
Serangan Pasukan Rajawali Merah yang di dukung oleh rombongan Pendekar aliran hitam berhasil mengejutkan Pasukan Panglima Sie.
Pasukan Panglima Sie terlihat tidak siap, karena sedang asyik tertidur saat perkemahan mereka di serang.
Para penjaga semuanya sudah di amankan oleh rombongan Pendekar aliran hitam, sehingga Pasukan Rajawali Merah dengan mudah menerobos sampai ke jantung pertahanan Pasukan Panglima Sie dan melakukan serangan dadakan.
Panglima Sie dan keempat Jendral nya sambil bergerak bertahan memberikan kode agar mundur melarikan diri.
Berkat perlindungan dari Yi Yi panglima Sie dan ke empat Jendral nya berhasil melarikan diri kearah hutan.
Mengandalkan kegelapan malam, mereka berhasil meloloskan diri.
Begitu juga dengan seluruh pasukan utama Panglima Sie, dengan mengandalkan 5 jurus yang di ajarkan si topeng besi.
Mereka hampir 90% berhasil melarikan diri ke segala arah tanpa membawa apapun.
Sedangkan 10% sisanya sebagian besar tertangkap dan menjadi tahanan Pasukan Rajawali Merah.
Beberapa komandan pasukan Rajawali Merah tertawa dengan sangat gembira dan berkata,
"Kabar yang beredar terlalu berlebihan, lihat 1 juta Pasukan Panglima Sie dari Xiang Yang."
"Ternyata hanya begini saja kemampuannya..! Ha..ha..ha..ha..!"
Kelima komandan pasukan Rajawali Merah tertawa terbahak bahak,
Kemudian memerintahkan kepada Pasukannya,
agar mengangkuti seluruh peralatan dan perlengkapan perang milik Pasukan Panglima Sie yang berhasil mereka sita.
Mereka juga mengangkut semua persediaan makanan Pasukan Panglima Sie.
Sambil tertawa salah satu komandan pasukan Rajawali Merah berkata, sambil menunjuk gudang ransum makanan milik Panglima Sie.
"Tanpa ini saya lihat kedepan nya 1 juta personil Pasukan Panglima Sie mau jadi apa ?"
Keempat rekannya pun sambil tertawa menyahut
"mau jadi apalagi selain jadi laskar gembel..!"
Sambil tertawa-tawa rombongan tersebut kembali kedalam benteng mereka.
Atas saran dari para ketua aliran hitam, maka diadakanlah pesta perayaan kemenangan cantik mereka dengan meriah.
__ADS_1
Mereka makan dan minum sepuasnya menggunakan makanan dan minuman dari perbekalan milik Panglima Sie yang mereka rampas.
Acara berjalan tidak sampai satu jam, satu persatu Pasukan Rajawali Merah yang tanpa mereka sadari, telah meminum arak yang mengandung Mi Hun San ( obat bius ), tumbang tertidur pulas.
Begitu juga dengan ke 5 komandan pasukan Rajawali Merah, mereka juga terlihat pingsan malang melintang di sekitar meja perjamuan mereka.
Setelah memastikan bahwa 100.000 Pasukan Rajawali Merah telah pingsan total tidak ada yang tersisa.
Para pendekar aliran hitam segera melemparkan kode keatas langit, sebagian bergerak membuka pintu gerbang.
Sebagian lagi bergerak mengikat kaki dan tangan Pasukan Rajawali Merah yang bergelimpangan tak berdaya.
Sementara itu di dalam hutan tempat yang di janjikan buat mereka berkumpul, Terlihat Panglima Sie Yi Yi si Topeng Besi dan ke empat Jendral panglima Sie dan beberapa ketua partai aliran putih.
Mereka terlihat bersiaga duduk diatas punggung kuda mereka masing-masing.
Begitu melihat kode dari dalam kota Shouchun di lepaskan mereka segera bergerak memasuki kota Shouchun yang gerbangnya sudah terbuka lebar menyambut kedatangan mereka.
Begitu memasuki kota Shouchun, mereka tidak mendapat halangan ataupun perlawanan apa pun.
Semua berjalan dengan sangat lancar, Panglima Sie hanya perlu memerintahkan ajudan Gao,.agar membawa 100.000 personil pergi mengurus Pasukan Rajawali Merah yang sedang tertidur pulas tidak berkutik.
Ajudan Gao segera bergerak bersama Pasukannya, mereka mengikat dan membawa tumpukan Pasukan Rajawali Merah yang di masukkan ke dalam kereta .
Kemudian di bawa dan dijebloskan kedalam penjara, yang mereka jaga dan awasi dengan ketat.
Yi Yi diam-diam menatap bayangan punggung Si Topeng Besi dengan tatapan penuh kagum.
Panglima Sie yang berdiri di sebelah putrinya berdehem kecil.
Yi Yi pun tersadar, wajahnya langsung merah menahan malu Kepalanya sedikit tertunduk.
Panglima Sie sesaat kemudian berkata,
"Yi Yi tahu kah kamu kenapa dia begitu repot merancang semua strategi ini.?"
"Yang bahkan mengambil resiko besar menempatkan teman-teman dan saudara seperjuangannya dalam bahaya."
"Padahal dengan kemampuan dirinya dan bawahannya, ditambah lagi dengan Pasukan kita yang sudah di latih olehnya."
"Untuk menahlukkan Shouchun, bukanlah hal sulit dengan kekuatan yang dia miliki saat ini."
Yi Yi masih menatap ayahnya dengan penuh tanda tanya.
__ADS_1
Panglima Sie membelai kepala Yi Yi dan berkata,
"Anak bodoh, tidak kah kamu menyadari nya.?"
"Dia lakukan semua ini karena tidak ingin melihat mu bersedih hati melihat pembantaian Pasukan Rajawali Merah."
Yi Yi tiba-tiba jadi teringat ucapan Si Topeng Besi diatas benteng kota Lu Jiang.
Di mana dia hanya punya satu keinginan yaitu melihat dirinya bahagia.
Yi Yi menatap punggung Si Topeng Besi dengan tatapan penuh terimakasih dan terharu.
"Yi Yi bukan ayah banyak mulut dan ingin mencampuri kehidupan mu."
"Bukalah mata mu lebar-lebar anak bodoh, pria sebaik dan setulus ini, bila kamu melewatkan nya, kamu pasti akan menyesal seumur hidup."
ucap Jendral Sie sambil menatap ke angkasa di mana awan awan sedang berarak tertiup angin.
"Sudahlah ayah... jangan di teruskan lagi.."
"Yi Yi juga tidak buta dan mati rasa, Yi Yi paham dan mengerti semua itu.."
"Tapi semua sudah telat sekarang.."
"Yi Yi bukan wanita yang pantas untuknya...Yi Yi hanya seorang wanita rendahan yang...."
Yi Yi tidak sanggup melanjutkan kata-katanya, sambil berlinang airmata dia berbalik badan menutupi mukanya berlari meninggalkan tempat tersebut.
Melihat hal ini Panglima Sie hanya menggelengkan kepalanya melihat kepergian putrinya dengan tatapan kasihan.
Dia sadar putrinya sudah dewasa, dia tidak lagi bisa mengaturnya.
Jendral Sie kemudian mulai terlihat sibuk memberi instruksi kepada bawahannya.
Untuk mengatur dan menata ulang kota yang baru berhasil mereka rebut kembali.
Seminggu kemudian ditempat kediaman Pangeran Shi Ma Ong terlihat semua bawahannya berkumpul di sana.
Di sana terlihat hadir Panglima Xie Bun Houw ditemani Yue Fei dan istrinya yang berdiri di belakang Bun Houw.
Selain itu juga terlihat hadir orang-orang dunia persilatan yang merupakan tamu istimewa yang diundang Shi Ma Ong untuk membantunya.
Di sana terlihat hadir Koai Lau Jen, Dewa Fuji, Ouw Yang Mo, Ouw Yang Kok, Se Thian Lau Mo, Raja Tinju Bintang Utara, Roda Maut Wen Pu
__ADS_1
Dewa pedang Zhou Wei dan putranya Zhou Ba yang terlihat cuek sedang sibuk dengan permennya sendiri.
Di tempat yang agak bawah terlihat Pai Hu Lao Jen, biksu Hong Sin, Thie Mien Cin Jin,Im Yang Cin Jin dan yang terakhir adalah orang kepercayaan Shi Ma Ong Yi Dao.