LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERGURUAN LANGIT,


__ADS_3

"Ada lagi?" tanya Wu Song.


"Tidak ada.." jawab gadis itu singkat.


"Baiklah kalau begitu kita bertiga akan mencobanya," ucap Wu Song sambil menggandeng tangan wanita itu dan Se Se, berpura-pura ingin melompat ke dalam kolam.


"Tunggu..!" teriak gadis itu panik.


"Aku tidak mau ikut, kolam dimensi akan membawa kita ketempat lain secara acak, bisa tetap di alam sini, maupun pindah ke alam yang tidak pernah kita bayangkan." ucap gadis itu ketakutan.


Wu Song melepaskan pegangannya pada


Se Se, kemudian memegang kedua tangan gadis itu dan berkata,


"Kenapa takut ? bukankah kamu sangat ingin menjadikan diriku sebagai selir mu, untuk memuaskan nafsu mu.?"


"Nanti di dimensi baru, aku akan se hari 10 kali memuaskan mu, dan kamu bisa lahirkan anak sebanyak-banyaknya untuk ku." ucap Wu Song dengan senyum mesum.


Gadis itu semakin gemetaran dan berkata,


"Aku tidak Sudi, bunuh saja aku, lelaki bejad tidak bermoral, jauhi aku jangan pernah berani menyentuh ku, aku...aku.."


"Aku...aku...apa? menjerit dan mendesah kesenangan..?" ucap Wu Song sambil melepaskan totokan pada tubuh gadis itu secara diam-diam.


Kemudian berpura-pura ingin menciumnya.


Dengan sekuat tenaga gadis itu mendorong Wu Song menjauh.


Bila Wu Song tidak mengerahkan tenaga pemberat tubuh, dia pasti akan terpental menabrak dinding gua dengan tulang patah-patah.


Gadis itu kemudian berlari terbirit-birit meninggalkan gua.


Sambil berteriak,


"Dasar brengsek !! Menyebalkan, aku membenci mu..!!"


Setelah gadis itu pergi, Wu Song tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya.


Se Se hanya tersenyum, dia tahu Wu Song tidak se cabul itu, dia saja yang sudah menjadi istri Wu Song selama setahun lebih.


Wu Song tidak pernah mengambil inisiatif menyentuhnya, dan Wu Song tidak sampai 5 kali melakukan hubungan suami istri dengan nya.


Se Se juga tidak tahu apa dia tidak semenarik itu, atau Wu Song memang dingin terhadap pasangan nya.

__ADS_1


Buktinya Lu Ping istrinya sudah di nikahi hampir 3 tahun masih belum punya anak.


Se Se tidak tahu Wu Song aslinya sangatlah hangat bila bersama wanita yang dia cintai, buktinya bersama Ceng Ceng, Wu Song cuma perlu 2 bulan lebih.


Ceng Ceng langsung mengandung anak Wu Song..


Selama bersama Lu Ping, Wu Song hampir tiap malam melakukannya, hanya saja mungkin Thian belum mau memberikan mereka keturunan.


Wu Song setelah berhenti tertawa, dia menatap Se Se dan berkata,


"Se Se kamu sudah siap..?'


Se Se mengangguk.


Wu Song Kemudian menggunakan selendang ikat pinggang Se Se, mengikat erat pinggang mereka berdua agar tidak terpisah.


Kemudian menggunakan tali elastis dari kulit kerbau mengikat tangan Se Se, dan tangannya menjadi satu.


Wu Song mencium kening Se Se membelai rambut nya, kemudian Wu Song membawa Se Se melompat ke dalam kolam dimensi.


Tubuh mereka berdua langsung tertelan oleh kolam dimensi, baik Wu Song maupun Se Se langsung kehilangan kesadarannya.


Begitu tubuh mereka sepenuhnya masuk kedalam kolam dimensi, semua yang mengikat tubuh Wu Song dan Se Se pun terlepas dengan sendirinya.


Tahu-tahu Wu Song muncul terbaring di sebuah bangunan yang sangat kuno dan tua termakan usia.


Bangunan yang dulunya pasti sangat besar dan megah, kini sebagian besar telah menjadi puing-puing reruntuhan kuno.


Pelan-pelan jari tangan Wu Song bergerak-gerak, Wu Song kemudian terbatuk-batuk dan mulai bisa bernapas dengan normal lagi.


Wu Song perlahan-lahan membuka matanya melihat sekitarnya, dia hanya menemukan keheningan.


Di depan nya terlihat sebuah patung raksasa, di mana patung itu adalah patung seorang kakek berjanggut panjang sedang duduk dengan gagah dengan tatapan mata yang tajam.


Tempat apa ini pikir Wu Song heran, kemudian dia teringat dengan Se Se.


Wu Song sangat terkejut, dia segera mengedarkan pandangannya mencari-cari keberadaan Se Se.


Wu Song melihat selendang yang diikatkan ditubuhnya dan Se Se kini tidak terlihat lagi.


Begitu pula dengan tali kulit kerbau yang mengikat tangan mereka berdua juga ikut lenyap.


Wu Song langsung berdiri berjalan berkeliling sambil berteriak,

__ADS_1


Se Se...!! Se Se...!! Se Se...!" kamu dimana?!"


Setelah berteriak berulang kali hanya terdengar gema suara nya sendiri, tidak ada suara Se Se yang menyahut nya.


Wu Song pun terbang mengelilingi tempat tersebut, mencari pelan-pelan sambil meneriakkan nama Se Se.


Tapi tetap hanya ada gema suaranya sendiri, tidak ada respon balasan dari suara Se Se.


Wu Song masih belum putus asa, dia sekarang mengelilingi gunung tersebut mencari-cari, mungkin Se Se muncul di sekitar situ.


Tetap saja tidak terlihat bayangan Se Se.


Setelah mengelilingi dan memeriksa gunung tersebut dengan teliti sebanyak 3 kali, akhirnya Wu Song nyerah.


Kembali duduk di depan patung itu dengan putus asa, dan bergumam,


"Se Se kamu di mana? baik-baik saja kah kamu? maafkan aku Se Se, aku telah membuat mu celaka," ucap Wu Song menyesal


Wu Song duduk termenung di sana cukup lama, akhirnya dia bangun dari duduknya dan berkata kepada diri sendiri, dia harus bangkit tidak boleh putus asa.


Kalau mereka berjodoh suatu hari pasti akan bertemu lagi, sekarang paling penting menyelidiki di mana dia berada sekarang.


Baru memutuskan kemana dia akan mencari Lu Ping dan Se Se kedua istrinya itu.


Wu Song melesat kearah depan melihat gapura pintu masuk, meski sebagian besar rusak tapi di sana masih dapat terbaca.


Perguruan langit, membaca tulisan tersebut Wu Song sangat terkejut dan gembira.


Bukankah ini perguruan guru Hua Thian seperti yang pernah di ceritakan nya.


Dan terletak di pegunungan Himalaya sebelah barat dari daratan Cina berbatasan dengan negara Thian Tok (india).


Wu Song sangat gembira berarti dia sudah kembali ke alam asal, meski agak jauh tapi tidak lama lagi dia bisa pergi ke lembah obat menemui istrinya Lu Ping.


Wu Song kembali kedepan patung raksasa yang dia yakini inilah mertua gurunya Hua Thian pendiri perguruan langit.


Wu Song menjatuhkan diri berlutut di depan patung itu, membenturkan dahinya kelantai sebanyak 3 kali sebagai pemberian hormat.


Di depan Wu Song lantai terbuka otomatis, terlihat sebuah lubang sedalam 50 cm dengan panjang 1,5 meter .


Di dalam lubang terdapat sebuah pedang yang mengeluarkan aura menyeramkan, tapi pedang yang masih berada dalam sarung terlihat sangat indah.


Di samping Pedang ada sebuah surat dan sebuah kitab kuno yang tertulis di atas kulit kambing menggunakan bahasa sansekerta kuno.

__ADS_1


__ADS_2