LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
BERNYANYI BERSAMA


__ADS_3

Bahkan mereka telah mengikat janji akan hidup bersama hingga rambut memutih.


Tapi kenyataan pahit harus memisahkan mereka secara tragis.


Pria itu mengatakan bila suatu hari dia tidak mampu membuat gadis itu tinggal di sisinya.


Dia berharap gadis itu akan mengenang semua keindahan dan kebahagiaan saat mereka bersama.


Pria itu juga mengatakan dia mengalah dan merelakan gadis itu pergi dari sisinya karena ingin melihat gadis itu hidup berbahagia dan mengejar impiannya.


Bila suatu hari gadis itu merasa tidak bahagia, ingatlah masih ada dirinya yang sedang menanti kepulangan nya.


Tidak di sangka irama suling Wu Song justru membuat selir Mimi terkenang dengan masa lalunya.


Sehingga selir Mimi menangis tersedu-sedu seorang diri didepan jendela kamarnya yang menghadap kearah taman bunga.


Wu Song yang merasa tidak tega, akhirnya menghentikan tiupan sulingnya, dan melanjutkan pekerjaannya menyiram tanaman.


"Hei kamu kemarilah..!"


terdengar suara teriakan merdu dari selir Mimi sambil melambaikan tangannya kearah Wu Song.


Wu Song melihat kekiri kekanan memastikan bahwa yang sedang dipanggil adalah dirinya bukan orang lain.


Selir Mimi tersenyum dan mengulang panggilan nya sambil melambaikan tangannya kearah Wu Song.


"Ya..kamu..! cepat kemari..!"


Wu Song berlari kecil menghampiri selir Mimi.


"Kamu orang baru ya ? kenapa saya tidak pernah melihat mu ?"


tanya selir Mimi dengan suara lembut dan ramah.


Wu Song menjawab dengan kepala tertunduk,


"Ini hari ke 3 saya bekerja merawat tanaman disini."


"Pantes saja..aku merasa baru melihat mu, coba angkat kepala mu.."


ucap selir Mimi ramah.


Wu Song pun mengangkat kepalanya menatap wajah selir Mimi.


Selir Mimi tersenyum lembut dan berkata,

__ADS_1


"Suara suling mu sangat bagus dan indah, aku sangat menyukai nya."


"Maukah kamu setiap sore, kecuali raja sedang berkunjung, kamu datang kemari meniupkan beberapa lagu untuk menghibur ku."


minta selir Mimi dengan halus dan sopan.


Padahal sebagai selir kesayangan dia tidak perlu bersikap sesopan ini dengan seorang bawahan Kasim kecil seperti Wu Song.


Wu Song tidak melihat ada niat atau ketertarikan selir Mimi terhadap dirinya.


Selir ini sangat berbeda pikir Wu Song di dalam hati, dia baik polos tidak sombong.


Tapi dia justru satu-satunya wanita yang tidak tertarik dengan ketampanan nya setelah bertemu.


Mungkin saja karena dia menganggap ku seorang banci, jadi tidak ada yang menarik dari diriku selain suara seruling ku.


Menanggapi pertanyaan Selir Mimi, Wu Song segera mengangguk dan berkata,


"Bila Yang mulia selir menyukai nya, saya akan dengan senang hati melakukan permintaan yang mulia."


Selir Mimi terlihat sangat senang mendengar Jawaban Wu Song dan berkata,


"Siapa nama mu..? cepat mainkan lagi lagu tadi aku ingin mendengar nya sampai habis."


ucap Wu Song yang merasa tidak tega, nanti suara sulingnya yang memiliki kekuatan magis membuat selir yang sopan lembut dan baik ini menjadi sedih.


Selir Mimi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak masalah meski menangis tapi setelah menangis hati ku akan merasa lebih lega."


"Semua beban kesedihan yang selalu ku tahan, kini menemukan jalan keluar nya, ini sangat baik."


"Kamu bisa bernyanyi ? kalau bisa coba kamu bernyanyi, aku akan mengiringi mu dengan petikan Yang Khim ( Sejenis gitar jaman kuno) milik ku."


Wu Song tersenyum malu dan berkata,


"Bisa sedikit, tapi biasanya hanya bernyanyi di kamar mandi, takutnya cuma malu-maluin saja."


"Tidak apa-apa aku juga sedang tidak ada kegiatan, gakda salahnya di coba."


Wu Song mengangguk, kemudian mengeluarkan sulingnya kembali, sambil duduk di atas pagar tanaman di depan jendela selir Mini, Wu Song kembali memainkan lagu tadi lagi dengan lebih sendu dan penuh perasaan.


Selir Mimi terlihat mendengar kan alunan itu sambil memejamkan sepasang matanya, bibirnya menyunggingkan senyum bahagia seperti sedang mengenang kenangan yang sangat indah dan bahagia.


Tapi dari sudut sepasang matanya yang tertutup airmata bening mengucur dengan sangat deras tanpa henti.

__ADS_1


Wu Song sambil meniup suling nya dia terus memperhatikan ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh selir Mimi.


Melihat hal ini Wu Song yang meski tidak paham tentang kehidupan Selir Mimi, tapi dia bisa pastikan Selir Mimi bagaikan seekor burung yang hidup dalam sebuah sangkar emas tapi dia sangat tidak bahagia dan tertekan.


Setelah menyelesaikan irama lagu tersebut dengan sulingnya, Wu Song pun menyambungnya dengan mulai menyanyikan lagu tersebut.


Ternyata suara Wu Song sangat bagus ketika menyanyikan lagu tersebut.


Selir Mimi buru-buru mengeluarkan Yang Khim nya, sambil tersenyum dengan airmata yang semakin bercucuran deras dari sepasang matanya yang indah.


Selir Mimi memetik Yang Khim nya mengiringi lagu yang dinyanyikan oleh Wu Song.


Setelah menyelesaikan lagu tersebut, Wu Song kini sengaja memainkan lagu jenaka dengan sulingnya


Yang menceritakan kehidupan masa muda manusia, di mulai dari kecil hingga dewasa.


Ketika masih kecil semua ada hanya uang di kantong tidak ada, sehingga terkadang sulit mendapatkan keinginannya dan mendapatkan mainan impiannya.


Hari-hari hanya dilewatkan dengan belajar-belajar dan terus belajar, terkadang di saat jam istirahat akan digunakan untuk bercerita dengan teman,


Tentang Pendekar sakti dan perebutan pedang sakti yang tidak tahu akan terjatuh ketangan siapa.


Terkadang waktu jam istirahat digunakan untuk memperhatikan gadis cantik dari kelas sebelah yang lewat didepan kelasnya.


Setelah habis jam istirahat kembali melihat guru yang terus menulis tiada henti dan terus berceloteh tiada henti sampai tidak tahu yang dia celotehkan, di mengerti atau tidak oleh muridnya.


Sehari demi sehari setahun demi setahun terus berlalu tanpa terasa semua pun sudah dewasa.


Masing-masing harus menghadapi kenyataan hidup yang ada.


Dan hanya bisa menjadikannya sebagai masa lalu yang indah tanpa dapat kembali lagi ke masa itu.


Selir Mimi terlihat mendengar kan sambil tersenyum gembira memiringkan kepalanya kekiri dan kekanan sambil bertepuk tangan mengiringi tiupan suling Wu Song.


Melihat selir Mimi kini tersenyum bahagia dan gembira, Wu Song pun turut tersenyum bahagia dan gembira.


Setelah tiupan suling usai kini Wu Song melanjutkan dengan menyanyi, yang diiringi petikan Yang Khim selir Mimi.


Mendengar arti lagu yang Wu Song nyanyikan, putri Mimi pun tertawa-tawa riang dan mengikuti Wu Song menyanyi dengan suaranya yang ternyata sangat merdu dan enak didengar.


Setelah menyelesaikan lagu gembira yang mereka nyanyikan bersama dengan riang dan gembira.


Sambil tersenyum ceria, selir Mimi berkata,


"Awu terimakasih banyak, sejak berada di istana, ini adalah kali pertama aku merasa begitu bahagia dan senang."

__ADS_1


__ADS_2