
Tapi begitu masuk kedalam perkemahan Pasukan Khitan di bawah pimpinan raja Sanggha dan Panglima Burhan kebingungan.
Kenapa kemah yang mereka serbu malah kosong.
Raja Sanggha yang menyadari ada yang tidak beres segera berteriak,
"Waspada jebakan...!!"
"Mundur ....!! kembali ke benteng...!! cepat...!!"
Tapi semua sudah terlambat, panah api datang dari berbagai arah, menyambar perkemahan dengan ganas.
Dalam sekejap seluruh area itu menjadi lautan api.
Pasukan Raja Sanggha sebagian terjebak di dalam lautan api.
Sebagian lagi mengikuti Raja Sanggha dan Panglima Burhan menerobos kepungan berusaha melarikan diri.
Tapi para pengepung yang menggunakan perisai dengan pertahanan 3 lapis di bawah pimpinan Jendral Wu dan kedua Jendral mudanya itu sangat kuat.
Tidak mudah di tembus, sehingga meski lolos dari kepungan api raja Sanggha dan panglimanya kini terjebak didalam kepungan Pasukan Jin.
Ternyata semua keributan di perkemahan Jendral Wu adalah hasil rekayasa Wu Song.
Untuk memancing harimau keluar dari sarangnya.
Kini Ping Yuan juga sudah di kuasai oleh Komandan Lui dan kawan-kawan nya, semua sikap mereka kemaren adalah pura-pura.
Bahkan wajah Komandan Lui yang babak belur, semua dia lakukan dengan suka rela.
Seperti kasus Huang Gai dengan suka rela menerima cambuk dari Zhou Yu, lalu pura-pura menyerah kepada Cao Cao.
Sambil membawa sebuah kapal yang sarat dengan bahan-bahan peledak yang mudah terbakar.
Sehingga membuat seluruh kapal perang Cao Cao terbakar. (Perang Chi Bi ) dalam kisah tiga negara.
Wu Song yang melayang turun dari atas langit, sambil tertawa-tawa.
Membuat sisa pasukan khitan yang selamat sudah kehilangan nafsu bertempur nya.
Sebagian besar membuang senjatanya dan berlutut menyerah.
Kini hanya tersisa beberapa ribu Pasukan khitan yang mati-matian membela dan menjaga
Raja dan Panglima mereka.
Melihat hal ini Wu Song berjalan santai sambil memainkan seruling nya menghampiri Pasukan khitan yang tidak mau menyerah.
Saat mendengar suara suling Wu Song satu persatu Pasukan khitan jatuh berlutut tidak bisa bergerak.
Wu Song terus bergerak maju menerobos kepungan, hingga dia kini berdiri di hadapan Raja Sanggha dan Panglima Burhan.
Mereka berdua juga jatuh berlutut dengan wajah pucat, tidak tahu apa yang terjadi hanya tidak bisa menggerakkan tubuh mereka.
Pasukan Jin dengan mudah meringkus sisa pasukan khitan yang bersikap keras kepala dan terus melawan tadi.
__ADS_1
Kemudian di bawah arahan Jendral Wu dan kedua jendral muda, mereka juga meringkus Raja Sanggha dan Panglima nya.
Setelah berhasil menahlukkan Ping Yuan, sesuai janjinya.
Wu Song kembali ke kota Ye menemui Mimi yang tinggal sementara di kediaman sementara Wu Song dan Jendral Wu.
Yang tadinya adalah bekas istana Putri Yalina dan Suaminya Yelu Chi.
Kedatangan Wu Song di sambut dengan gembira dan haru oleh Mimi.
Yang berdiri mematung menatap Wu Song dengan sepasang mata yang bercucuran air mata bahagia.
"Mimi semua sudah beres,. sesuai janjiku."
"Bersiaplah, hari ini juga aku akan membawa mu kembali ke ayah mu, dan berkumpul lagi dengan suku mu."
"Soal Raja Sanggha kamu tidak perlu khawatir, dia sudah tertangkap, sebentar lagi akan di kirim ke Luo Yang sebagai tahanan."
"Ba..ba.. bagaimana keadaannya saat ini ? apakah dia terluka ?"
tanya Mimi sedikit cemas.
Wu Song menatap Mimi dengan heran dan bertanya,
"Mimi kamu kenapa ?"
Mimi menggeleng lemah dan berkata,
"Wu Song ke ke kamu mungkin tidak mengerti,
Bagaimana pun dia pernah menjadi suami ku."
"Tapi pepatah mengatakan satu malam menjadi suami istri, Budinya sama dengan 1000 hari."
"Apalagi kami telah hidup bersama sekian lama, dan selama ini dia juga telah begitu baik dengan ku."
"Aku akan semakin merasa bersalah, bila sesuatu hal buruk menimpanya."
"Bagaimana pun dalam hal ini, aku lah yang menghianati nya,."
"Apakah kamu mengerti dan paham dengan perasaan ku saat ini Song ke ke. ?"
ucap Mimi sambil menatap Wu Song dengan pilu.
Wu Song mengangguk dan berkata,
"Aku mengerti.."
"Apakah kamu ingin bertemu dengan nya untuk yang terakhir kali sebelum pulang ?"
"Bila kamu ingin aku akan mengantar mu menemuinya.."
ucap Wu Song sambil menatap Mimi.
"Apa..apakah itu mungkin..? apa itu bisa Song ke ke ?"
__ADS_1
tanya Mimi menatap Wu Song dengan gugup.
Wu Song mengangguk.
Mimi langsung menubruk kedalam pelukan Wu Song dan menangis pilu.
Sesaat kemudian Mimi berkata,
"Song ke ke maaf aku jadi merepotkan mu.."
"Apakah aku sangat plin-plan dan berhati lemah ?"
Wu Song menggelengkan kepalanya, mendorong Mimi menjauh dari pelukan nya dengan serius berkata,
"Mimi dengarlah, kamu bukan plin-plan dan lemah, ini karena hati mu yang terlalu lembut dan kamu sangat tahu balas Budi."
"Kamu memiliki hati yang penuh welas asih, kamu selalu melihat orang dari sisi baiknya."
"Kamu punya jiwa pemaaf yang sangat besar, aku sangat salut dengan mu Mimi."
"Aku Wu Song sangat bangga bisa punya teman seperti anda."
"Makasih banyak Song ke ke.."
ucap Mimi tertunduk dengan wajah merah.
Meski menyadari posisinya yang bisa dianggap sebagai teman oleh seorang pemuda tampan dan sakti seperti Wu Song pun sudah sangat beruntung.
Tapi sebagai seorang wanita normal, mendapatkan pujian seperti itu dari Pemuda seperti Wu Song.
Bagaimana mungkin hatinya tidak akan tergerak dan merasa seperti sedang melayang-layang di angkasa.
Wu Song tersenyum kemudian dia berkata,
"Apakah sudah siap ? aku akan membawamu sekarang pergi menemuinya."
Mimi mengangguk wajahnya sedikit merah mengingat Wu Song akan membawanya terbang.
Seperti saat membawa dirinya dari Ping Yuan ke Ye dengan merangkul pinggang nya dengan lembut.
Hati Mimi berdegup kencang dia sampai menahan nafas menekan goncangan perasaannya.
Saat Wu Song kembali memeluk pinggangnya, tubuh mereka begitu dekat dan mesra perasaan Mimi hampir jungkir balik di buatnya.
Tapi dia berulang kali, menyadarkan dirinya, diantara dia dan Wu Song hanya akan ada, persahabatan tulus, tidak boleh punya pamrih pribadi.
Apapun itu alasannya.
Sebaliknya Wu Song yang memang hanya mengaggap Mimi sebagai sahabat, dia terlihat santai dan tidak merasakan perasaan apapun sama sekali.
Dia hanya punya satu tujuan ingin membantu sahabatnya dengan tulus.
Bagaimana pun Wu Song sangat berterimakasih terhadap Mimi, keberhasilannya kali ini semua berkat peran penting Mimi.
Tanpa bantuan Mimi, mungkin sampai saat ini Wu Song masih belum menahlukkan Raja'Sanggha dan kota Ping Yuan.
__ADS_1
Sesampai di istana Ping Yuan, Mimi langsung pergi ke dapur menyiapkan beberapa masakan kesukaan raja Sanggha.
Setelah berdadan rapi dia baru diantar Wu Song menemui raja' Sanggha di penjara khusus.