LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
WU SONG VS MANUSIA MISTERIUS


__ADS_3

Wu Song tersenyum menatap kedatangan tamu tak di undang di dalam hati dia sudah dapat menebak siapa tokoh ini.


Dia pernah dengar dari Utari tentang orang ini, serta segala keajaiban dan kesaktiannya.


Juga hubungan dekat antara pangeran ke 3 Arjuna dengan orang ini, Wu Song juga pernah dengar pangeran Utara.


Wu Song tahu kedatangan orang ini, ada kemungkinan ingin membantu melindungi ke 5 Pandawa.


Wu Song tidak khawatir, karena dari awal dia memang tidak ada niat bermusuhan dengan ke 5 Pandawa ini.


Yang Wu Song khawatirkan justru adalah teman nya Karna, karena kelak ada kemungkinan besar karna harus bentrok dengan orang ini.


Akibat permusuhannya dengan Arjuna dan grup Pandawa 5.


Dari tatapan mata dan senyum orang ini, Wu Song bisa merasakan bahwa orang ini memiliki kecerdasan dan kecerdikan luar biasa.


Wu Song jadi teringat cerita gurunya tentang ahli strategi kerajaan Shu, Cu ke liang.


Yang hampir saja berhasil merebut nyawa gurunya lewat strategi yang dibuatnya.


Meminjam tangan orang lain untuk membunuh orang, strategi yang sangat halus, tapi juga efektif.


Wu Song tidak mau kalah pamor sambil tersenyum tubuhnya juga perlahan-lahan melayang dan dia mengerahkan ilmu Kekekalan Semesta nya.


Sehingga dari tubuh Wu Song mengeluarkan cahaya lembut keemasan yang menindas Kembali aura kebajikan yang di pancarkan oleh manusia misterius


Kedua aura saling mendorong tidak ada yang kalah maupun menang kekuatan mereka hampir imbang.


Hanya saja pikiran Wu Song yang selalu bersih dan sangat welas asih, membuat cahaya lembut Wu Song lebih pekat.


Sehingga perlahan-lahan berhasil mendorong mundur aura yang di pancarkan oleh manusia misterius tersebut.


Manusia misterius sedikit terkejut, dia belum pernah bertemu musuh setangguh ini, bahkan raja para dewa, dewa Indra ayah kandung Arjuna sekali pun tidak memilki aura seperti ini.


Semua yang hadir menatap melongo melihat kemampuan dan kesaktian yang Wu Song tunjukkan.


Kecuali Utari dan Utara, orang lain tidak ada yang tidak melongo menatap nya


Bahkan putri Drupadi yang biasanya bersikap acuh dan memandang rendah semua pria.


Kini menatap Wu Song penuh kekaguman dan ketertarikan yang tergambar jelas di wajahnya yang keras dan agak angkuh.


Wu Song sendiri tidak memperdulikan pandangan orang lain, perlahan-lahan Wu Song mengeluarkan suling hitamnya di tangan kiri.


Dari sulingnya keluar aura lembut yang membuat orang sulit untuk bergerak.

__ADS_1


Lalu ditangan kanan Wu Song muncul pedang Naga Siluman Semesta yang masih berada dalam sarungnya.


Tapi energi yang dipancarkannya sangat mengerikan, menggetarkan nyali semua orang yang hadir di sana.


Aura yang sangat dingin dan kejam menyelimuti Pedang Hijau gelap ditangan Wu Song.


Manusia misterius tidak dapat menutupi lagi keterkejutan diwajahnya, senyumnya hilang alisnya sedikit berkerut.


Sambil menatap Wu Song dengan serius, Manusia misterius berkata.


"Wahai teman, pedang di tangan mu sangat dahsyat dan mengerikan memiliki kekuatan merusak keseimbangan semesta."


"Anda memiliki aura kebajikan yang sangat pekat, tidak seharusnya anda memiliki senjata seperti itu."


"Aku sarankan anda jangan mencabut dan menggunakan pedang seperti itu, itu sangat bertentangan dengan kepribadian anda."


Wu Song tersenyum dan menjawab,


"Di tempat asal ku ada pepatah, senjata tetaplah senjata sebuah benda mati, kejahatan keburukan kesesatan tergantung dari penggunanya dan niat untuk apa dia di gunakan."


"Di gunakan untuk kebajikan tentu akan menuai karma baik, digunakan untuk kejahatan tentu akan menimbulkan karma jahat."


"Tapi semua senjata bila di gunakan meski dengan alasan kebajikan tetap saja akan menuai karma sebab akibat yang tidak ada ujung dan pangkalnya."


"Bahkan tanpa senjata, dengan sepasang tangan kosong pun kita bisa berbuat dosa."


Ucapan Wu Song semakin membuat manusia misterius terkejut, secara tidak langsung Wu Song telah membalas dan mengatakan bahwa Cakra miliknya pun tetap bisa mengundang dosa.


Dan tidak bisa di katakan benda suci lagi bila di gunakan dengan niat keuntungan pribadi.


manusia misterius tersenyum dan berkata,


"Ucapan anda tepat sekali semoga amal perbuatan dan ucapan bisa seimbang."


"Terima kasih sarannya, hamba akan selalu mengingat nya


ucapan Wu Song ini sekilas merendahkan diri dan mengangkat manusia misterius keatas.


Tapi sedikit saja manusia misterius bertindak salah dia akan terjatuh kebawah dengan sangat menyakitkan dan memalukan.


Sebagai orang cerdik, manusia misterius tentu paham maksud yang terkandung dalam ucapan Wu Song dia hanya menanggapinya dengan merangkapkan sepasang tangannya di depan dada memberi salam.


Sulingnya sudah tersimpan diikat pinggangnya sedang Cakra nya berputar sendiri diatas Kepalanya.


Wu Song membalas penghormatan manusia misterius dengan membungkukkan tubuhnya lebih rendah dan bertanya,

__ADS_1


"Kalau boleh tahu apa maksud kunjungan anda ke kerajaan kami yang kecil ini. ?"


manusia misterius sambil tersenyum menoleh dan menunjuk dengan tangannya kearah ke 5 Pandawa dan berkata,


"Kedatangan saya tidak ada niat lain selain menjemput ke 5 teman ku ini."


Wu Song mengangguk dan berkata,


"Kalau itu silahkan saja, karena kami dari awal tidak berniat menahan ataupun bermusuhan dengan mereka ber 5."


"Sebaliknya adalah teman anda mungkin belum puas bila pergi begitu tanpa memenuhi hasrat duelnya."


ucap Wu Song sambil tersenyum.


"Benar teman ku, akulah yang menantangnya dan aku belum puas bila belum berhadapan langsung dengan nya."


ucap Arjuna gagah.


Manusia misterius menoleh menatap Arjuna dan berkata,


"Teman ku mau kah kamu mendengarkan nasehat ku, agar tidak melanjutkan niat duel mu itu."


"Karena di pundak mu, masih memiliki beban masalah lain yang lebih penting untuk kamu selesaikan, ketimbang keinginan pribadi mu itu." ucap manusia misterius berusaha mencegah Arjuna.


Arjuna mengangkat kedua tangan yang dirangkapkan didepan wajahnya dan memberi hormat kearah manusia misterius dan berkata,


"Maafkan saya teman yang terlalu mementingkan ego pribadi, saya akan menuruti saran anda teman."


manusia misterius tersenyum dan mengangkat telapak tangannya menghadap Arjuna dan berkata,


"Kalau begitu mari kita tinggalkan tempat ini."


Pandawa mengangguk dan berjalan mengikuti kresna melangkah meninggalkan ruang sidang.


"Sebentar...!!" teriak Wu Song.


manusia misterius menghentikan langkahnya menoleh menatap kearah Wu Song, dengan senyum yang tidak meninggalkan bibirnya dia bertanya,


"Adalah masalah apa teman ?"


Wu Song menatap manusia misterius dan berkata,


"Anda sang kebajikan, tolong katakan apakah adil dengan statusnya sebagai pangeran, ke 4 teman mu itu menghujat dan menghina teman ku sebagai anak kusir kereta."


"Apa salahnya dengan pekerjaan kusir, bahkan bila orang tua nya adalah penghianat dan penjahat besar sekalipun tidak ada hubungannya dengan si anak."

__ADS_1


"Orang tua adalah orang tua, anak adalah anak mereka berdua orang yang sama sekali berbeda, ,baik amal maupun kebajikan nya, kenapa harus di kaitkan jadi satu.?"


__ADS_2