
Tubuh ke tiga puluh bajak laut itu terpental kemana-mana, akibat wajah mereka mencium ujung sepatu dari ke 12 orang Persia yang gerakannya sangat cepat.
Sampai tidak ada yang melihat kapan dan di mana ke tiga puluh bajak laut itu terkena serangan sehingga terlempar ke mana-mana.
Hanya Lu Fan yang bisa melihat dengan jelas setiap pergerakan mereka.
Dari gerakan yang mereka lakukan Lu Fan melihat seperti ada unsur Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa di dalam nya.
Mungkin saja mereka ini ada kaitan erat dengan ilmu tersebut.
Karena menurut kakek Xiang Lung ilmu itu memang bersumber dari negeri itu.
Lu Fan kini duduk santai menonton sambil mengangkat sebelah kakinya di atas kursi, sebuah tusuk gigi menempel di bibirnya.
Melihat gayanya yang sombong, Sonia hampir melompat pergi melabraknya.
Tapi tangannya keburu di tahan kedua pelayannya yang memberikan kode dengan menggelengkan kepala mereka.
Sonia membanting kakinya dengan kesal, lalu memutar badannya memunggungi Lu Fan.
Sonia sempat melirik kearah Ishak yang paling tua diantar ke 9 orang itu juga memberinya kode dengan menggelengkan kepalanya.
Bila tidak sedang tertutup cadar, ingin rasanya Sonia meludah wajah Lu Fan yang sombong itu.
Lu Fan yang melihat sikap gadis itu malah tersenyum lebar, dengan jahilnya, dia meniup tusuk gigi di bibirnya hingga kini tertancap di rambut kepala Sonia yang tertutup selembar kain putih tipis transparan yang halus.
Sonia tentu tidak menyadari hal itu, bila dia tahu dia pasti akan pergi melabrak Lu Fan habis-habisan.
Ketiga puluh bajak laut itu yang merasa mereka bukan lawan ke dua belas orang Persia.
Mereka setelah memungut pedang, langsung berlari terbirit-birit meninggalkan restoran tersebut.
Melihat keramaian sudah selesai, Lu Fan pun berdiri dan duduknya dan berjalan keluar dari dalam restoran.
Lu Fan melirik kearah kepala Sonia dia pun tersenyum kemudian berjalan pergi.
Sonia yang curiga dengan senyum Lu Fan setelah melihat kearah kepalanya, dia menjadi curiga.
Dia segera meraba Kearah kepalanya, kedua pelayannya yang melihat tusuk gigi Lu Fan tertancap di atas kepala Sonia.
Mereka menahan tawa sambil menutup mulut mereka.
Melihat aksi kedua pelayannya, Sonia semakin curiga.
Akhirnya dia menemukan tusuk gigi Lu Fan yang menancap di kepala nya, dia segera mencabut dan melihat benda apa yang tertancap di sana.
Saat melihat benda itu adalah sebatang tusuk gigi bekas marahlah Sonia, dia langsung membanting tusuk gigi kecil itu keatas lantai hingga patah menjadi 4 potong.
Lalu sambil berdiri berkacak pinggang dengan tangan kanan di pinggang dan tangan kiri .menunjuk kearah Lu Fan dia berteriak.
__ADS_1
"Berhenti kamu pemuda brengsek..!!"
"Hari ini biar nona mu ini mengajarkan sopan santun kepada mu..!"
Lu Fan menghentikan langkahnya, kemudian berbalik badan, dan menunjuk ke ujung hidungnya, sambil berkata.
"Kamu memanggil ku,? tapi aku bukan pemuda juga bukan orang brengsek, aku sudah beristri."
"Kamu sebaiknya lupakan saja aku, ok. ??"
ucap Lu Fan sambil tersenyum.
Mendengar ucapan Lu Fan yang seakan-akan mengatakan dia sedang mengejarnya, emosi Sonia semakin memuncak.
Dia langsung melesat dengan ringan, lalu memukul dada Lu Fan.
Lu Fan tidak menghindarinya, dia sengaja menggunakan Xi Xing Ta Fa menerima pukulan tersebut.
"Aihh ..!"
Sonia mejerit kaget saat merasa tenaga dalamnya dengan cepat sedang berpindah ke tubuh Lu Fan.
Lu Fan sambil tertawa-tawa berkata,
"Kenapa malah kamu yang menjerit, yang memegang dada orang kan kamu bukan aku ?"
"Kamu keparat..!"
ucap Sonia marah kemudian tangannya yang lain menampar kearah wajah Lu Fan
"Plakkk..!"
"Aihhh...!"
tangan Sonia kembali menempel di wajah Lu Fan.
"Nona jangan terburu-buru, di sini masih banyak orang, malu di lihat orang-orang.."
ucap Lu Fan sambil meraba tangan Sonia yang halus dan lembut yang menempel di dada dan wajahnya.
Meski Sonia mengenakan cadar tapi Lu Fan dapat melihat dengan jelas wajah Sonia kini merah seperti kepiting rebus.
Hal ini dapat terlihat dari kulit kening telinga dan lehernya yang menjadi merah padam.
Sambil tertawa Lu Fan kembali berkata,
"Nona kamu masih muda, di balik cadar mu itu aku yakin kamu pasti memiliki wajah yang sangat cantik."
"Buat apa kamu begitu bernafsu dengan pria berkeluarga seperti aku ini..?"
__ADS_1
"Cihhh ...! kamu Tidak tahu malu...!"
teriak Sonia semakin marah.
Dalam keadaan marah dan bingung dia secara reflek memberikan tendangan kearah Tongkat kebanggan Lu Fan.
Di luar dugaan Lu Fan tidak menghindarinya, dia membiarkan kaki Sonia yang mengenakan sepatu runcing kecil mendarat tepat di sana.
Sonia kembali terkejut karena kini kakinya ikut menempel di sana.
Kini kondisinya semakin parah dan memalukan.
Melihat hal yang terjadi pada tuan putri mereka, ke 9 orang Pria berhidung bengkok itu, menggunakan jari mereka meotok dari jarak jauh seberkas sinar berwarna emas keluar dari ujung jari mereka mengincar pusat nadi Lu Fan yang sedang menyedot tangan dan kaki Sonia.
Lu Fan yang merasa totokan ke 9 orang itu mengandung tenaga totokan yang mirip Liu Mai Sen Cien.
Tapi Lu Fan tidak khawatir dia memiliki ilmu Sakti dari guru Sun, yang bernama Cing Kang PU Huai Ce Sen (Tenaga Pelindung Tubuh Baja Emas )
Ilmu ini pernah dia gunakan untuk menerima serangan energi' Pedang Jari penembus hati milik Bun Houw.
Dan Bun Houw harus menelan pil pahit darinya setelah berani menyerangnya.
Kini Lu Fan pun mengeluarkan ilmu yang sama dengan santai dia menerima 9 totokan itu sambil tersenyum.
Totokan itu tepat membentur jalan darah Lu Fan, Lu Fan tidak terluka sama sekali.
Tapi akibat getaran dari tenaga totokan tersebut.
Ilmu penyedot Lu Fan sedikit macet, memanfaatkan situasi dimana tenaga sedotan Lu Fan menghilang.
Sonia terburu-buru menarik diri ke belakang melepaskan diri.
Melihat hal ini Lu Fan yang nakal melepaskan tenaga dorongan yang tadi dia sedot dari Sonia.
sambil berkata,
"Ehh hati-hati awas jatuh..!"
Mendapat tenaga dorongan dadakan tersebut Sonia sangat terkejut, tubuhnya kehilangan keseimbangan.
Dia hampir terjengkang dengan kepala membentur lantai, tapi di detik terakhir kepalanya hampir membentur lantai.
Paha dan pinggangnya di tahan oleh tangan Lu Fan dengan lembut.
Meski tidak jadi membentur lantai kepalanya, sebagai gadis Suci yang semenjak kecil hingga besar di larang bersentuhan dengan pria.
Kini dalam satu kali pertemuan dia dan Lu Fan sudah bersentuhan sampai 3 kali, apalagi di sentuhan terakhir ini Lu Fan telah menyentuh bagian terlarang yang sedikit privasi ini.
"
__ADS_1