LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERANG DI HAN GU KUAN PECAH,


__ADS_3

Pasukan pertama di pimpin oleh Jendral Mo, yang berjumlah 200.000 orang bergerak duluan memasuki jalan sempit itu.


Bila sudah tiba di tempat lega, dan membuat pertahanan, baru Pasukan tahap 2 yang di pimpin oleh Shi Ma Jun dan jendral Ye, bergerak menyusul setelah mendapat kode dari jendral Mo.


Strategi ini mencegah mereka masuk kedalam perangkap musuh.


Dan bisa mempertahankan sebagian dari kekuatan mereka, bila rombongan pertama terjebak.


Tanpa mendapatkan hambatan Pasukan Jendral Mo akhirnya tiba di sebuah area yang lebar dan luas bisa di gunakan oleh pasukan nya untuk beristirahat sambil membentuk pertahanan.


Sambil menunggu kedatangan pasukan utama Shi Ma Jun untuk berkumpul, dan melanjutkan perjalanan mereka.


Kode pun di lepaskan oleh jendral Mo, begitu melihat kode dari Jendral Mo.


Sambil tersenyum lebar, Shi Ma Jun memberi kode kepada Pasukan nya dan mulai bergerak memasuki jalan di depan nya.


Begitu Barisan Shi Ma Jun tiba di lokasi, Pasukan Jendral Mo pun kembali bergerak kedepan.


Tanpa mengalami hambatan Pasukan Jendral Mo akhirnya tiba di mulut jalan yang terbuka luas.


Melihat situasi aman tanpa halangan, jendral Mo sambil tertawa gembira.


Melepaskan kode agar Pasukan Shi Ma Jun bisa maju bergerak menyusulnya.


Tapi baru saja kode di lepaskan, dari arah depan terlihat asap mengepul tanah tempat mereka berpijak bergetar keras.


Jendral Mo yang tidak bisa melihat situasi di depan karena tertutup debu.


Hanya bisa memberi perintah agar seluruh pasukan nya bersiaga, menggunakan perisai membuat pertahanan.


Sedangkan di posisi Shi Ma Jun saat bergerak sampai setengah jalan, terdengar suara hiruk pikuk.


Lereng tebing yang menjadi jalan mereka memasuki jalan itu mengalami longsor.


Sehingga mulut jalan kini tertutup tumpukan longsoran lereng tebing setinggi puluhan meter.


Dan longsoran tidak berhenti seakan-akan kedua tebing yang mengapit ruas jalan itu kini telah runtuh kebawah semua.

__ADS_1


Shi Ma Jun yang terkejut, mendapatkan laporan dari bagian belakang.


Segera memberi kode agar seluruh pasukan yang dia pimpin bergerak lebih cepat untuk berkumpul dengan Jendral Mo.


Sebelum mereka bisa bergerak lebih jauh kedepan, malah terlihat Jendral Mo dan pasukannya bergerak mundur dengan panik.


Apa yang membuat Jendral mo bergerak mundur dengan panik adalah, saat debu yang mengepul-ngepul mengaburkan pandangan mereka semakin mendekat.


Adalah dari berbagai penjuru berhamburan ratusan ribu ekor kerbau berlari dengan kencang menuju kearah mereka.


Melihat hal ini, dengan terburu-buru jendral Mo, memberi kode agar Pasukan nya bergerak mundur.


Kini mereka terjebak dari depan ratusan ribu ekor kerbau menerjang seperti gila kearah mereka.


Sedangkan dari bagian belakang jalan mundur telah tertutup karena longsoran tebing.


Melihat situasi yang kacau balau ini, Shi Ma Jun yang belum sempat mendapat penjelasan dari Jendral Mo.


Terpaksa ikut bergerak mundur,. akhirnya dia pun tahu dengan sendirinya, saat melihat ratusan ribu ekor kerbau yang seperti gila.


Melihat situasi ini, tanpa banyak bicara lagi si kakek cebol menenteng kerah baju, Shi Ma Jun dan jendral He terbang berlompatan menuju puncak tebing.


Diikuti oleh Pria yang menggendong panther hitamnya, sambil menenteng kerah baju jendral Mo juga ikut berlompatan menuju puncak tebing.


Begitu sampai di puncak tebing, mereka berlima hanya bisa menatap dengan terbelalak ngeri.


Di mana 300.000 orang pasukan mereka mati mengenaskan di injak-injak dan ditubruk oleh kerbau-kerbau yang tidak tahu mengapa mengamuk dan berlari ketakutan.


Semua ini adalah ide cerdik Yue Fei yang melepaskan tikus yang buntutnya diikat dengan petasan.


Tikus tersebut di lepaskan dari berbagai arah ke kumpulan kerbau yang sudah ditempatkan di sana.


Saat tikus dilepaskan petasan yang terikat di ekor mereka pun dinyalakan, tikus yang ketakutan bergerak liar menuju kumpulan kerbau.


Sehingga kumpulan kerbau yang panik itupun, bergerak seperti gila menuju tebing jalan sempit, seperti Pasukan kerbau yang mengamuk dan gila menerjang apapun yang menghalangi jalan mereka.


Shi Ma Jun dan ke 4 bawahan nya harus bergerak mundur kembali ke Han Zhong dengan kerugian besar.

__ADS_1


Tapi Shi Ma Jun masih berharap Pasukan yang diam-diam dia kirimkan melalui jalan rahasia yang curam dan sempit, bisa sampai di Chang An langsung dan memberikan serangan dadakan ke jantung pertahanan kota Chang An langsung.


Jalur sempit itu harus melewati pegunungan Hua San yang berbahaya dan curam, tapi bila bisa menembusnya, maka akan langsung tiba di tepi kota Chang An.


Langsung menuju jantung pertahanan kota Chang An tanpa perlu melewati benteng pertahanan Han Gu Kuan yang di jaga dengan ketat dan sulit ditembus.


Shi Ma Jun mengutus Jendral Han untuk memimpin 200.000 Pasukan nya melakukan serangan dadakan melalui jalan rahasia tersembunyi tersebut.


Jendral Han yang dengan susah payah melewati berbagai rintangan akhirnya sampai di lokasi dimana sudah terlihat kota Chang An .


dari tempat mereka berdiri.


Setelah menuruni jalan sempit dan tersembunyi di sana, mereka akan sampai di jantung kota Chang An.


Karena perjalanan sudah dekat, Jendral Han memberikan waktu kepada pasukannya untuk beristirahat, karena mereka sudah menempuh perjalanan yang sangat sulit berbahaya dan melelahkan.


Selain alasan itu, Jendral Han juga ingin diam-diam mengamati pergerakan di benteng pertahanan Han Gu Kuan yang juga dapat mereka lihat dengan cukup jelas dari tempat mereka sekarang.


Jendral Han bermaksud menunggu perang di gerbang Han Gu Kuan pecah, antara Pasukan pimpinan Jendral Bai dan Jendral He melawan Pasukan Rajawali Merah.


Baru dia akan bergerak memberikan serangan kejutan dari dalam yang tentunya, peluang keberhasilannya menjatuhkan Chang An lebih besar.


Maka selama hampir 3 hari Pasukan Jendral Han hanya diam, tidak bergerak sama sekali, menunggu peluang datang.


Akhirnya hari yang mereka tunggu-tunggu selama 3 hari ini pun tiba.


Perang di depan gerbang Han Gu Kuan pun pecah, di mana Pasukan jendral Bai dan Pasukan jendral He mati-matian.


Berusaha menembus pertahanan Han Gu Kuan dengan berbagai cara, baik dengan mesin pendobrak gerbang yang selalu di lindungi Pasukan perisai.


Agar Pasukan penggerak mesin pendobrak tidak terkena anak panah maupun tombak yang di lemparkan dari atas benteng pertahanan.


Serangan lainnya adalah pasukan panah yang di lindungi Pasukan perisai menghujani anak panah keatas tembok pertahanan benteng Han Gu Kuan.


Serangan terakhir adalah serangan dengan brutal, menggunakan anak tangga memanjat tembok untuk melakukan pertempuran langsung.


Di bantu dengan menara tangga yang di dorong menempel ke tembok pertahanan.

__ADS_1


__ADS_2