
Sementara itu di tempat kaisar Si Ma Hui sendiri yang mendapat kan laporan dari mata-matanya.
Bahwa Shi Ma Ong dan para bawahannya yang hebat-hebat meninggalkan Chang An pergi mencari bantuan orang sakti di berbagai penjuru.
Sedangkan di Chang An sendiri hanya di jaga 20.000 tentara Rajawali Merah.
Si Ma Hui berpikir ini adalah kesempatan langka yang tidak akan datang dua kali, kaisar segera mengutus dua orang pengawal kepercayaan nya berangkat menuju Kota Wan dan kota Han Zhong.
Untuk membantunya melakukan serangan dari depan dan belakang, berusaha menahlukkan kota Chang An untuk membebaskan ayah dan saudara-saudara nya yang tinggal di sana.
Sambil menunggu kabar dari utusan nya, kaisar memanggil Jendral Bai, Jendral Wu dan Jendral He datang menghadap.
Ketiga Jendral ini masih terhitung kerabat kaisar Shi Ma Hui.
Ketiga Jendral ini putrinya menjadi selir kaisar Shi Ma Hui.
Jadi mereka ini masih terhitung mertua kaisar Shi Ma Hui, dan sangat dipercaya oleh Shi Ma Hui.
Tapi dari mereka bertiga, yang selama ini selalu mendapatkan perhatian dan pujian adalah Jendral Bai, karena putrinya adalah selir yang paling dekat dengan kaisar Shi Ma Hui.
Shi Ma Hui sangat berbeda dengan ayahnya Shi Ma Yi dalam menjalankan pemerintahan.
Sebenarnya Bily bukan karena Shi Ma Zhao dan Shi Ma Shi meninggal muda, Shi Ma Yi juga tidak bakal menjatuhkan pilihan pada Shi Ma Hui yang kurang berbakat.
Tapi karena tidak punya pilihan lagi, akhirnya Shi Ma Yi menyerahkan tahta kepadanya, tapi kekuasaan tertinggi dipegang Shi Ma Yi.
Tak lama kemudian di dalam ruangan pribadi kaisar Shi Ma Hui, kini berdiri 3 orang jendral yang datang menghadap, memenuhi panggilan Shi Ma Hui.
Setelah menatap mereka bertiga sejenak, kaisar pun berkata,
"Aku yakin kalian sudah tahu dan mendengar situasi di Chang An saat in "
"Apa pendapat kalian bila di lihat dari situasi saat ini.?"
Tanya kaisar sambil menatap mereka bertiga satu persatu.
Jendral Wu dan Jendral He yang paham posisi mereka di depan kaisar, memilih diam menunggu penjelasan dari jendral Bai, jendral kesayangan kaisar.
Tapi semua orang di kalangan militer tidak ada yang tidak tahu kemampuan orang ini.
Antara ucapan dan hasil kerja bertolak belakang.
Kejadiannya dengan Xie Bun Houw membuat semua kalangan militer makin meremehkannya.
Bila bukan karena kebodohannya dalam menilai kemampuan bawahan, mungkin saat ini mereka semua tidak perlu menghadapi ancaman Pasukan. Rajawali Merah.
Yang konon kemampuan setiap Pasukannya, tidak di bawah kemampuan Pasukan Naga Hitam.
__ADS_1
Jendral Bai dengan percaya diri berkata,
"Apa yang perlu di takutkan dengan Pasukan Rajawali Merah yang hanya berjumlah 20.000 orang itu."
"Aku akan membawa 300.000 Pasukan ku kesana dan meratakan mereka dalam 3 hari."
Jendral Wu dan Jendral He saling pandang tapi mereka berdua hanya tersenyum mengejek.
Hal ini tidak terlepas dari pandangan kaisar.
Kaisar pun membuka suara,
"Kepercayaan diri yang tinggi adalah baik, tapi kita tidak boleh meremehkan musuh."
"Jendral Wu dan Jendral He, apa pendapat kalian berdua tentang situasi saat ini."
Kedua Jendral itu saling pandang kemudian jendral Wu berkata,
"Maaf Baginda bukan nya tidak kompak, tapi kami memilki pemikiran lain dalam hal ini."
Kaisar menatap kedua jendral tersebut dan berkata,
"Apa pendapat kalian katakan saja ? di sini kita bebas berdiskusi jangan ragu."
"Menurut saya saat ini lebih baik kita abaikan masalah Chang An yang bukan ancaman, lebih baik kita fokus ."
"Yang jaraknya cukup dekat dengan kita, dan bisa membahayakan Luo Yang, bila mereka menyeberangi sungai dan menyerang kita."
ucap Jendral Wu serius, di ikuti anggukan dari jendral He.
Jendral He Kemudian menyambung berkata,
"Pasukan kerajaan Liau berjumlah 500.000 orang, sedangkan kita di sini memilik kekuatan 1.500.000 orang."
"1000.000 dari pasukan kita, adalah pasukan didikan Jendral Tua Si Jin Kui yang mahir bertempur di air maupun darat."
"Kita bisa memancing Pasukan Liau untuk bertempur di sungai yang bukan keahlian mereka."
Jendral Bai tertawa mengejek dan berkata,
"Mereka tidak mahir bertempur di sungai, apa menurut mu mereka bodoh."
"Mau melayani bertempur di sungai ?"
Jendral Wu tidak memperdulikan ejekan jendral Bai, dia ikut berbicara memberi penjelasan kepada kaisar,
"Mereka tidak punya pilihan, mereka harus mengejar dan menangkap kita, bila tidak kita akan menghancurkan bendungan air kota Ye."
__ADS_1
"Lewat jalur sungai, sehingga kota Ye akan tenggelam, kerugian yang mereka hadapi juga tidak kalah besar."
"Selain itu kita bisa meminta Pasukan bantuan dari Pendekar Topeng besi yang ada Di Chen Liu."
"Pasukan kita di Jin Yang juga bisa bergerak langsung menyerang kota Ye membantu kita,
Bila Pasukan besar mereka berhasil kita tumpas di sungai Huang He.
"Inilah pemikiran kami yang mulia."
ucap Jendral Wu menutup penjelasan rencananya.
Kaisar terlihat berpikir, ulasan Jendral Wu dan Jendral He bukan nya tanpa pertimbangan dan tidak masuk akal.
Jendral Bai yang takut jasanya direbut oleh kedua Jendral itu, dia cepat-cepat angkat bicara.
"Baginda saya tidak sependapat dengan kedua jendral Wu dan He, yang hanya memikirkan wilayah."
"Menurut ku mengambil Chang An yang terdekat adalah momen paling baik saat ini, bukan hanya kita mengambil kembali ibukota."
"Tapi kita juga menyelamatkan, ayahanda kaisar dan keluarga paduka yang mulia."
Mendengar hal ini kaisar terlihat ragu, akhirnya kaisar berkata,
"Baiklah biar saya pikirkan dulu, nanti saya akan memanggil kalian bila sudah punya keputusan."
Ketiga Jendral itupun kemudian mengundurkan diri kembali ke markas mereka masing-masing.
Lebih tepatnya hanya jendral Wu dan Jendral He yang kembali ke markas.
Sedangkan Jendral Bun langsung kembali ke kediamannya yang megah untuk di temani oleh ke 4 gundik favoritnya.
Kaisar Shi Ma Hui yang terlihat termenung berpikir langkah terbaik yang harus dia ambil,
Tiba-tiba di kejutkan dengan suara ketukan halus di luar pintu.
Terdengar suara Kasim Wei berteriak dari luar,
"Yang mulia Bai Kui Fei Niang Niang (selir terkasih Bai ) mohon menghadap.!"
"Silahkan masuk...!!"
ucap kaisar dengan alis berkerut, karena sedang memikirkan keputusan yang harus dia ambil.
Pintu terbuka seorang gadis yang sangat cantik berusia 22 tahun berpakaian sangat indah di ikuti oleh dua orang pelayannya.
Melangkah masuk Kemudian berlutut memberi hormat sampai Kepalanya menyentuh lantai dia baru berkata dengan suara halus lembut dan merdu,
__ADS_1