LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PANDAWA 5 MENINGGALKAN KERAJAAN WIRATA,


__ADS_3

Wu Song menghilang dan muncul di belakang manusia misterius sehingga ke 108 pecahan Cakra kini bergerak cepat kearah manusia misterius.


Senjata suci itu sungguh ajaib, begitu tiba di hadapan manusia misterius ke 108 pecahan Cakra berbelok arah dan mengejar kearah Wu Song.


Wu Song dengan kesal terpaksa menggunakan Qian Kun Ta Lo Ih menggulung ke 108 Cakra itu lalu melontarkannya kearah manusia misterius


manusia misterius bersikap tenang ke 108 yang terlontar kearahnya bukan nya menyerang manusia misterius malah ke 108 serpihan itu kembali menyatu menjadi sebuah Cakra baru.


Wu Song yang melihat serangannya tetap gagal, akhirnya mengerahkan jurus ke 9 seluruh kekuatan semesta seolah tertarik kearahnya tubuhnya yang melayang di udara semakin lama semakin besar seperti sebuah balon karet


Bahkan Cakra ikut tersedot kekuatannya dan jatuh keatas lantai menjadi sebuah lempengan besi biasa tidak bisa bergerak lagi.


Manusia misterius sangat terkejut tadi pun dia sudah mengalami luka dalam dan tidak kuat lagi.


Kini bila dia menerima jurus ini sudah dapat di tebak dia akan kalah telak .


Dan musnah di tangan Wu Song dan harus kembali reinkarnasi ulang.


"Berhenti..!!"


teriak manusia misterius sambil mengulurkan tangannya kearah Wu Song dan berkata,


"Jangan di teruskan atau akan membawa dampak kerusakan yang sangat besar kemana-mana bila pertarungan ini diteruskan."


Wu Song yang memang tidak berniat bermusuhan dan memusnahkan siapapun,


melepaskan tenaga semesta yang dia hisap.


Di kembalikan lagi ke alam semesta, sehingga cuaca yang tadinya gelap gulita seperti mau kiamat.


Kini kembali menjadi terang benderang, cuaca pun kembali menjadi normal lagi.


"Jadi apa yang kamu inginkan dan tawarkan ?"


tanya Wu Song tegas, karena Wu Song tahu orang di depan nya ini sangat cerdik.


Bila bukan karena dia tidak mampu menghadapi Wu Song tentu dia juga tidak akan perduli akan kerusakan alam dan lain sebagainya.


Buktinya ditempat ramai tadi tanpa memperdulikan sekitarnya dia melepaskan Cakra menyerang Wu Song.


Bila Wu Song tidak punya kemampuan untuk memancing pertempuran di laksanakan di tempat ini .

__ADS_1


pasti di istana tadi akan banyak jatuh korban dan dia pasti punya alasan lain untuk melempar kan semua dosa ke Wu Song dengan caranya sendiri.


Manusia misterius sambil tersenyum berkata,


"Aku menawarkan,"


"Pertama aku akan berusaha membujuk teman mu untuk bergabung dengan kami dan membuka indentitas dirinya kepada pandawa."


"Agar mereka meminta maaf dan bersujud didepan kakinya mengakuinya sebagai saudara tertua."


"Kedua aku dan kamu tidak akan pernah mencampuri pertempuran antara Pandawa dan Kurawa yang melibatkan teman mu."


"Ketiga sebagai permintaan maaf pada teman mu, aku akan mewakili Pandawa merasakan menjadi seorang kusir kereta saat pertempuran terjadi."


Wu Song setelah berpikir bolak-balik akhirnya menyetujui usul tersebut dan berkata,


"Baiklah ingat janji mu itu, bila kelak kamu ikut campur dengan alasan apapun, sehingga menyebabkan teman ku terluka atau meninggal, "


"Aku pasti akan datang mengejar mu dan membuat mu menyusulnya, wahai sang kebajikan."


Manusia misterius tidak punya pilihan lain selain mengangguk, dan hal lain akan dia pikirkan lagi.


Wu Song setelah merangkapkan tangannya memberi hormat, dia pun melesat terbang kembali ke istana.


Di mana terlihat ke 5 Pandawa dan istri mereka masih berdiri di depan istana menunggu hasil dan kabar berita.


Pertempuran Wu Song dan manusia misterius


Melihat Wu Song kembali tanpa kekurangan apapun, mereka ber 6 sudah dapat menebak hasil apa yang terjadi antara Wu Song dan manusia misterius.


Yudistira selaku pimpinan ke 5 adiknya maju memberi hormat kearah Wu Song dan berkata,


"Aku mewakili ke 4 adik ku meminta maaf kepada anda tuan Song, bila ada kata-kata adik ku yang menyinggung perasaan mu."


Wu Song tersenyum lembut dan menepuk pundak Yudistira dan berkata,


"Anda adalah orang baik, suatu hari kelak anda pasti akan jadi raja yang sangat besar di negeri ini."


"Anda tidak perlu minta maaf, aku hanya menyarankan anda agar menasehati adik-adik mu agar tidak memandang rendah orang berdasarkan kasta."


"Karena setiap orang punya hak yang sama, pada dasarnya tidak ada manusia yang bisa memilih mau terlahir ke keluarga manapun di dunia ini."

__ADS_1


"Bila kalian tidak bersedia mendengarkan saran ku ini, suatu hari kalian akan tahu kebenaran sebenarnya, saat itu kalian akan hidup dalam penyesalan seumur hidup."


Yudistira meski bingung dengan nasehat Wu Song yang penuh teka-teki tapi dia tetap mengangguk.


Wu Song mempersilahkan Pandawa dan istri mereka meninggalkan kerajaan Wirata dengan tenang.


Untuk menenangkan hati mereka Wu Song berkata,


"Teman kalian dan saya seimbang, dia sekarang sedang menunggu kalian di perbatasan sebelah barat."


Drupadi sejak Wu Song kembali terus menatap Wu Song dengan kagum


Saat mengikuti langkah ke 5 suaminya meninggalkan istana Drupadi masih sempat menoleh menatap Wu Song.


Wu Song melambaikan tangannya kearah nya sebagai salam perpisahan.


Wu Song yang merasa agak kasihan dengan nasib gadis cantik itu sengaja mengangguk dan tersenyum lembut kepada nya.


Wu Song yang bermata tajam dapat melihat ada dua butir air bening yang melompat keluar dari mata bening nan indah dari gadis itu.


Wu Song yang berhati lembut dan baik tidak menyadari sikapnya tersebut kembali mengundang masalah.


Yang membuat gadis yang sudah bersuami tersebut telah menanamkan wajah dan senyuman nya di sanubarinya yang terdalam secara diam-diam.


Kesempurnaan ke 5 suaminya kini sirna tergantikan dengan Wu Song yang terlihat sangat sempurna.


Ke 4 saudara Yudistira meski tidak begitu setuju dengan pendapat Wu Song, tapi demi menghargai kakaknya mereka memilih diam.


Arjuna yang paling peka dengan urusan hati wanita, dia lah yang langsung menyadari perubahan gerak-gerik istrinya.


Tapi dia diam saja, karena dia juga tidak berencana seumur hidup hanya hidup bersama satu istri ini.


Perlahan-lahan mereka ber 6 berjalan beriringan meninggalkan kerajaan Wirata tanpa halangan apapun.


Utari menyikut perut Wu Song menatapnya dengan tidak senang lalu membalikkan badannya pergi menuju tempat tinggal Lu Ping.


Wu Song tidak khawatir dia tersenyum santai, karena Utari dan Lu Ping punya kendala bahasa mereka tidak akan bisa akrab.


Apalagi menyampaikan tingkah lakunya barusan ke Lu Ping, lagipula Wu Song percaya Lu Ping juga tidak akan mempermasalahkan hal sepele seperti itu.


Wu Song kemudian setelah berbasa-basi sejenak dengan Raja Wirata dan Pangeran Utara, dia pun pamit Kembali kekediaman sementara nya

__ADS_1


__ADS_2