LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERTARUNGAN DI MULAI,


__ADS_3

"Saudara saudari sekalian terima kasih atas partisipasi dan kehadiran kalian semua di sini."


Hari ini akan di selenggarakan acara pemilihan ketua dunia persilatan yang baru.


Siapa pun boleh ikut serta asal memiliki kemampuan.


Disini kita tidak membatasi golongan hitam putih dan netral.


Asal memiliki kemampuan dia berhak menjadi ketua Dunia Persilatan.


Sebelum berhadapan dengan ketua Dunia Persilatan sebelumnya, semua peserta bebas maju dan saling menantang.


Pertandingan berjalan bebas boleh menggunakan cara apapun tidak ada larangan.


Semua peserta akan menandatangani perjanjian Hidup dan mati.


Tidak akan saling menuntut bila ada yang meninggal dalam pertandingan di atas arena.


Setiap peserta yang berhasil mengalahkan 5 musuhnya dia akan masuk ke babak ke dua.


Peserta yang menunggu selama 30 menit tidak memiliki penantang dia akan langsung masuk ke babak ke dua.


Yang berhasil mengalahkan Ketua Dunia Persilatan sebelumnya dia akan di ijinkan mengikuti ujian permainan catur langit.


Bila berhasil memenangkan nya dia berhak mendapatkan Pusaka Zirah Perang dari Penguasa Naga laut Utara.


Yang memiliki kekuatan yang sama dengan pusaka Naga laut timur yang digunakan oleh


Dewa Besar Langit tingkat 7 , Kera Sakti Sun Wu Kung.


Mendengar hal ini tanpa sadar Lu Fan bangkit berdiri terlihat sangat tertarik.


Sesaat kemudian dia kembali duduk sambil tersenyum-senyum.


Setelah pengumuman selesai di umumkan acara langsung di mulai.


Seperti biasanya para peserta tingkat rendah mulai maju satu persatu mencoba mulai saling mengalahkan.


Setelah berlangsung hampir setengah hari, Akhirnya Ketua Khong Tong Pai yang berusia 50 tahunan sudah tidak sabar dia melompat maju keatas arena dua peserta yang sedang bertarung dilemparnya keluar arena, lalu dia membuka tantangan.


Cukup lama menunggu hanya terdengar suara saling berbisik-bisik, ketika waktu sudah berjalan 20 menit seorang pria berumur 45 tahun.


Maju memperkenalkan dirinya sebagai Tapak Setan menerima tantangan dari ketua Khong Tong Pai tadi.


Kedua nya mulai terlihat saling serang, Ketua Khong Tong menggunakan jurus pukulan dengan kepalan tangan dia bergerak kuat keras dan mantap setiap pukulannya menimbulkan angin pukulan berderu-deru

__ADS_1


Sedangkan Si Tapak Setan terlihat sangat gesit menghindari dan menangkis setiap serangan yang datang.


Belum terlihat dia menyerang dengan jurus telapak tangan nya .


Pertandingan berjalan seru dan menegangkan meski yang satu pihak terlihat sibuk menyerang yang satu pihak terlihat hanya bertahan.


Tapi belum dapat ditentukan siapa yang akan keluar sebagai pemenang.


Hingga suatu ketika ketua Khong Tong Pai memberikan tinju ganda kearah dada si Tapak Setan.


Si Tapak Setan tidak menghindar, dia menggunakan sepasang telapak tangannya yang bergerak halus menyambut sepasang Tinju keras ketua Khong Tong.


Dia menyambut lalu memutar dan menarik kedua tinju ketua Khong Tong mengikuti arah kekuatan pukulan ketua Khong Tong yang tertarik maju oleh kekuatan dorongan tenaganya sendiri.


Ketika kekuatan pukulan ketua khong Tong telah di jinakkan.


Si Tapak Setan membuka tinju ketua Khong Tong melebar kekiri dan kanan lalu menyarangkan Tapaknya ke dada ketua Khong Tong.


Membuat ketua Khong Tong terpental keluar arena dan jatuh tidak bergerak sekujur tubuhnya kaku dengan baju bagian dada berlubang seperti terbakar.


Dan terlihat sepasang tapak merah kehitaman membayang di dada ketua Khong Tong.


Para murid aliran Khong Tong langsung maju menandu ketua mereka yang membujur kaku diatas tanah.


Mereka langsung bergerak meninggalkan arena pertandingan.


Dia mencabut pedangnya dan meminta Tapak Setan mengeluarkan senjata nya.


Tapak Setan menjawab sepasang Tapaknya adalah senjatanya.


Maka ketua Kun Lun tanpa sungkan lagi menyerang Si Tapak Setan dengan ilmu pedangnya.


Yang menari-nari indah mengancam semua titik nadi ditubuh Si Tapak Setan.


Tapi Si Tapak setan dengan tenang menyambut serangan pedang itu dengan Tapak nya tanpa takut terluka sama sekali.


Pertarungan kali ini semakin seru, Ketua Kun Lun dengan lincah menari mengelilingi dan memberikan serangan mematikan keseluruh tubuh Tapak Setan yang bergerak lincah.


Hingga satu ketika tusukan pedang ketua Kun Lun tiba-tiba di cengkram dan ditarik kedepan oleh Si Tapak Setan. Sambil menyarangkan telapak tangan nya yang lain kearah dada ketua Kun Lun. Sehingga Ketua Kun Lun mengalami nasib sama dengan ketua Khong Tong.


Membujur kaku dan digotong keluar dari arena oleh murid-murid nya.


Dengan demikian Si Tapak Setan telah memenangkan dua pertandingan tinggal 3x lagi dia bisa maju ke babak selanjutnya.


Penantang ketiga adalah Ketua Hua San Pai yang mendiami puncak gunung yang berbeda dengan puncak gunung ini.

__ADS_1


Terlihat seorang kakek berjenggot hitam yang dipotong dengan rapi, usianya berkisar 50an.


Dia selalu tersenyum ramah ke semua orang.


Dia lah Ketua perguruan Hua San Pai, perlahan-lahan dia mencabut sebuah pedang.


Lalu meloncat memberikan serangan pembuka pada Si Tapak Setan.


Tapak Setan dengan tenang menanti serangan pedang itu sampai berjarak 5 cm darinya, tiba-tiba pedang itu ditarik tidak jadi menusuk dada tapi di sontekan keatas menuju leher dan mata.


Tapak Setan menunggu dengan tenang begitu pedang di sontekan dia baru mundur menghindar sambil menendang pergelangan tangan Ketua Hua San Pai.


Ketua Hua San menarik tangannya sambil melempar pedangnya menutup jalan mundur Si Tapak Setan.


Tapak Setan memiringkan tubuhnya dan menyentil pedang di hadapannya sehingga arah pedang itu membelok.


Ketua Hua San dapat menarik pedangnya kembali, ternyata gagang pedang di hubungkan dengan benang baja halus yang terikat didalam lengan bajunya.


Sehingga setiap serangan nya yang melepaskan pedang, pedang tersebut seperti pedang terbang yang bergerak sendiri menyerang musuhnya.


Awalnya Si Tapak Setan sedikit bingung, hampir beberapa kali dia terkena tusukan pedang tersebut.


Tapi kemudian dia menyadari benang halus pengontrol pedang, sehingga dia mengeluarkan sebuah belati pendek bertujuan memotong tali baja itu.


Beberapa kali belatinya hampir memotong putus tali baja halus pengontrol pedang terbang.


Akhirnya ketua Hua San menarik kembali pedangnya dan mulai memainkan Hua San Cien Fa yang indah memukau.


Tapi sangat berbahaya cepat dan kuat, menusuk menyontek menebas.


semua dilakukan dalam satu gerakan serangan beruntun.


Si Tapak Sakti terlihat mulai terdesak dan main mundur mendekati pinggiran Arena.


Melihat kesempatan ini Ketua Hua San mempercepat tarian pedang nya .


Pedang dan orang berputar-putar menusuk kearah dada Si Tapak Setan.


Si Tapak Setan semakin mundur dan hampir terlempar keluar arena.


Tiba-tiba dia mencengkram ujung pedang yang hampir mengenai dadanya lalu dia menariknya lalu dia melayang kedepan melewati punggung ketua Hua San yang sedang menyerang kedepan.


Sambil melayang dia memberikan sebuah pukulan jarak jauh yang mendorong ketua Hua San keluar dari arena.


Katia Hua San terhuyung-huyung kedepan kehilangan keseimbangan.

__ADS_1


Dia berdiri diluar garis arena.


Sambil memberi hormat dengan sportif dia meninggal kan arena diikuti murid-muridnya.


__ADS_2