
Di Pihak Pasukan bar-bar terlihat dua orang yang satu mengenakan mantel bulu beruang dan topi kepala beruang.
Sedangkan yang satunya lagi bertelanjang dada penuh tato wajahnya juga di beri 3 garis merah di pipi dan dahi.
Wajah mereka sangar dan keras, mereka berteriak dalam bahasa mereka masing-masing kearah anggota pasukan mereka.
Intinya mereka memberi perintah kepada Pasukan mereka, hari ini mereka harus menghancurkan pertahanan benteng
An Ding.
Dan menangkap manusia yang punya kekuatan petir dan es itu, hidup atau mati.
Bila tidak berhasil, impian mereka untuk menguasai daratan tengah yang subur akan tinggal kenangan.
Mereka selama nya akan hidup susah dan menjadi budak negara kaya raya itu.
"Hari ini adalah hari kita membalaskan dendam buat saudara-saudara teman-teman kita yang gugur kemaren."
Kata-kata pimpinan mereka mengobarkan semangat tempur pasukan bar-bar yang berteriak riuh rendah.
Kemudian mereka mulai berlarian mengangkat senjata mereka di atas kepala mereka sambil berteriak-teriak.
Bun Houw mengerutkan keningnya, di dalam hati berpikir ini akan menjadi satu pertempuran yang keras berbahaya dan mati-matian.
Bun Houw menoleh kearah pangeran Si Ma Ong dan berkata,
"Yang mulia apapun yang terjadi Pasukan mu tidak boleh keluar dari benteng."
"Bila keadaan tidak baik, bawalah seluruh penduduk dan Pasukan mu mundur kembali ke Chang An."
"Hubungi Song Chin di Xia Pi, merangkak pun kamu harus mohon bantuan darinya, agar mengerahkan pasukan Naga Hitam membantu mu."
Mendengar pesan Bun Houw, Si Ma Ong sadar situasi sekarang sangat serius, dia harus melupakan dendam pribadinya demi keselamatan negaranya.
Si Ma Ong mengangguk, kemudian segera mundur meninggalkan benteng lapisan luar diikuti oleh seluruh pasukannya.
Mereka berlindung di benteng lapisan kedua, sambil menyiapkan alat perang seperti catapult Balista minyak panas dan panah api.
Sedangkan Bun Houw melepaskan kembang api, sebagai tanda bagi pasukannya untuk maju.
Dia sendiri melayang turun dari atas menara, kemudian berdiri di depan gerbang masuk ke benteng.
Bun Houw dan Pasukan nya bergerak dalam satu barisan formasi yang rapi,
__ADS_1
maju perlahan-lahan menuju lawannya yang sedang berteriak-teriak berlarian kearah mereka.
Bun Houw menyerap cahaya matahari yang terik, lalu memberikan pukulan-pukulan jarak jauh dalam bentuk cahaya yang panas Membakar.
Pasukan barisan depan manusia bar-bar bertumbangan dengan tubuh terbakar.
Tapi barisan di belakang mereka tetap maju bagaikan air bah yang tumpah kearah Bun Houw dan pasukannya.
Tak lama kemudian barisan tengah manusia bar-bar juga di hujani batu oleh senjata catapult.
Tapi Pasukan bar-bar ini seolah-olah mereka tidak punya rasa takut mereka terus bergerak maju.
Bun Houw terus melakukan serangan pukulan jarak jauh, mengurangi jumlah penyerang yang bukannya berkurang malah semakin banyak.
Akhirnya Pasukan Bun Houw dan Pasukan bar-bar pun bertemu, bentrok keras lawan keras pun terjadi.
Meski kalah jumlah pasukan Bun Houw yang bergerak dengan formasi 5 unsur, yang setiap kelompok terdiri dari 5 orang.
Mereka selalu maju bersama dalam satu kelompok, bertahan dan menyerang secara bersamaan sehingga memiliki kekuatan yang dahsyat.
Pasukan bar-bar meski sangat banyak mereka seperti ngengat yang terus menerjang ke dalam api.
Mayat-mayat Pasukan bar-bar mulai bergelimpangan memenuhi area pertempuran
Bola api terus melayang menghantam pasukan bar-bar, sehingga tubuh mereka terbakar sambil berteriak-teriak kesakitan.
Tidak ada waktu banyak berpikir, Pasukan musuh sangat banyak, dan tidak putus-putus.
Bun Houw tidak berani memainkan Hang Lung Se Pa Cang ataupun Jen Cien He Ie yang sangat menguras tenaga dalam.
Meski daya rusaknya luar biasa, Bun Houw hanya menggunakan pedang tanpa wujud untuk menebas Pasukan bar-bar yang mencoba mendekatinya.
Setelah berlangsung setengah harian,
Bun Houw melihat kondisi Pasukan nya mulai lelah.
Sedangkan Pasukan bar-bar masih terus menerjang tiada habis-habisnya menghujani mereka dengan berbagai macam senjata.
Panah api Balista catapult yang di lepaskan dari benteng tetap tidak menyurutkan semangat Pasukan bar-bar yang terus bergerak maju.
Bun Houw terpaksa melepaskan kembang api biru dan hijau, dari arah kiri kanan kini datang Pasukan berkuda yang di siapkan Bun Houw sebagai pasukan cadangan.
Kedatangan mereka dari dua sisi sesaat mengejutkan, tapi kemudian kuda dan penunggangnya mulai di tarik jatuh oleh pasukan bar-bar menggunakan tali yang dipasangi kaitan.
__ADS_1
Pasukan kaitan ini mengikuti instruksi dari kedua pemimpin, yang berada di barisan paling belakang dan terlindungi.
Saat mereka memberikan instruksi pada pasukan kaitan itulah Bun Houw melihat posisi mereka, Bun Houw menghilang dari tempatnya dan muncul di dekat mereka berdua.
Tapi sebelum sempat menyerang Bun Houw telah di kepung dan dihujani berbagai macam senjata.
Bun Houw terpaksa menahan serangan itu dan membatalkan serangannya, merubahnya menjadi pertahanan.
Bun Houw berhasil merampas sebuah tombak cagak tiga, dengan mengerahkan seluruh kekuatannya dia melemparkan tombak itu kesalah satu pemimpin pasukan bar-bar.
Pasukan bar-bar banyak yang memasang badan menghentikan pergerakan tombak itu, tapi tombak itu tetap melaju kencang menembus tubuh mereka menuju pimpinan mereka.
Salah satu pimpinan yang melihat hal ini,
dia mendorong temannya hingga jatuh. Kemudian menahan tombak itu dengan punggung nya.
Tombak itu langsung menyate dirinya, sehingga dia tewas dengan tubuh berdiri tertahan oleh tombak.
Temannya yang selamat meraung histeris, memberikan perintah yang tidak Bun Houw mengerti.
Semua pasukan langsung merangsek ke arah Bun Houw, seperti tidak memperdulikan keselamatan mereka lagi.
Yang penting bisa membunuh atau melukai Bun Houw merekai sudah senang.
Pimpinan yang kini tersisa satu orang, mundur menjauhi Bun Houw sambil terus berteriak-teriak dalam bahasa mereka.
Bun Houw akhirnya memilih menghilang kembali ke dekat Pasukan nya, bertempur bahu membahu dengan Pasukan nya yang terlihat sangat kelelahan.
Menjelang sore Bun Houw akhirnya memberi perintah mundur kepada seluruh pasukannya.
Dia sendirian dengan tapak es dan tapak api abadi menahan laju Pasukan bar-bar mengejar kearah Pasukan nya.
Bun Houw sendiri mengalami beberapa luka panah yang menancap di tubuhnya
dan beberapa kali muntah darah segar.
Karena terlalu banyak mengerahkan tenaga dalam.
Setelah melihat Pasukannya semua berhasil mundur kedalam benteng.
Bun Houw menghilang dari lokasi pertempuran dan muncul lagi diatas benteng lapis dua.
Sisa pasukan bar-bar melakukan pengejaran masuk kedalam gerbang lapis pertama yang tidak di jaga.
__ADS_1
Mereka menyerbu masuk berusaha menembus benteng pertahanan kedua.