LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MEMILIH WALIKOTA BARU


__ADS_3

Wu Song muncul di hadapan walikota, para gadis yang terkejut dengan kehadiran Wu Song ingin berteriak.


Tapi karena melihat Wu Song sambil tersenyum memberikan tanda agar mereka jangan bersuara.


Beberapa gadis itu, yang mengira Wu Song ingin ikut bermain, mengerjai walikota gemuk itu.


Mereka pun mengangguk dan tertawa kecil sambil menutup mulut mereka.


Walikota gemuk itu langsung memeluk Wu Song dan berkata,


"Kena kamu sekarang...! ha..ha..ha.hha...! mau kabur kemana sekarang..."


ucap walikota itu sambil membuka penutup matanya.


Tapi dia sangat terkejut saat melihat orang yang dia tangkap adalah seorang pemuda yang sedang menatapnya dengan wajah dingin.


Walikota segera melangkah mundur, sambil menunjuk wajah Wu Song dengan sangat marah dia berkata,


"Siapa kamu bangsat ? berani mengacau di sini, cepat katakan ?"


Wu Song tidak menanggapi pertanyaan walikota gendut itu.


Di malah bertanya balik,


"Apa yang ada pikiran mu ?! di saat kota ini baru saja terjadi masalah besar, kamu tidak pergi mengurus rakyat mu.!"


"Kamu malah bersenang-senang di sini...?!"


Walikota Hu dengan mata melotot tangan gemetar menunjuk wajah Wu Song dia berkata,


"Apa urusannya dengan mu..?!"


"Pengawal...! Pengawal....! cepat...! cepat...! tangkap bangsat pengacau ini...!"


Puluhan pengawal dan beberapa orang dari aliran hitam, yang menjadi kepala pengawalnya terlihat berdatangan, kemudian mengepung Wu Song.


Wu Song berdiri di tengah, di kelilingi oleh para pengawal walikota Hu, yang sudah siaga dengan senjata ditangan mereka masing-masing.


Atas perintah dari beberapa orang aliran hitam yang berdiri diluar kepungan.


Para pengawal mulai bergerak maju menyerang Wu Song, dengan senjata mereka masing-masing.


Wu Song menggunakan langkah ajaibnya menghindar dan menebas tangan para pengawal yang memegang senjata dengan Wu Xiang Cien Fa.


Dalam sekejap puluhan pengawal itu terkapar menjerit-jerit kesakitan.


Di dekat mereka terlihat potongan tangan mereka yang kini tergolek diatas lantai tidak jauh dari mereka.


Beberapa kepala pengawal dari aliran hitam sedikit terkejut.


Kemudian mereka ber 5 segera mencabut pedang bergerigi mereka.


Sebelum bekerja pada walikota Hu.

__ADS_1


Mereka berlima adalah bajak sungai yang terkenal dengan 5 buaya sungai Yangtze.


Wu Song tetap berdiri tenang ditempatnya, menunggu mereka datang menyerang.


Sambil berteriak keras, kelima orang itu, bergerak menyerang Wu Song dengan mengayunkan senjata mereka dan 5 arah.


Wu Song kembali menghindar dengan langkah ajaib, kini dia bukan hanya memotong satu tangan penyerangnya.


Dia menambahnya dengan memotong satu kakinya.


Tidak butuh waktu lama ke 5 orang itu kini bergelimpangan tidak sadarkan diri.


Walikota gendut itu wajahnya pias seperti kertas, dia segera menjatuhkan diri berlutut dan berkata,


"Tuan Pendekar tolong ampuni saya.."


"Saya berjanji akan menjadi pejabat yang baik, dan tidak akan mengulanginya lagi."


Wu Song menutup hidungnya dengan sebelah tangan, karena saking takutnya.


Walikota Hu sudah terkencing-kencing di celananya.


Wu Song menjambak rambutnya, dan menyeretnya ke alun-alun kota, dan melemparnya diatas tanah.


Para pasukan penjaga kota yang melihat hal ini, segera bergerak mengepung Wu Song, tapi begitu melihat plakat yang dipegang ditangan Wu Song.


Para komandan pasukan segera menjatuhkan diri berlutut, yang diikuti oleh seluruh pasukan penjaga kota.


,


Wu Song mengerahkan Chi nya untuk berbicara, sehingga suaranya berhasil memecah suara berisik yang berasal dari kerumunan orang-orang itu.


"Semuanya tenanglah...!"


"Dengarkan aku..!"


"Aku mau bertanya kepada kalian semua, apakah layak dia meneruskan jabatannya sebagai walikota kalian ?"


Terdengar suara sahut menyahut yang pada dasarnya semua nya tidak setuju walikota Hu menjadi walikota mereka.


Wu Song mengangkat tangan nya keatas, suara pun kembali hening,


Wu Song kembali berkata,


"Baiklah, kalau begitu tolong bantu aku bawakan Sebuah kain putih berukuran besar kemari."


Seorang pengusaha pabrik kain yang ada di antara kerumunan, memberi kode kepada anak buahnya untuk membawakan permintaan Wu Song.


Tak lama kemudian terlihat dua orang berlarian membawa sebuah gulungan kain besar.


Mereka berlari membelah kerumunan sambil berteriak,


"Tolong beri jalan..! tolong beri jalan...!"

__ADS_1


Kerumunan orang pun memberikan mereka jalan untuk lewat.


Wu Song meminta beberapa orang membantu merentangkan kain lebar tersebut.


Kemudian Wu Song kembali berkata,


"Ada yang punya kuas dan tinta, tolong bantu bawakan kemari.!"


Tak lama kemudian terlihat seorang pria berumur 40 am membawa satu set alat tulis lengkap dengan tinta dan batu asahnya.


Perlengkapan itu diletakkan di atas sebuah meja yang disumbangkan oleh warga secara sukarela.


Wu Song kembali melihat kearah kerumunan dan berkata,


"Kalian merasa diri tidak pantas, oleh karena itu aku meminta kalian maju satu persatu tulis nama siapa yang pantas menjadi pilihan kalian."


"Yang tidak bisa baca tulis boleh tetap maju, sebutkan saja namanya, aku yang akan membantu menuliskannya."


Satu persatu masyarakat maju menulis nama pilihan nya,


Wu Song membantu mengarahkan, bagi yang punya nama pilihan sama cukup diberi centang saja di bawahnya.


Tidak perlu menulis ulang di kolom baru.


Akhirnya hingga sore hari selesai lah seluruh warga memberikan hak suara mereka.


Dari semua pilihan warga hanya ada lima nama, Wu Song menunjuk beberapa warga maju menghitung perolehan suara masing-masing kandidat.


Setelah di lakukan perhitungan yang terpilih adalah hartawan Lim yang merupakan pengusaha pabrik tekstil yang memberi sumbangan kain tadi.


Setelah terpilih Wu Song mempersilahkan hartawan Lim untuk maju kedepan.


Setelah itu Wu Song menatap tajam hartawan Lim dan bertanya,


"Hartawan Lim bersedia kah anda mengemban tanggung jawab berat yang di bebankan oleh warga kota Wan ini.?"


Hartawan Lim mengangguk dan menjawab dengan tegas,


"Saya akan mencoba semampu saya.!"


"Saya tidak berjanji, tapi saya akan berusaha melakukan yang terbaik..!'


Ucapan Hartawan Lim di sambut gembira oleh seluruh warga yang mempercayai karakter dan sifat Hartawan tersebut.


"Hartawan Lim terima kasih banyak atas kesediaan anda, memberikan sumbangsih anda untuk mensejahterakan kota ini." kini


Wu Song menatap ke arah Walikota Hu dan berkata,


"Hartawan Lim jabatan ini di berikan bukan buat main-main dan kesenangan pribadi."


"Orang ini akan menjadi contoh, hidupnya."


Dengan gerakan secepat kilat Wu Song mengeluarkan pedang pusaka hadiah Shi Ma Yi, memotong kedua tangan dan kaki walikota Hu tanpa basa-basi.

__ADS_1


Setelah itu Wu Song mengangkat tinggi-tinggi pedang hadiah Shi Ma Yi dan berkata,


"Pedang ini adalah pedang yang mulia Shi Ma Yi, dengan pedang ini saya bebas menghukum pejabat mana pun yang tdak melaksanakan tugas nya dengan benar.."


__ADS_2