LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
SONIA TERLUKA PARAH


__ADS_3

Lu Fan melemparnya kearah kerumunan para budak yang bersorak-sorai didepan rumah Dong Min.


Begitu melihat Dong Min jatuh tak berdaya di hadapan mereka, dengan penuh kebencian para budak menyerangnya.


Dalam sekejap mata Dong Min sudah berubah menjadi seonggok daging tidak berbentuk lagi.


Ketika para budak menyerang kedalam rumah Dong Min untuk membebaskan para budak yang di Tawan nya, sambil merampas harta benda milik Dong Min.


Dan melampiaskan kebencian mereka terhadap keluarga Dong Min, Lu Fan sudah pergi jauh meninggalkan tempat tersebut.


Dia sudah kembali ke penginapan tempat dia dan ayahnya pernah menginap.


Dengan terjadinya kerusuhan yang menghancurkan rumah dagang para budak, banyak orang asing yang memilih buru-buru meninggalkan kota Bei Hai.


Tapi ketika mereka tiba di pelabuhan Dun Qiu maupun Lin Ji mereka bertemu dengan Pasukan naga hitam pimpinan Lin Cong dan Yuda yang berjaga di sana.


Mereka di perbolehkan pergi asal melepaskan budak yang mereka bawa.


Ada beberapa pedagang nakal terutama yang dari timur tengah, mereka memakaikan budak mereka dengan pakaian mereka dan menutupi wajah para budak mereka dengan kain.


Dengan alasan itu adalah adat dari negeri mereka wanita mereka wajah nya tidak boleh di lihat oleh pria lain.


Tapi Pasukan Naga Hitam tidak mudah tertipu, mereka dengan tegas meminta para wanita yang mereka bawa melepaskan cadarnya.


Begitu ditemukan ternyata itu cuma akal-akalan alasan yang dibuat-buat.


Tanpa ampun Pasukan Naga Hitam membantai mereka dan melempar mayat mereka keatas sungai sebagai peringatan.


Setelah kejadian tersebut tidak ada yang berani macam-macam lagi mereka dengan patuh meninggalkan Bei Hai tanpa berani membawa budak bahkan budak yang sudah mereka jadikan istri pun tidak berani mereka bawa.


Sesuai pesan Lu Sun Pasukan Naga Hitam tidak ada yang bergerak memasuki Bei Hai.


Mereka hanya menjaga dermaga Lin Ji dan Dun Qiu dengan ketat.


Setelah puas beristirahat di penginapan yang kini tidak lagi terlalu ramai, Lu Fan baru turun ke lantai bawah di mana ada tersedia restoran yang terbuka untuk umum.

__ADS_1


Lu Fan memesan beberapa macam lauk dan sayur berikut anggur kesukaannya.


Restoran terlihat agak sepi dan lenggang, sejak perdagangan budak di bubarkan dan di larang.


Kota Bei Hai terlihat jauh lebih sepi.


Tingginya angka kemiskinan karena rakyat kehilangan sawah dan kebun yang mereka garap, akibat terbengkalai terlalu lama tidak di urus.dan garap dengan baik.


Kini kota Bei Hai menjadi seperti kota mati kehilangan gairah dan daya beli dari masyarakat nya.


Untuk menggarap kembali kebun dan sawah mereka, mereka perlu bibit baru, perlu makanan agar mereka memiliki tenaga untuk menggarap dan menunggu hasilnya bisa di panen lagi.


Tapi kini persediaan stok makanan di Bei Hai menipis karena sebagian besar ditarik oleh kerajaan Goguryeo untuk kampanye perang mereka.


Dalam hal ini Lu Fan tidak bisa berbuat banyak, dia hanya bisa menunggu kedatangan ayahnya.


Karena sebagian besar ransum di Bei Hai kini memang berada di tangan ayahnya.


Lu Fan sendiri juga tidak tahu kapan ayah dan ibu nya akan tiba di Bei Hai.


Bila di lihat sudah lewat 2 hari mereka masih belum juga tiba, Lu Fan memperkirakan ada kemungkinan besar Pasukan Naga Hitam yang berhadapan langsung dengan Pasukan Goguryeo mengalami kesulitan.


Lu Fan makan dengan santai dan nikmat, suasana restoran yang sepi bagi pemilik hotel dan restoran ini adalah malapetaka.


Tapi bagi Lu Fan ini adalah sebaliknya, Lu Fan malah merasa ini suatu berkah mirip sorga, di mana dia bisa makan dengan sangat tenang tanpa gangguan suara berisik percakapan orang-orang.


Apalagi menggunakan bahasa yang dia tidak mengerti, teriak-teriak dan tertawa-tawa.


Yang paling berisik adalah orang Tai Yang, orangnya kecil kerongkongan nya besar.


Selain itu nafsu binatangnya juga besar, tidak bisa melihat wanita cantik, kalau melihat wanita cantik mereka pasti akan membuat keributan dan merusak suasana.


Lu Fan meski baru kedua kalinya datang ke kota Bei Hai dia sudah banyak mengamati tingkah laku dan perangai bangsa asing, yang sempat memenuhi kota Bei Hai yang bebas tanpa peraturan..


Dari semua bangsa asing yang datang yang paling mengundang respek dari Lu Fan adalah bangsa Tai Yang ini.

__ADS_1


Bila hari itu Sonia dan kelompok nya, terdesak, Lu Fan pasti turun tangan melenyapkan orang-orang Tai Yang itu tanpa sisa.


Lu Fan makan sambil tersenyum gembira, dia terlihat sangat menikmati makanan yang tersaji di hadapannya.


Bahkan dia beberapa kali memanggil pelayan menambah sayur menambah lauk dan anggur.


Tapi tiba-tiba meja makan nya bergetar hebat, termasuk seluruh bangunan restoran dan hotel.


Guncangan tersebut bukan hanya terjadi sekali saja tapi berulang-ulang, sup kuah di meja Lu Fan bertumpahan.


Bahkan beberapa botol anggur di meja Lu Fan juga jatuh terguling sehingga anggur di dalam nya tumpah.


Suara benturan yang keras juga terdengar jelas berasal dari depan halaman restoran dan hotel tempat Lu Fan menginap.


Lu Fan akhirnya menghentikan acara makannya, karena moodnya telah terganggu oleh rasa penasaran akibat suara benturan yang berasal dari depan gedung penginapan.


Lu Fan akhirnya menghampiri pinggiran pagar pembatas melongok ke bawah melihat apa yang sebenarnya terjadi disana.


Baru saja dia melongok ke bawah sesosok tubuh berbaju putih terpental menubruk kearah dirinya.


Lu Fan dengan sigap menggunakan Qian Kun Ta Lo Ih menyambutnya dengan lembut.


Ternyata yang berada dalam pelukannya adalah Sonia yang cadarnya kini terlepas entah kemana perginya.


Sepasang mata Sonia yang berwarna biru yang sangat indah kini terpejam rapat.


Wajahnya terlihat pucat, butiran keringat memenuhi dahinya, nafasnya satu-satu, dari sudut bibirnya mengalir darah segar.


Begitu pula dengan lubang hidung dan telinganya.


Melihat hal itu Lu Fan cepat menyesapkan sebutir pil nirwana ke mulutnya, kemudian menggunakan secawan air yang ditempelkan ke mulutnya berusaha membantu mendorong pil tersebut masuk kedalam perutnya.


Tapi sayangnya air itu tumpah keluar lagi, karena Sonia tidak bisa menerima asupan minuman lewat cawan tersebut lagi.


Melihat hal itu tanpa pikir panjang, Lu Fan menuang teko air kedalam mulutnya.

__ADS_1


Lalu dia menempelkan bibirnya menyatu dengan bibir Sonia yang lembut tapi dingin.


Lu Fan kemudian meniupkan air didalam mulutnya menghantarkan pil di mulut Sonia agar bisa masuk kedalam perutnya bersama-sama dengan air yang ditiupkan dari mulut Lu Fan..


__ADS_2