LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
ZHOU WEI SI DEWA PEDANG,


__ADS_3

Tapi roda itu seperti memiliki mata dia bisa menghindar Kemudian kembali lagi menyerang dari arah tak terduga.


Wu Song awalnya sedikit repot menghadapi serangan yang bergerak liar tanpa jurus bisa datang dari segala arah.


Sulingnya juga hanya bisa menangkis tidak dapat menebas hancur roda yang sangat kuat itu.


Wu Song sempat berpikir mengeluarkan Pedang Naga Siluman, tapi dia membatalkan ide tersebut karena hasil ketimbang resiko terlalu besar.


Bisa-bisa seisi pulau menjadi santapan pedang tersebut baru bisa di masukkan kembali kedalam sarungnya.


Bila tidak cukup entah apa jadinya, Wu Song juga tidak yakin.


Wu Song sambil menggunakan 72 langkah tanpa bayangan menghindari serangan roda itu,, juga menggunakan kekosongan dan tidak memiliki kemampuan.


Menganalisa kelemahan dari senjata musuh yang aneh ini.


Dalam sekejap Wu Song sudah dapat memecahkan jurus aneh tersebut, Wu Song menghindar sambil menunggu kesempatan baik menusuk bagian tengah roda saat serangan roda melewati atas kepalanya.


Dengan menyate roda tersebut membuatnya berputar-putar dibawah kendali Wu Song, kedua roda yang berhasil di sate oleh Wu Song kehilangan daya serangnya.


Hanya bisa berputar-putar dikendalikan seruling Wu Song, Wu Song tersenyum puas melihat kearah Wen Pu.


Lalu kembali menyerang Wen Pu dengan Liu Mai Sen Cien, Tapi Wen Pu hanya mendengus kesal dan berkata,


"Aku ingin melihat sejauh mana kamu bisa menahan serangan ku ini.


Tiba-tiba Wen Pu mengeluarkan ratusan roda yang berputar-putar disekeliling tubuhnya, kemudian bergerak menyerang Wu Song sebagian.


Sebagian lagi digunakan untuk bertahan dari serangan Liu Mai Sen Cien milik Wu Song.


Wu Song tidak mungkin menyate semua roda yang sekarang bergerak mengepungnya dari berbagai arah.


Beberapa roda yang berhasil di tundukkan oleh Wu Song di lepaskan oleh Wu Song untuk membentur roda-roda lain yang mengepungnya.


Tapi roda tersebut setelah saling berbenturan, terpental kemudian kembali lagi kedalam barisan roda, dan berbalik menyerang Wu Song dari berbagai arah.


Wu Song kembali di buat repot oleh roda-roda yang mengepung dan menyerangnya dari berbagai arah.

__ADS_1


Untungnya langkah ajaib sangat membantu Wu Song menyelinap kesana sini, juga kemampuan membaca serangan roda membuat Wu Song masih bisa terus bertahan.


Melihat Wu Song sangat kerepotan tapi masih bisa tetap bertahan, Wen Pu kini melepaskan semua rodanya mengepung Wu Song lebih ketat lagi.


Wu Song kali ini terpaksa bertahan dengan kombinasi Wu Xiang Sen Kung, membuat tubuhnya menjadi elastis.


Dan bisa merubah bentuk menjadi sangat tipis atau pun kecil sesuka hati, sehingga meski di kepung ketat, dia masih terus bisa bertahan.


Tapi Wu Song kini sama sekali tidak bisa lagi membalas menyerang Wen Pu, pontang-panting hanya bisa menghindar saja.


Wu Song tiba-tiba teringat belati 7 bintang yang di hadiahkan Lu Fan sebagai kado pernikahan nya.


Belati itu sangat tajam dapat menebas putus baja dengan mudah batu karang dapat di potong seperti tahu..


Wu Song sambil memegang suling di tangan kanannya, tangan kiri kini memegang belati tujuh bintang.


Wu Song tidak mau langsung menebas roda yang sedang berputar-putar mengejarnya.


Karena roda tidak akan rusak paling gompal saja terpental kemudian akan kembali lagi mengepungnya.


Itu tindakan gegabah tanpa hasil, malah membuat musuh mewaspadai belati nya.


Sekali potong bisa 5 sampai 6 roda, membuat roda perlahan-lahan terus berkurang jumlahnya, Wen Pu terus meningkatkan kecepatan pergerakan roda dalam menyerang Wu Song.


Tapi hasilnya nihil, Wu Song tanpa kesulitan selalu bisa menghindari serangan darinya.


Dan terus mengurangi jumlah roda yang mengepungnya, Wen Pu sangat sakit melihat senjata kesayangannya terus di rusak oleh Wu Song.


Bila begini terus semua senjata nya akan rusak tanpa sisa sama sekali.


Wen Pu menarik kembali senjata rodanya dan berkata,


"Anak muda kamu hebat yang tua ini mengaku kalah kemudian melompat mundur menjauhi arena pertempuran.


Wu Song tidak mengejarnya karena di antara mereka memang tidak ada dendam.


Kini di hadapan Wu Song berdiri seorang kakek berwajah gagah berjenggot putih pendek tercukur rapi, dia lah yang selalu di panggil senior Zhou oleh Lo Ih.

__ADS_1


Beliau adalah Dewa pedang Zhou Wei, ayah kandung Zhou Hui, Yu Mien Cin Jin salah satu dari 5 pendeta Xu San, yang pernah berhadapan dengan Wu Song di kuil tua.


Zhou Wei ini masih salah satu keturunan bangsawan Zhou Yu dan Xiao Qiao (Baca cerita 3 negara pertempuran tebing merah)


Zhou Wei yang mewarisi kekayaan dan kecerdasan leluhurnya Zhou Yu, kini menjadi penguasa daerah selatan tanpa pernah menemui tandingan nya.


Sampai mendapatkan julukan Dewa Pedang, Zhou Wei menciptakan sendiri Ilmu Pedang Penahluk Iblis ( Fu Mo Cien Sud )


Yang terdiri dari 10 jurus, selama ini dia baru menggunakan sampai jurus ke 5 saja, dalam menghadapi lawan-lawan nya.


Belum pernah ada yang menyaksikan jurus


ke 6 nya apalagi jurus ke 10 nya.


Zhou Wei memiliki 3 orang putra, putra pertamanya bernama Zhou Ba, pikiran dan mentalnya terganggu sejak kecil, sehingga selalu dianggap aib keluarga.


Tidak pernah di publikasikan ke umum, selalu di kurung di ruang belajari, tidak diijinkan siapapun menemuinya.


Kecuali Zhou Wei sendiri, bahkan ibu kandungnya pun tidak diijinkan menemuinya.


Putra ke dua Zhou Wei bernama Zhou Xuan lahir dari istri ke dua, tidak sama dengan ibu Zhou Ba dan Zhou Hui yang merupakan anak kandung dari istri pertama Zhou Wei.


Putra kedua sangat berbakat pintar dan tampan penampilannya selalu rapi dan sempurna.


Dia adalah putra kesayangan Zhou Wei, dan mewarisi hampir semua ilmu yang di miliki Zhou Wei.


Bahkan Zhou Xuan berhasil menguasai (Fu Mo Cien Sud) sampai level 8.


Sedangkan putra ketiganya Zhou Hui sendiri hanya menguasai sampai jurus ke 5.


Sebenarnya hal ini bukan karena Zhou Hui bakatnya tidak sebaik Zhou Xuan.


Ini hanya unsur pilih kasih dari Zhou Wei yang lebih menyayangi Zhou Xuan yang penurut dan pintar mengambil hatinya.


Berbeda dengan Zhou Hui yang suka menentang ayahnya sampai akhirnya di usir dari rumahnya.


Itulah sekelumit tentang Zhou Wei si dewa pedang dan keluarganya.

__ADS_1


Kembali lagi ke situasi di pulau karang merah, di mana Wu Song kini berdiri berhadapan dengan Zhou Wei si Dewa Pedang.


"Anak muda apakah kamu memerlukan waktu untuk istirahat memulihkan kondisi? bila ya, aku akan memberi mu waktu dan menunggu kondisi mu pulih." tanya Zhou Wei dengan sikap ramah.


__ADS_2