LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
BERITA MENGEJUTKAN BUAT WU SONG,


__ADS_3

Sementara itu Koai Lau Jen yang menyerang paling pertama tapaknya menemui tempat kosong.


Karena Wu Song sudah membaca arah serangannya jadi sebelum tapak tiba, Wu Song sudah lenyap berpindah tempat.


Menyadari Tapaknya menemui tempat kosong, Koai Lau Jen melesat ke udara lalu memberikan serangannya dari atas kebawah terarah ke kepala Wu Song.


Menghadapi serangan gabungan dari berbagai arah Wu Song tetap tenang dan tidak gentar sedikitpun menghadapinya.


Wu Song pertama menyambut ke empat tapak jurus kodok dengan Qian Kun Ta Lo Ih dia dengan mudah membelokkan serangan kedua orang tersebut.


Untuk menyambut serangan Koai Lau Jen dari atas, sedangkan serangan dari bawah Wu Song membiarkan serangan kearah paha mendarat dengan mulus.


Wu Song hanya menggunakan kedua tangan nya balas mencengkram tangan Yi Dao dan tangan Shi Ma Ong yang terarah ke Dan Tian dan terarah ketongkat kejantanan nya.


Wu Song mengerahkan Xi Xing Ta Fa miliknya yang telah mencapai level max yaitu level 15.


Kedua orang tersebut sangat terkejut, tapi hanya sebentar, sesaat kemudian mereka berdua dengan lihainya menotok nadi Wu Song yang sudah dipindahkan tempatnya.


Begitu nadi tersebut tersentuh sedotan pun terlepas mereka segera melompat mundur menjauh.


Begitu pula Koai Lau Jen dan kedua ayah dan anak Ouw Yang Mo dan Ouw Yang Kok mereka juga membuang diri sambil menarik kembali serangan mereka.


Semua ini dijelaskan dengan lambat padahal yang sebenarnya terjadi semua berlangsung dengan sangat cepat.


Sambil bersiap-siap melakukan pengepungan serangan susulan.


Tapi sebelum niat mereka terlaksana, di sana mendarat ringan Lu Sun dan kedua Istrinya berdiri di sisi Wu Song menatap tajam kearah para pengeroyok.


Aura naga dan aura dingin yang di pancarkan oleh tubuh Lu Sun dan Xue Yen membuat mereka sulit bernapas.


Melihat kehadiran Lu Sun Xue Yen dan Siau Ching, para pengeroyok menjadi ragu.


Shi Ma Ong yang melihat situasi tidak menguntungkan segera berteriak,


"Angin keras...!! sampai jumpa lagi...!!"


Dia sendiri langsung melompat jauh menghilang di susul yang lainnya.


Melihat para pengeroyok telah pergi dengan penuh rasa haru Wu Song langsung menjatuhkan diri berlutut dan berkata,

__ADS_1


"Ayah...dan kedua Ibu ..Wu Song tidak berbakti tidak bisa menjaga Ping er dengan baik, sehingga membuat kalian orang tua khawatir."


Lu Sun langsung membangunkan Wu Song untuk berdiri dan berkata,


"Di sini hujan sedang deras, ayo kita berlindung di dalam kuil."


"Jangan khawatir anak ku yang nakal menunggu mu di sana, dia baik-baik saja."


"Semua berkat baju Zirah raja naga yang kamu relakan padanya."


Lu Sun pun berjalan cepat memasuki kuil sambil merangkul bahu Wu Song dengan penuh kasih sayang dan keharuan.


Wu Song yang memiliki Indra perasa tinggi setelah mencapai tingkat kekekalan dan pemahaman kitab tanpa kemampuan.


Dia langsung bisa merasakan di balik patung ada orang, Wu Song memberi kode pada ketiga gurunya.


Lalu dengan sangat cepat tubuhnya lenyap dan tiba-tiba muncul di belakang patung dewa.


Wu Song terkejut melihat ketiga orang tersebut, Wu Song langsung membebaskan tali pengikat ditubuh dan mulut mereka.


Lalu membebaskan totokan ditubuh mereka, Wu Song juga mengusir sisa racun Hua Kung San yang mengendap dalam tubuh mereka.


Begitu merasa kembali bisa bergerak bebas dan berbicara Ketiga orang tua itu langsung menjatuhkan diri berlutut dan menangis seperti anak kecil di hadapan Wu Song.


Wu Song tentu sangat terkejut dan segera ikut berlutut didepan mereka bertiga, sambil berkata,


"Ini ada apa ? kalian lebih tua dan senior dari ku mana boleh berbuat begini, junior tidak sanggup menerimanya."


Ketiga orang itu mengangguk, lalu mereka pun duduk di ruang tengah setelah memberi hormat kepada Lu Sun suami istri.


Mereka pun mulai menceritakan dari awal semua yang telah mereka lihat dan dengar dengan mata kepala sendiri dari balik patung.


Mendengar semua ucapan mereka Wu Song dan Lu Ping pun akhirnya bisa bernapas dengan lega.


Karena semua kesalah pahaman yang pernah terjadi kini sudah menjadi terang benderang.


Ketiga orang tua itu berulang kali meminta maaf kepada Wu Song dan Lu Ping karena mereka merasa sangat bersalah dan tidak enak dengan Wu Song.


Tapi Wu Song hanya melambaikan tangannya dan berkata,

__ADS_1


"Sudahlah mari kita lupakan saja, tidak ada yang perlu di maafkan senior bertiga juga hanya ingin menegakkan keadilan untuk para tetua dan ketua partai."


"Sehingga masuk kedalam perangkap siasat licik yang dibuat pihak musuh."


"Saat ini yang paling penting adalah para senior segera pulang ke perguruan kalian dan menjelaskan semuanya kepada para anggota kalian, agar tidak di manfaatkan oleh para penghianat membantu pihak yang salah."


ucap Wu Song sambil menatap mereka bertiga dengan serius.


Mereka bertiga mengangguk setelah memberi hormat kepada Wu Song Lu Sun dan semua yang hadir di sana. Ketiga orang tersebut buru-buru meninggalkan kuil menerobos hujan.


Untuk bisa segera kembali ke perguruan mereka, karena yang berkhianat dan membuat kekacauan ada beberapa orang adalah orang dalam yang memiliki posisi tinggi.


"Ayah ibu kenapa kalian bertiga bisa sampai ke sini ? " tanya Wu Song heran, Lu Ping juga menatap kedua orang tua mereka dengan penuh rasa ingin tahu.


Lu Sun menghela nafas panjang dan berkata,


"Se Se istri kedua mu sudah kembali kerumah, dia juga sedang mengandung anak mu sebentar lagi mau melahirkan."


"Sehingga tidak leluasa ikut dengan kami mencari kalian."


Mendengar hal ini Wu Song bagaikan di sambar petir lubang telinganya, sesaat otaknya blank lubang telinganya berdengung.


Dia hanya melongo bagai orang bodoh menatap Lu Ping.


Lu Ping sebaliknya tersenyum lembut dan memegang tangan Wu Song sambil berkata,


"Song ke ke kamu harus bersikap adil dan bertanggung jawab."


Wu Song begitu sadar langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Lu Sun dan membenturkan dahinya berulang ulang sampai berdarah dan berkata,


"Ayah ibu maafkan Wu Song yang tidak setia dan membuat masalah seperti ini, menyakiti perasaan Ping er."


"Wu Song tidak tahu balas Budi , Wu Song siap menerima hukuman dari ayah dan ibu tanpa penyesalan."


Xue Yen sambil tersenyum berkata,


"Kalau mau di hukum juga hukum tua Bangka ini karena dia lah yang memberikan contoh tidak benar."


Xue Yen tanpa segan-segan menunjuk jidat Lu Sun yang hanya bisa nyengir kuda tidak berani membantah.

__ADS_1


Xue Yen juga memberi kode agar Lu Ping menghentikan Wu Song.


__ADS_2