
Karna menceritakan masa kecilnya yang di buang ibu yang seorang ratu ke sungai ketika masih bayi.
Kemudian dia di selamatkan oleh ibu angkatnya yang suaminya berprofesi sebagai kusir kereta di istana Hastinapura.
Meski aku berdarah dari kasta ksatria, tapi karena aku hanya dibesarkan oleh seorang kusir kereta, jadi aku tetap dianggap anak kusir kereta dan mendapatkan banyak penghinaan dari orang-orang.
Dan tidak ada orang yang bersedia mengajarkan ku ilmu kesaktian, karena aku dianggap putra dari kusir kereta yang berkasta rendah.
Akhirnya aku pun pergi mengembara jauh dan menyamar jadi seorang pertapa mencari guru sakti.
Dan berkat kerja keras tanpa menyerah aku bertemu dengan Parasurama orang sakti yang menjadi guru Bhisma yang agung dari Hastinapura.
Setelah mewarisi semua kesaktian guru ku dan mendapatkan warisan busur sakti guru ku, dia pun kembali ke Hastinapura.
Dalam suatu sayembara pertandingan para ksatria, aku pun ikut serta dan saat aku berhasil mengalahkan 4 dari 5 Pandawa dan mengimbangi Arjuna dan hampir mengalahkannya.
Guru Arjuna sengaja membongkar indentitas ku agar jangan sampai murid terbaiknya kalah dan dia kehilangan pamor.
Apalagi bila seorang ksatria kalah dengan orang kasta rendah itu akan sangat memalukan.
Sehingga untuk mencegah hal itu terjadi
Indentitas aku pun dipermasalahkan dan aku di hina didepan ramai-ramai, saat itu.
Oleh semua orang termasuk ke 5 Pandawa itu yang paling menonjol dalam menghina ku karena tidak terima mereka harus kalah dari ku.
Bahkan ibu kandung ku sendiri memilih diam tak bersuara, membiarkan aku di hina oleh putra-putranya yang lain karena mereka terlahir sebagai pangeran.
Sedangkan aku terlahir sebagai anak yang tidak diinginkan dan menjadi anak kusir kereta.
Apa salah ku apakah aku meminta untuk
di lahirkan ? apakah aku bisa memilih menjadi anak siapa ?
Saat itu aku sangat putus asa dan sedih bahkan setelah aku berjuang keras dan memiliki berbagai kesaktian pun.
Tetap tidak ada gunanya, aku tetap saja akan dipandang rendah dan tidak ada yang menghargai diri ku.
Di Saat aku sedang dalam keputusasaan itulah teman ku Duryodana maju memasang badan membela diri ku dan mengangkat ku menjadi Raja Angga.
Yang berarti mulai saat itu aku telah naik kastanya menjadi ksatria, sejajar dengan ke 5 Pandawa dan Duryodana sendiri.
Karena hal itu lah aku sudah bersumpah tidak akan pernah meninggalkan teman ku Duryodana sampai ajal datang menjemput.
"Begitulah cerita tentang diri ku yang tidak ada bagus-bagus nya."
__ADS_1
ucap karna sambil tersenyum sedih.
Wu Song menatap temannya dengan penuh simpati menepuk bahunya dan berkata,
"Tidak teman ku aku sangat salut dengan perjuangan mu, bagi ku kamu lah ksatria sejati."
"Sedangkan mereka semua yang disebut ksatria apa hebatnya mereka hanya mendapatkan gelar itu karena warisan."
"Meski kita berbeda kebudayaan aku sangat tidak setuju dengan pandangan kebudayaan disini."
"Coba kamu pikir, ini sih pola pikir ku Ya setuju atau tidak gakda masalah, aku hanya ingin mengungkapkan nya saja."
"Bagaimana bila suatu hari orang yang seperti anda, mengumpulkan seluruh orang berbakat dan mendidik mereka menjadi prajurit yang gagah terus mengalahkan semua ksatria.?"
"Apakah saat itu tidak berbalik kamu yang menjadi ksatria mereka yang menjadi orang hina.?"
Ucapan Wu Song membuat mata karna berbinar-binar dan berkata,
"Ucapan mu sangat masuk akal teman, aku sangat berharap suatu hari nanti hal itu akan benar-benar terjadi."
"Dan mulai saat ini aku akan mengambil dan mendidik seluruh pasukan ku tanpa memandang kasta."
"Aku akan menjadi pelopor yang menantang budaya yang tidak adil itu."
ucap karna penuh semangat.
"Dan suatu hari nanti nama mu akan di kenal harum sepanjang masa sebagai ksatria pejuang ketidak Adilan."
"Tapi ada satu saran dari ku teman."
ucap Wu Song hati-hati.
"Apa itu ?"
tanya karna sambil menatap Wu Song dengan serius.
"Jauhi kedua orang itu yang akan menarik mu ke jalan ketidakbenaran, mereka akan mengubur cita-cita mulia mu menjadi nama buruk."
ucap Wu Song serius.
Karna menghela nafas berat dan berkata,
"Aku juga tidak buta teman, aku juga tahu mereka selalu berjalan di jalan yang berlawanan dengan kebenaran dan kebaikan."
"Tapi Budi yang pernah dia lepaskan pada ku itu, selamanya tidak pernah bisa ku bayar selama jiwa ini masih ada ditubuh ini teman."
__ADS_1
"Bahkan bila harus melompat kedalam neraka sekalipun untuk menolongnya, aku tidak akan berpikir dua kali."
ucap karna tegas.
Wu Song menghela nafas panjang dan berkata,
"Duryodana tidak tahu punya karma baik seperti apa di masa sebelumnya, sehingga dia bisa bertemu dengan teman seperti dirimu di kehidupan ini."
"Karena kamu sudah memilihnya, aku hanya bisa berpesan pada mu, sebisa mungkin jauhi teman mu dari si muka kambing itu, mungkin temanmu masih punya harapan untuk kembali kejalan kebenaran."
ucap Wu Song sambil menatap karna dengan khawatir.
Karna malah menanggapinya dengan tertawa dan berkata,
"Maksud mu paman Sengkuni ? tapi benar juga setelah kamu berkata, aku baru sadar mukanya memang mirip kambing."
ucap karna sambil tertawa terbahak-bahak.
"Teman dalam hal ini kamu lah yang mencelakai ku, kedepan nya saat kembali bertemu dengan nya aku pasti tidak sanggup untuk tidak menertawainya, bila membayangkan kepala kambingnya." ucap karna sambil tertawa.
Wu Song dengan cemas berkata,
"Aku cuma menyarankan mu menjauhi teman mu darinya, bukan menyuruh mu mencari permusuhan dengan nya."
"Orang itu adalah orang sepicik-picik nya orang, jadi kamu tidak boleh sekalipun menyinggungnya atau dia benar-benar akan membuat mu sengsara."
"Kamu harus ingat baik-baik pesan ku ini."
ucap Wu Song cemas.
Karna mengangguk dan berkata,
"Terimakasih banyak teman aku akan mengingatnya."
"Ooh Ya teman kenapa aku melihat mu selalu memberikan sedekah kepada orang yang meminta sesuatu dari mu."
Karna menghela napas kemudian berkata,
"Itu untuk mengurangi rasa bersalah ku tidak bisa menolong rakyat yang kesusahan, malah menolong orang yang menyusahkan mereka."
"Jadi apa pun yang ku miliki asal orang itu memintanya dari ku, aku pasti akan memberikan nya." ucap karna sambil tersenyum bangga.
Wu Song kemudian menatap karna dengan serius dan berkata,
"Teman guru ku punya kemampuan merubah wujud menjadi siapa pun yang dia inginkan, jadi bukan mustahil di sini pun bisa ada yang menguasai ilmu tersebut."
__ADS_1
"Berhati-hati lah bila ada seseorang yang meminta baju Zirah pelindung dan anting-anting emas dari dewa matahari mu jangan pernah kau berikan."