghantam tanah kini bisa kembali bergerak mengejarnya seperti bernyawa dan dapat bergerak sendiri.


Yue Fei semakin kerepotan saat kedua Gada mengepungnya dari arah berlawanan.


Tadinya Yue Fei berharap dengan mengambil jarak He Siong tidak bisa menjangkaunya.


Tapi kini kelihatannya dugaannya salah, He Siong kini bukan hanya bisa bertempur jarak dekat tapi dia juga bisa bertempur jarak jauh.


Kesulitan Yue Fei bertambah, karena He Siong kini bisa menebak kemana dia menghilang dari muncul.


Tombaknya sudah bengkok-bengkok tidak lurus lagi setelah beberapa kali harus menyambut Gada He Siong yang muncul tiba-tiba di depan mata.


Sin Yi yang melihat kondisi suaminya, menjadi sangat marah.


Dia melepaskan seluruh kekuatan apinya untuk menerobos kepungan, di saat dia hampir berhasil.


Sebuah pukulan Tapak yang mengandung tenaga es abadi memaksanya untuk mundur kembali kedalam kepungan.


Kedatangan Xue Yen yang membantu pengepungan membuat Ilmu pukulan Api Suci milik Sin Yi kehilangan daya.


Dia mulai sibuk menghadapi kepungan lawannya, tidak bisa pergi memberi bantuan kepada suaminya.


Yue Fei meski terdesak hebat tapi dia masih bisa menyelamatkan dirinya dari serangan He Siong.


Yue Fei tiba-tiba muncul di dekat He Siong lalu dia melempar sebungkus Hua Kung San kearah wajah He Siong.


He Siong yang selalu waspada dengan pergerakan Yue Fei, saat Yue Fei menghilang lalu muncul didekat nya.


Dia langsung melepaskan pukulan Gada mautnya yang membawa angin pukulan yang sangat kuat.


Sehingga Hua Kung San yang dilepaskan Yue Fei terpental balik terkena angin pukulan yang datangnya seperti angin p*ting beliung.


He Siong tersenyum dan berkata,


"Tidak akan ada kejadian ke dua kalinya kamu pikir saya kerbau...?"


"Nih makanlah..!"

__ADS_1


teriak He Siong.


Yue Fei yang terhuyung-huyung mundur terkena angin pukulan He Siong, tidak sempat menghindar dari Hua Kung San nya yang menjadi senjata makan tuan.


Sebelum dia sempat memperbaiki posisi nya sebuah Gada Terbang menghantam punggungnya.


Yue Fei mengerahkan Im Yang Sen Kung menahan pukulan tersebut, tapi malang baginya tenaganya macet di buyarkan Hua Kung San.


Yue Fei terpental kedepan menghantam tanah sambil menyemburkan darah segar dari mulutnya.


Dia terluka parah, saat mencoba berdiri dia memuntahkan darah segar beberapa kali.


He Siong memandangi Yue Fei sambil tersenyum dingin, lalu dia melepaskan pukulan Gada beratnya kearah dada Yue Fei.


Sambil berteriak..


"Manusia licik pergilah ke neraka jahanam...!!"


Yue Fei yang baru saja berdiri tersenyum melihat kedatangan Gada He Siong.


"Kak Bun Houw maaf...aku duluan.."


gumam Yue Fei sebelum Gada menghantam dada dan meremukkan isi di dalamnya.


Yue Fei menancapkan tombaknya keatas tanah untuk menahan tubuhnya agar tetap berdiri.


Yue Fei tewas dalam posisi berdiri, sebelum tewas dia seperti ingin mengucapkan sesuatu kepada Sin Yi, tapi karena mulut dan tenggorokannya penuh darah tidak ada suara yang keluar, selain bunyi.


"Krookk.!.krookk..!


Yue Fei menatap Sin Yi dengan sedih dan penuh sesal, tangannya yang terangkat ingin menggapai Sin Yi terkulai kebawah sebelum bisa menyentuh Sin Yi yang masih di kepung lawannya.


Seiring tangannya terkulai kebawah, kepalanya pun ikut terkulai, maka terbebaskan dia dari hutang budi dan hati nuraninya yang berlawanan.


Melihat suaminya telah gugur dengan gagah, sambil menghapus airmatanya yang berderai.


Sin Yi berteriak dengan keras, lalu tubuhnya berubah menjadi seekor Phoenix Api melesat keatas udara.


Lalu menukik ke bawah melesat kearah He Siong dengan kecepatan tinggi.


He Siong tidak gentar sama sekali, dia menyambut kedatangan Phoenix Api jelmaan Sin Yi dengan sepasang Gada terbangnya.


Gada He Siong meluncur deras susul menyusul menghantam kearah Phoenix Api yang sedang melesat kearahnya.

__ADS_1


Phoenix Api bergerak lincah melakukan manufer dua kali menghindari Gada He Siong dan terus melesat menyerang He Siong dengan sepasang cakarnya yang berkuku tajam.


He Siong adalah bocah ajaib yang memilki kekuatan alami mengerikan dia tidak mungkin takut dengan serangan Phoenix Api.


Dia menyambut cengkraman Phoenix Api dengan sepasang tangannya yang terbuka lebar.


Pertemuan terjadi He Siong terdorong mundur beberapa langkah, tapi dia berhasil menghentikan pergerakan Phoenix Api.


Sebelum Phoenix Api menyerangnya dengan paruhnya, He Siong mematahkan sepasang cakar Phoenix Api dan memberikan hantaman tinju dengan kedua tangan dirapatkan.


Kearah paruh Phoenix Api dari arah bawah, Phoenix Api menjerit kesakitan dan terpental ke belakang.


He Siong mengejar nya dan sambil melompat ke udara dia memberikan tinju kiri kanannya kearah kepala Phoenix Api.


Phoenix Api terjatuh keatas tanah berubah menjadi Sin Yi yang terkapar dengan kedua kaki patah dan rambut awut-awutan dengan wajah penuh darah.


Dia merangkak dengan susah payah menggunakan tenaga terakhirnya, mendekat kearah mayat suaminya yang telah gugur duluan dalam posisi berdiri.


Sin Yi pun terkulai dan kehilangan nyawa sambil tersenyum puas, saat tangannya berhasil meraih kaki suaminya.


Melihat hal ini Ke 7 orang bawahan setia Lu Sun memejamkan matanya, memberi penghormatan kepada mayat pasangan tersebut.


Xue Yen memejamkan matanya, dari kedua sudut matanya menetes air bening prihatin.


Yi Yi di tempat lain yang melihat hal itu, memeluk Yang Jian dan menyusupkan kepalanya kedalam pelukan suaminya.


Dia tidak tega menatap kejadian tragis yang menimpa Yue Fei dan Sin Yi.


Yang Jian meski tidak bisa melihat tapi dia bisa mengetahui semuanya dengan jelas lewat pendengaran nya.


'Sudahlah jangan terlalu sedih, semua mahluk cepat lambat pasti akan mati, bisa mati bersama dengan gagah, itu juga adalah hal baik."


"Mereka kini bisa pergi tanpa penyesalan lagi."


ucap Yang Jian lembut sambil membelai kepala Istrinya dengan mesra.


Meski memeluk dan sedang membelai kepala Istrinya, Pedang Pelangi yang di kontrol Yang Jian secara jarak jauh, terus bergerak mencabut nyawa sisa pasukan Rajawali Merah.


Kemanapun pedang itu bergerak puluhan nyawa Pasukan Rajawali Merah pasti melayang.


Akhirnya seluruh pasukan Rajawali Merah yang dipimpin oleh Yue Fei semuanya ikut gugur bersama pimpinan mereka.


Pasukan Naga Hitam di bawah pimpinan Lu Sun, Pasukan keluarga He yang di pimpin He Siong dan pamannya Ma Yan Lung serta Pasukan jendral Wu dan Jendral Kam.

__ADS_1


Mereka semua mundur dan bertahan di Han Gu Kuan untuk memulihkan kekuatan pasukan mereka.


__ADS_2