LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERNIKAHAN SEDERHANA WU SONG DAN LU PING


__ADS_3

Wu Song kemudian menghela nafas panjang dan menghibur diri, mungkin dia harus serahkan semuanya pada waktu.


Mungkin waktu lah yang bisa membuat nya perlahan-lahan melupakan Ceng Ceng.


Di saat bersamaan Lu Ping juga tidak bisa tidur, dia terus bolak-balik di kasurnya.


Ada perasaan senang, bahagia, tegang, dan sedikit takut.


Senang dan bahagia karena mulai besok dia sudah bisa hidup bersama pria yang sangat dicintainya.


tegang dan takut karena bagaimanapun dia belum pernah tidur atau berhubungan intim dengan lelaki manapun.


Dia takut tidak bisa memuaskan Wu Song, dia terkadang sering minder dan dihantui perasaan tidak bisa menandingi Ceng Ceng.


Meski besok malam bukan malam pertama mereka, tapi saat itu dia dan Wu Song melakukan dalam keadaan mabuk dan tidak menyadari nya sama sekali.


Lu Ping merasa kamarnya pengap membuatnya susah bernafas, Dia turun dari ranjang merapikan rambut mengenakan pakaian luarnya.


Lalu keluar dari kamar, berjalan-jalan mencari udara segar diluar pondok.


Lu Ping melihat kearah pintu kamar Yi Yi sejenak, baru melangkah keluar dari dalam Pondok.


Tanpa terasa sepasang kakinya membawa dia berjalan kearah pondok Wu Song.


Wu Song yang sedang menatap langit dan bintang, menangkap ada langkah kaki pelan berjalan kearahnya.


Wu Song memutar kepalanya melihat siapa yang berjalan kearah nya, ternyata yang datang adalah Lu Ping.


Wu Song sedikit terkejut, Kenapa Lu Ping malam-malam begini belum tidur.


Hati Wu Song bertanya-tanya ada apa dengan Lu Ping.


Lu Ping berjalan dengan kepala tertunduk, perlahan-lahan dia mengangkat kepalanya.


Saat mengangkat kepala dia baru menyadari, ternyata Wu Song juga belum tidur dan.masih duduk di halaman depan pondok.


Saat ini Wu Song sedang menatap dirinya dengan heran.


Lu Ping tersenyum canggung, berjalan kearah Wu Song dan duduk disampingnya, sambil bertanya,


"Song Ke ke kenapa belum tidur dan masih ada di sini.?"


Wu Song tentu tidak berani mengatakan apa yang sedang dipikirkannya tadi, takut melukai perasaan Lu Ping.

__ADS_1


Wu Song mengalihkan perhatian Lu Ping dengan menggodanya,


"Aku tidak bisa tidur karena memikirkan istri ku yang cantik ini."


Wu Song meraih tangan Lu Ping dengan lembut , kemudian mencium punggung tangannya yang halus dan lembut.


Lu Ping merasa wajahnya menjadi panas, dengan suara sedikit gemetar Lu Ping bertanya,


"Apa yang sedang Song pikirkan tentang diriku ?"


Wu Song dengan asal mengarang,


"Aku sedang berpikir bagaimana asyiknya kalau kamu tidur berbaring dalam pelukan ku."


Lu Ping sambil tersenyum malu-malu ikut berbaring di sebelah Wu Song beralaskan rumput dihalaman depan pondok.


"Kamu sendiri kenapa belum tidur dan berjalan sampai kemari? apa yang menjadi beban pikiran mu sehingga tidak bisa tidur?" ucap Wu Song bertanya balik.


Lu Ping dengan suara kecil setengah berbisik berkata,


"Aku agak takut besok malam tidak bisa melayani mu sehebat Ceng Ceng."


Lu Ping kembali merasa wajahnya menjadi panas, tapi setelah mengungkapkan pada Wu Song, Lu Ping merasa beban dihatinya menjadi ringan.


Wu Song mengangkat wajah Lu Ping untuk menatapnya kemudian berkata,


"Seiring berjalannya waktu nanti, perlahan-lahan kenangan itu akan memudar. dan hilang di gantikan kenangan baru yang indah bersama mu."


"Soal besok malam kamu jangan terlalu pikirkan semua berjalan alami saja, yang penting kamu merasa bahagia itu sudah cukup."


"Bagiku asal kamu bahagia akupun akan turut bahagia."


Lu Ping sangat terharu dan bahagia dengan jawaban Wu Song, kini hatinya jauh lebih nyaman.


Lu Ping menyusupkan kepalanya berbaring di dalam dekapan Wu Song, Wu Song membelai kepala Lu Ping dengan lembut.


Lu Ping tertidur dalam dekapan Wu Song, melihat Lu Ping yang benar-benar sudah tertidur nyenyak .


Wu Song perlahan-lahan mengendong nya menuju ke Pondok Siau Ching, Wu Song tidak tahu mana kamar yang dipakai Lu Ping.


Wu Song memusatkan pendengarannya agar dapat mengetahui mana kamar yang kosong.


Wu Song dapat menangkap suara nafas Yi Yi dikamar sebelah kanan, jadi dia langsung menggendong Lu Ping kekamar sebelah kiri yang kosong.

__ADS_1


Wu Song meletakkan Lu Ping pelan-pelan diatas ranjang setelah menyelimuti nya.


Wu Song kembali ke pondok barunya.


Karena masih susah tidur Wu Song mengeluarkan sebuah kitab kuno dari cincinnya, Wu Song mencoba membaca kitab tersebut, karena suasana yang hening.


Samar-samar Wu Song menangkap petunjuk ilmu silat tingkat tinggi didalam kitab tersebut, tapi Wu Song belum tahu pasti.


Baru mulai merasakan nya tapi belum bisa memecahkan maksud yang terkandung dalam kitab tersebut.


Tanpa sadar Wu Song mendalami kitab tersebut semalam suntuk, ketika mendengar suara ayam jantan berkokok, Wu Song baru menyadari hari sudah menjelang pagi.


Wu Song bergegas pergi mandi dan bersiap-siap mengenakan pakaian pengantin nya dan pergi menjemput Lu Ping.


Ketika Wu Song tiba di pondok ibu Siau Ching,


Lu Ping ternyata sudah siap dan sedang menunggunya.


Mereka berdua kemudian mengadakan pernikahan secara sederhana tanpa banyak peradatan di pondok Ibu Xue Yen.


Di saksikan oleh Lu Sun, Siau Ching, Xue Yen, Lu Fan, Bun Houw dan Yi Yi saja.


Wu Song dan Lu Ping melakukan sembahyang langit dan bumi, kemudian memberikan penghormatan kepada orang tua, karena Wu Song yatim piatu, posisi walinya diwakili oleh Lu Sun.


Kemudian di lanjutkan dengan sepasang pengantin saling memberi hormat.


Setelah itu Wu Song pun membawa Lu Ping ke pondok baru mereka, dimana telah di siapkan oleh Bun Houw makanan untuk sepasang pengantin.


Bun Houw yang sedang nganggur, mendekati Lu Fan mengajak Lu Fan minum-minum merayakan pernikahan Wu Song, setelah Lu Fan sedikit mabuk, Bun Houw memancing Lu Fan memberikan ilmu 9 Matahari dan ilmu 9 bulan.


Lu Fan dalam mabuknya memberitahukan semua nya pada Bun Houw, sambil berpesan Bun Houw hanya boleh berlatih 9 matahari saja.


Resiko melatih 9 bulan bisa menjadi mandul dan banci.


Setelah itu Lu Fan tertidur pulas di Pondok Bun Houw.


Karena Yi Yi masih sibuk membantu Siau Ching dan Xue Yen membereskan pekerjaan yang ditinggalkan setelah pesta pernikahan selesai.


Bun Houw seorang diri di pondok nya coba menggabungkan kekuatan Im Yang Sen Kung untuk mengontrol kekuatan yang dihasilkan dari ilmu 9 Matahari dan bulan.


Bun Houw mencoba nya berulang-ulang tapi selalu gagal.


Seperti ada bagian yang salah dan tidak lengkap,

__ADS_1


Bun Houw curiga dalam mabuknya Lu Fan mengajarinya dengan asal, kelihatannya dia masih harus mencari cara lain untuk mendapatkan kedua ilmu secara lengkap dan akurat.


Bun Houw sadar ilmu tingkat tinggi itu sedikit salah bisa berakibat fatal, jadi dia tidak melanjutkan dulu latihan nya sementara ini.


__ADS_2