LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PEMBICARAAN BERDUA


__ADS_3

Yi Yi menyentuh lembut wajah Yang Jian yang tampan dan berkata,


"Aku ini istri mu sekarang, hidup aku hanya akan menjadi orang mu mati pun aku hanya akan menjadi hantu mu."


Yang Jian menghela nafas panjang dan berkata,


"Yi Yi tahu kah kamu sebenarnya aku tadi, sangat takut dan sedih, aku benar-benar takut akan kehilangan dirimu dan Thian San selama nya."


"Aku takut kalian akan seperti angin yang akan berlalu begitu saja meninggalkan kekosongan dan kesepian dalam sisa hidup ku."


"Dasar ngawur,...ayo sekarang kita kembali ke kemah kita.."


ucap Yi Yi menegur suaminya.


Yang Jian mengangguk, dia meraih pinggang Istrinya terbang meninggalkan benteng Luo Yang.


Ribuan pasukan penjaga benteng, tidak ada yang berani maju menyerang.


Bun Houw tidak memberi perintah mereka tidak berani bergerak, lagipula mereka semua sadar dengan kemunculan si buta itu di sana.


Bila mereka nekad maju, mereka hanya seperti sekumpulan ngengat yang terbang menuju Api yang berkobar-kobar.


Tidak akan ada artinya bagi si buta yang kesaktiannya bahkan jauh di atas kesaktian Panglima mereka.


Yang Jian menggendong Istri nya kembali ke perkemahan mereka, Pasukan penjaga yang melihat kedatangan pasangan tersebut.


Mereka pura-pura tidak melihatnya, mereka tidak berani menganggu kebersamaan pasangan tersebut.


Yang Jian membaringkan Yi Yi di ranjang dengan lembut, lalu dia hendak pergi mengambil air minum buat Yi Yi.


Dia pura-pura lupa, dia tidak ingin mendengar dan membahas soal kelakuan Istrinya yang diam-diam meninggalkannya pergi menemui Bun Houw kekasih lamanya.


Bagi nya di jelaskan bagaimana pun, itu hanya akan mendatangkan luka dihatinya.


Lebih baik di lupakan saja, jangan pernah diungkit-ungkit lagi.


Dia juga tidak ingin melihat Yi Yi bersedih dan merasa bersalah dengan nya, dia sudah terbiasa menelan semuanya.


Baginya asal Yi Yi bahagia itu sudah lebih dari cukup, apalagi kini Yi Yi masih dengan setia menemaninya apalagi yang mau dia tuntut dari Yi Yi.


Tapi Yi Yi tidak mau semua ini berlarut-larut, dia menahan tangan Yang Jian dan berkata,


"Yang ke ke kamu hendak kemana ? duduklah aku ingin bicara dan menjelaskan semuanya pada mu.."


Yang Jian menoleh dan berkata,


"Aku tidak kemana-mana, aku cuma mau ambil minum untuk mu.."


Yi Yi tersenyum lembut menatap suaminya, dia terlalu mengenal sifat Yang Jian.


Mengambil air cuma alasan, Yang Jian yang ingin menghindari pembicaraan itu.

__ADS_1


Yang Jian pasti ingin menyimpan semua duka sendirian dan memberikan semua suka kepadanya.


Yi Yi menarik tangan suaminya dengan manja dan berkata,


"Aku tidak haus, aku hanya ingin di peluk oleh suami ku sambil mendengarkan ungkapan perasaan ku.."


"Maukah Yang Ke ke memenuhi permintaan ku ini..?"


Yang Jian menghela nafas tak berdaya, kemudian memeluk Yi Yi sambil berbaring dan berkata,


"Kamu mau bicara apa ? katakanlah aku akan dengarkan semuanya.."


"Yang ke ke kenapa kamu bisa muncul di sana ? sejak kapan kamu ada di sana ?"


"Jangan-jangan kamu sudah tahu aku malam ini akan pergi menemuinya, makanya kamu memilih pura-pura tidur pulas, saat aku mau pergi.."


Yang Jian tersenyum dan berkata,


"Kenapa kamu bisa menebak seperti itu ?"


Yi Yi merenung sebentar dan berkata,


"Kamu biasanya sebelum kita tidur kamu akan bercerita banyak sampai aku tidur kamu baru tidur.."


"Atau kamu akan mengajak ku begituan.. hingga aku tertidur pulas kamu baru tidur.."


ucap Yi Yi dengan wajah merah..


"Kamu pasti sengaja berbuat begitu agar aku tidak perlu menunggu lama, benar tidak ?"


Yang Jian tersenyum lembut dan menyentuh ujung hidung Yi Yi dengan jarinya dan berkata,


"Kamu sangat cerdik, aku menyerah ucapan mu benar semuanya."


Yi Yi tersenyum senang, sesaat kemudian dia kembali bertanya,


"Lalu kamu tahu darimana aku malam ini akan pergi menemuinya ?"


Yang Jian termenung menatap langit-langit dan berkata,


"Saat Pertempuran berlangsung, saat kamu melihatnya, tubuh dan gerak-gerik mu sudah menghianati ucapan dari bibir mu.."


"Yang ke ke maukah kamu memaafkan kebodohan ku itu.."


ucap Yi Yi menyesal.


Yang Jian tersenyum dan berkata,,


"Dari awal aku tidak pernah sedikitpun menyalahkan kamu, bagaimana aku harus memaafkan mu bila kamu tidak bersalah.?"


Yi Yi terdiam sejenak kemudian berkata,

__ADS_1


"Yang Ke ke kamu tahu dengan jelas, aku tidak pernah bisa melupakan dia sepenuhnya."


"Seluruh orang di dunia ini pasti akan menertawakan kebodohan ku, tapi itulah kenyataannya aku memang bodoh dan keras kepala."


ucap Yi Yi tertunduk sedih merasa bersalah.


Yang Jian bisa merasakan kesedihan istrinya dari getaran tubuh dan suaranya.


Dia mengeratkan pelukannya dan berkata,


"Seluruh orang di dunia bisa saja menertawakan kebodohan mu, tapi aku Yang Jian adalah pria yang lebih bodoh dan keras kepala dari mu.."


"Aku justru menganggap mu sangat istimewa dan layak untuk di cintai.."


"Ahh Yang Ke ke..."


ucap Yi Yi yang mulai terisak kemudian menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan Yang Jian dan menangis tersedu-sedu merasa sangat bersalah dan tidak adil terhadap Yang Jian.


"Sayang sudahlah jangan menangis dan bersedih lagi, inilah yang ku takutkan bila kita membahasnya."


"Makanya aku memilih melupakan semua nya, agar tidak perlu melihat kamu menangis sedih seperti ini.."


Yi Yi mengangguk dan berkata,


"Ba.. baiklah aku.. tidak akan nangis lagi.."


Hanya bercerita.. tidak akan nangis..."


ucap Yi Yi terbata-bata menahan tangis.


Beberapa saat kemudian setelah lebih tenang Yi Yi kembali berkata,


"Yang ke ke aku hanya tidak ingin melihat dia binasa, makanya aku kesana berusaha membujuknya.."


"Aku ingin berjumpa dan membujuknya untuk yang terakhir kalinya, sebelum aku benar-benar akan melepaskan dia pergi.."


"Ini semua agar perasaan ku bisa tenang melepaskan semua Budi, cinta, kasih sayang, kebencian, penyesalan dan dendam diantara kami."


"Agar setelah ini aku bisa 100% fokus cuma sama kamu seorang saja.."


"Aku menganggap hal ini dengan serius dan sangat berarti, karena aku sangat mementingkan perasaan mu.."


"Kamu mengerti kan Yang Ke ke ?"


Yang Jian menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia.


"Yang ke ke kamu harus tahu aku cuma ingin dia tidak binasa dalam pertempuran esok.."


"Bukan berarti aku ingin kembali ke sisi nya dan meninggalkan mu.."


"Tidak..tidak akan ada hal seperti itu Yang ke ke."

__ADS_1


"Sekali aku sudah memutuskan menjadi istri mu dan menerima cinta mu, sampai mati pun aku hanya akan menjadi milik mu seorang."


__ADS_2