
"Ya kamu...! cepat kemari..!!" teriak Utari Kembali dan menunjuk Orang berbadan besar itu dan memberi kode agar dia segera datang ke hadapan Utari dan Wu Song.
Orang tinggi besar itu sedikit ragu tapi dia kemudian berjalan juga kehadapan Utari.
Lalu memberi hormat dan berkata,
"Ada yang bisa saya bantu tuan putri ?"
Putri Utari menatap kearah Wu Song, Wu Song mengangguk dan berkata,
"Siapa nama mu,? sejak kapan kamu bekerja di sini ?"
Orang itu mengangkat kepalanya dan berkata,
"Nama ku Mabi, aku sudah berkerja hampir 1 tahun di sini apa ada masalah tuan ?"
Wu Song tersenyum dan berkata,
"Tidak ada masalah silahkan anda kembali bekerja sana."
Pria berbadan besar itu memberi hormat kearah Wu Song, lalu dia membalikkan badannya hendak berjalan kembali ke bagian dapur penyiapan bahan.
Tapi baru melangkah dua langkah kedepan, Wu Song berteriak,
"Bima...! tunggu...!
Pria berbadan besar itu berhenti sejenak tertegun.
Tapi kemudian kembali melanjutkan langkahnya seolah-olah tidak ada hal yang terjadi.
Wu Song sambil tersenyum berkata,
"Tuan putri aku dengar Ratu Kunti telah di tangkap oleh ayah mu atas permintaan Duryodana besok pagi akan di eksekusi benarkah ?"
Utari yang melihat kode dari Wu Song dia pun melengkapi sandiwara Wu Song dan berkata,
"Benar kakak Song, aku kemarin dengar dari kakak Utara tidak mungkin salah lagi."
Tubuh badan pria tinggi besar itu kembali berhenti melangkah dan bergetar hebat.
Tapi Wu Song dan Utari pura-pura tidak tahu dan berjalan meninggalkan tempat tersebut sambil bercerita tentang hal lain.
__ADS_1
Setelah meninggalkan tempat tersebut Wu Song pun berkata,
"Utari tolong sekarang antarkan aku ke penjara, sekalian siapkan pakaian wanita berwarna putih lengkap dengan penutup kepala dan wajah."
Setelah itu tolong minta dayang-dayang mu menyebarkan berita keseluruh bagian istana, katakan Ibu Kunti besok siang akan di eksekusi, sekarang sedang di tahan di penjara."
Utari mengerti maksud Wu Song, sehingga dia langsung mampir ke kamarnya mengambil satu set pakaian putih, lengkap dengan penutup kepala dan wajah miliknya.
Setelah itu mereka baru berjalan menuju ruang tahanan.
Karena datang bersama Utari tanpa kesulitan petugas penjaga tahanan mengantar mereka berkeliling.
Wu Song mencari sebuah kamar tahanan yang letaknya paling ujung, kemudian meminta Utari dan para penjaga mengunci pintu dan membiarkan dirinya sendiri disana.
Wu Song memakai lapisan pakaian wanita diluar dan penutup kepala lalu berbaring menghadap tembok.
Sekilas dari luar terlihat seperti seorang wanita sedang berbaring tidur menghadap tembok.
Perangkap yang Wu Song buat berjalan dengan mulus, gosip pun menyebar, semua orang banyak yang terkejut dengan hal itu.
Tapi raja Wirata dan Pangeran Utara yang sudah tahu dari Utari pura-pura tidak tahu untuk melengkapi sandiwara Wu Song.
Menjelang tengah malam penjaga penjara di pukul sampai pingsan oleh seorang pemuda bertubuh tinggi besar.
Mereka berenam melihat-lihat satu persatu kamar penjara, hingga tiba di kamar penjara terakhir mereka beberapa kali memanggil ibu dengan suara tertahan.
Karena tidak ada suara sahutan, mereka pun membuka kamar tahanan dengan kunci petugas jaga yang mereka lumpuhkan tadi.
Kemudian mereka berenam pun melangkah masuk kedalam ruangan dan berjalan mendekati kearah ranjang di mana sesosok tubuh terbaring tidur menghadap tembok.
Mereka terus memanggil-manggil ibu dengan suara tertahan, saat jarak mereka sudah dekat dengan ranjang.
Tiba-tiba sosok yang tidur menghadap tembok membalikkan badan sambil membuka penutup kepalanya menatap mereka.
Mereka ber 6 sangat terkejut dan menatap dengan mata terbelalak tak percaya, terutama ditubuh tinggi besar.
Sesaat kemudian situbuh tinggi besar dengan marah menerjang kearah Wu Song yang berpura-pura menyamar menjadi ibu Kunti dan sedang tersenyum kepada mereka.
Tapi pukulan nya yang sangat keras sampai menimbulkan angin berderu-deru , memukul tempat kosong menghantam dipan kayu yang di pakai Wu Song berbaring tadi .
Hingga meledak pecah hancur berkeping-keping tapi tidak terlihat Wu Song disana, malah tubuh si tinggi besar yang ambruk kedepan dalam keadaan tidak bergerak.
__ADS_1
Karena beberapa jalan darah penting ditubuhnya telah di totok Wu Song dengan jari matahari.
Salah satu dari mereka yang berdandan dengan pakaian wanita langsung menembakkan 3 batang panah sekaligus yang ujung panah nya mengeluarkan cahaya kemerahan.
Tapi semua panahnya hanya mengenai dinding penjara dan menimbulkan ledakan sehingga tembok penjara runtuh dan berlubang.
Tapi sosok Wu Song kembali menghilang dan muncul di belakang si pemanah menotok beberapa jalan darah dipunggung nya.
Sehingga busur dan tubuh sang pemanah jatuh kelantai tak bisa bergerak dan berbicara sama dengan si tubuh tinggi besar tadi.
Mereka hanya bisa menggerakkan sepasang mata mereka melirik kesana-kemari dengan cemas.
Lalu menatap Wu Song dengan penuh kebencian ingin memaki-maki nya tapi tidak bisa.
Berikut nya tiga pria lain yang menggunakan senjata tombak dan pedang maju menyerang Wu Song.
Wu Song dengan mudah menghilang diantara mereka, beberapa detik kemudian ketiga orang itu juga berdiri mematung tidak bisa bergerak.
Kini hanya tersisa seorang gadis yang sangat cantik parasnya tapi dari sinar matanya menunjukkan wataknya yang keras dan tidak mau kalah.
Dia menatap Wu Song dengan galak dan penuh kebencian dengan marah dia berteriak,
"Siapa kamu sebenarnya ? kenapa kamu menjebak kami di sini ? apa mau mu bajingan ?"
Wu Song mengabaikan nya, pura-pura tidak mendengarnya, Wu Song mengeluarkan siulan keras dari mulutnya dengan pengerahan Chi nya.
Sekejap saja tempat itu menjadi terang benderang penuh dengan obor dan Pasukan penjaga yang di pimpin langsung oleh pangeran Utara dan putri Utari.
Wu Song sambil melangkah keluar dari ruangan dengan santai berkata,
"Ikat mereka yang erat dengan tali kulit kerbau, terutama yang berbadan besar dan yang banci itu."
"Bawa mereka semua keruang sidang, ingat perlakukan mereka dengan hormat, terutama wanita itu."
Setelah berpesan Wu Song langsung berkelebat pergi dari tempat itu, pergi keruang sidang menemui raja Wirata dan memberitahu raja Wirata agar membujuk mereka meninggalkan kerajaan nya secara baik-baik.
Tak lama kemudian ke 6 orang itu dihadirkan keruang sidang istana, di atas tempat yang agak tinggi terlihat raja dan ratu kerajaan Wirata.
Di sisi kanan berdiri seorang pemuda tampan yang berpakaian tidak sama dengan penduduk lokal.
Dia adalah Wu Song yang berdiri sambil tersenyum lembut.
__ADS_1
Dari ke 6 orang itu hanya yang wanita yang di biarkan bebas dan tidak terikat, sedangkan ke 5 pria itu di biarkan terikat.