LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MENCOBA MEMASUKI PUSARAN AIR,


__ADS_3

Tapi Wu Song tidak melihat tanda-tanda kepulangan Se Se, setelah keluar dari kamarnya, Wu Song menjadi khawatir.


Wu Song segera terbang menuju lokasi air terjun di mana tadi siang dia melihat Se Se disana.


Dibawah penerangan cahaya bulan Wu Song melihat tempat duduk Se Se tadi kosong tidak terlihat bayangan Se Se di sana.


Wu Song menjadi semakin khawatir dan panik saat teringat mimpinya tadi.


Apa aku terlalu memaksanya hingga dia mengambil jalan pendek, Wu Song bertanya-tanya di dalam hati.


Wu Song mengedarkan pandangannya dia seperti melihat sesuatu melambai-lambai di dalam air kolam.


Tanpa pikir panjang lagi Wu Song terjun ke dalam kolam meraih benda yang melambai-lambai itu ternyata adalah kain selendang ikat pinggang Se Se.


Sedangkan tubuh Se Se terbaring dengan mata terpejam bibir menyunggingkan senyum sedih dengan wajah pucat pasi.


Wu Song cepat-cepat membawanya keatas sambil memutuskan tali yang mengikat tubuh Se Se dengan sebuah batu besar.


Sehingga tubuh Se Se tidak terapung ke atas dan tetap tenggelam di dasar kolam.


Wu Song membawa Se Se keatas dan menengkurapkan tubuh Se Se,.Wu Song sempat memeriksa nadi Se Se masih ada cuma sangat lemah.


Sedangkan detak jantung telah terhenti karena tidak mendapatkan suplai oksigen dari paru-paru yang tertutup air.


Bila terlambat beberapa detik saja Se Se pasti tidak tertolong.


Wu Song mengerahkan hawa panasnya untuk mendorong air di paru-paru keluar dari mulut Se Se.


Tak lama Kemudian Se Se memuntahkan air cukup banyak dari mulutnya, dan dia mulai bisa bernapas .


Jantungnya mulai kembali berdetak, akhirnya matanya mulai bisa terbuka dan melihat wajah Wu Song yang basah kuyup sedang menatapnya dengan cemas.


Se Se sambil tersenyum sedih berkata,


"Mengapa Song ke ke harus menolong ku? mengapa tidak biarkan aku pergi saja?keberadaan ku hanya akan menjadi beban mu."


Se Se terlihat mulai berlinang air mata saat mengucapkan itu dengan suara lemah.


Kekerasan hati Wu Song mencair, Wu Song berpikir mungkin ini sudah takdir dia harus terlibat dalam derita asmara yang rada ujung pangkal dan akhir itu.


Wu Song berpikir dia tidak bisa memaksa Se Se berhenti mencintainya, ini hanya akan memaksa Se Se menuju jalan kematian.

__ADS_1


Gadis lugu dan keras kepala ini sungguh membuat Wu Song tak berdaya.


Wu Song berpikir bagaimana pun baik satu ataupun dua dia tetap tidak bisa melangkah ke tahapan yang lebih tinggi dari kekekalan semesta.


Tidak ada salahnya dia membalas cinta gadis keras kepala ini, bagaimanapun mereka telah menjalani upacara suami istri.


Wu Song tidak boleh begitu kejam dan keras padanya seperti nasehat Hua Thian tempo hari.


Wu Song menghela nafas panjang, menarik Se Se kedalam pelukannya dan berkata,


"Maafkan aku sayang, aku yang salah maaf.."


Hati Se Se yang sebelumnya terasa dingin dan sepi kini mulai terasa hangat, perasaan nya memberitahu Wu Song ke ke nya telah kembali.


Dia memeluk Wu Song dengan erat sambil menangis tersedu-sedu melepaskan semua emosi yang selama ini menghimpitnya.


Wu Song membiarkan Se Se menangis sepuasnya, dia hanya diam mencoba mengeringkan pakaian dan rambut Se Se yang basah dengan tenaga 9 mataharinya.


Setelah tangis Se Se mereda Wu Song menggendong Se Se kembali ke pondok mereka.


Malam itu Wu Song memberikan sesuatu yang selalu Se Se harapkan darinya.


Keesokan paginya Se Se sudah kembali ceria, bahkan Hua Thian sudah tidak ke bagian ubi yang membuatnya selalu buang gas.


"Kamu memang luar biasa, aku kagum pada mu nak, resep rahasia mu sangat pas, hebat."


ucap Hua Thian menyindir sambil tertawa.


Wu Song tersedak nasi yang di makannya sampai terbatuk-batuk wajahnya menjadi merah padam.


Se Se terus menepuk punggung suaminya dengan lembut tapi matanya mendelik ke Hua Thian sambil berkata,


"Kamu tidak berbicara tidak ada yang menganggap mu bisu, percaya tidak besok kamu kembali makan ubi."


Hua Thian terkejut menutup mulutnya, sebaskom nasi ditengah meja di sambar nya untuk di bawa masuk kedalam pondoknya.


Se Se mau meneriaki Hua Thian, tapi di tahan oleh Wu Song, yang memberinya kode menggelengkan kepalanya.


Akhirnya Wu Song dan Se Se melanjutkan makan mereka berdua, selesai makan Wu Song membantu Se Se membereskan peralatan makan dan masak.


Setelah itu mereka pergi ke air terjun mencari tempat teduh duduk santai dan mengobrol.

__ADS_1


Wu Song menceritakan temuannya, soal jalan keluar tapi Se Se menanggapinya dengan biasa saja dan berkata,


"Bila Song ke ke ingin mencobanya aku akan ikut menemani mu."


"Asal bersama Song ke ke resiko apapun aku tidak akan mundur." ucap Se Se yakin.


Wu Song tersenyum lembut mencium kening Se Se dan berkata,


Terimakasih sayang, aku tahu kamu lebih suka tinggal di sini, tapi ini sangat tidak adil dengan Lu Ping."


"Apa kamu tidak kasihan dengan nya dan tidak ingin menghiburnya." ucapan Wu Song mengingatkan Se Se akan kebaikan kak Lu Ping padanya.


Sehingga dia merasa bersalah dan terlalu egois hanya memikirkan kesenangan sendiri saja.


Se Se menatap Wu Song dan berkata,


"Baiklah, tapi sebelum kesana aku ingin mandi dulu di sini, kamu temani aku ya?"


Wu Song tersenyum dan berkata,


'Bukannya semalam kita sudah mandi bersama di sini, apa kamu sudah lupa?"


Se Se cemberut dan berkata,


"Kamu mengejekku itu mana bisa di sebut mandi."


Wu Song tertawa-tawa melihat jawaban dari reaksi Se Se.


Sebelum dia sempat mengeluarkan kata-kata godaan lainnya, Se Se terlanjur mendorong tubuh mereka berdua jatuh kedalam air.


Menimbulkan cipratan air kemana saat kedua tubuh mereka menimpa air bening di kolam tersebut.


Se Se membantu Wu Song melepaskan pakaian Wu Song dan melemparnya keatas batu, begitu juga dengan pakaian nya sendiri.


Baru menyusul dengan melemparkan celana masing-masing keatas batu.


Kemudian mereka berdua berenang kesana kemari dengan bebas sambil bermesraan di dalam air.


Tidak lama kemudian Wu Song membawa Se Se berpamit pada Hua Thian, lalu mereka pun pergi ketempat pusaran yang di temukan Wu Song kemaren.


Wu Song membawa Se Se terbang ke tempat itu, Wu Song mengikat tubuh mereka berdua menjadi satu dan berkata,

__ADS_1


"Kamu sudah siap sayang?"


Se Se kemudian mengangguk, mereka berdua pun terjun dan langsung terseret pusaran tersebut berputar-putar menuju terowongan di bawah.laut.


__ADS_2