
Wu Song menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak bisa, Fang Cang tidak mengerti urusan, masalah ini harus diselesaikan lewat Beng San baru semua urusan bisa jadi terang."
Tiba-tiba ketiga biksu di belakang biksu Hong San melompat secara serentak menyerang kearah Wu Song dan berteriak,
"Sungguh kelewatan...!! lihat serangan...!!"
Hong Ti sambil menyerang kembali berkata,
"Anak muda kamu sungguh kelewatan dan memaksa, biar tiga tulang tua ini menjajal kesombongan mu."
Hong San ingin berteriak mencegah, tapi sudah terlambat kedua belah pihak masing-masing telah saling bergerak.
Hong Ti menyerang dengan jurus cakar Naga ke bagian kepala Wu Song, sedangkan Hong Sin menyerang bagian pinggang ke bawah dengan jurus monyet.
Dan Hong Kun menggunakan Shaolin Lo Han Cuan menyerang bagian tengah tubuh Wu Song.
Mereka tidak tahu Wu Song memiliki ilmu Kekosongan dan tidak ada kemampuan yang dapat mendeteksi semua serangan sebelum jurus mereka di lepaskan.
Bila mereka langsung menyerang dengan kekuatan tenaga dalam, dan jurus tingkat tinggi yang menutup semua jalan mundur Wu Song. Mungkin masih bisa mengimbangi Wu Song.
Tapi kini semua sudah terlambat jurus sudah di lepaskan, Wu Song memadukan langkah ajaib dan kemampuan membaca gerakan lawan dan Qian Kun Ta Lo Ih melontarkan serangan mereka kembali.
Dalam satu gebrakan ketiga biksu itu terpental bergulingan di atas tanah, masing-masing mengalami luka di kepala dada dan paha. sesuai dengan serangan mereka tadi, Kini yang menerima nya malah mereka sendiri.
Cukup sute kalian bertiga mundurlah, mereka bertiga sebenarnya sangat malu dan penasaran, tapi mereka tidak berani membantah perintah Hong San.
Dengan melotot penuh emosi Hong Sin dan Hong Kun mundur,.diikuti oleh Hong Ti yang mengerutkan alisnya.
Wu Song hanya tersenyum lembut menatap Hong San tidak memperdulikan respon ketiga biksu itu.
Hong San membentuk kuda-kuda, tubuhnya di kelilingi oleh 9 matahari dan sebuah cahaya lembut membentuk Lonceng Emas terbentuk menyelimuti tubuhnya.
Wu Song sedikit heran kenapa Biksu Hong San bisa menguasai ilmu 9 matahari mertuanya.
Wu Song tidak tahu bahwa cikal bakal ilmu ini memang bersumber dari Siauw Lim Si.
__ADS_1
Belum sempat Wu Song berpikir lebih banyak, sudah terdengar suara teguran dari biksu Hong San.
"Majulah anak muda aku tidak bisa membiarkan mu menemui adik ku kecuali bisa mengalahkan ku." ucap Biksu Hong San tegas.
Wu Song berpikir tidak ada pilihan lain, maka dia pun mulai menyerang Biksu Hong San dengan 18 tapak Penahluk Naga, yang melalui pencerahan kekekalan Semesta dan kekosongan dan tidak memiliki kemampuan, 18 jurus tersebut digabung menjadi 1 gerakan serangan.
Dimana tubuh Wu Song yang sedang melayang di udara melakukan 18 gerakan seakan-akan ada 18 Wu Song yang sedang bergerak masing-masing memainkan 1 jurus.
Lalu menyatu satu persatu menjadi satu gerakan yang menciptakan angin ****** beliung dahsyat dan seekor Naga Mas raksasa bergerak cepat menerkam kearah biksu Hong San.
Pertemuan kekuatan pun terjadi, terlihat Naga Emas berulangkali menubruk kearah biksu Hong San yang terlindung oleh cahaya Lonceng Emas.
Di mana setiap kali Naga Emas dan Lonceng Emas berbenturan selalu mengeluarkan suara "Dung...Dung...Dung...!!"
yang memekakkan telinga.
Tanah sekitar area pertarungan bergetar hebat, tapi anehnya pondok yang ditengah tidak bergeming sama sekali, seperti di lindungi kekuatan tidak kasat mata.
Sedangkan kedua pondok di kiri kanannya telah roboh berantakan.
Wu Song yang melihat serangan nya tidak membutuhkan hasil dia merubahnya menjadi jurus Manusia dan pedang bersatu (Jen Cien He Ie )
Bergerak menebas kearah Cahaya Lonceng Emas yang didukung oleh tenaga 9 matahari.
Benturan kembali terjadi kini ledakan semakin dahsyat, energi pedang yang membias mengenai pohon, pohonnya langsung roboh bertumbangan menimbulkan suara hiruk pikuk.
Tiga kali tebasan Jen Cien He Ie membuat Lonceng Emas mengalami retak-retak.
Ketiga biksu Hong Ti, Hong Sin, dan Hong Kun, langsung bergerak berdiri di belakang punggung biksu Hong San.
Hong Ti menempelkan kedua tangannya di punggung biksu Hong San, sedangkan Hong Sin dan Hong Kun masing-masing berdiri di kiri dan kanan menempelkan sebelah tangan mereka di pundak biksu Hong San.
Cahaya Lonceng Emas yang tadinya retak kini pulih dan makin bersinar terang dan menjadi lebih besar Loncengnya.
Wu Song meningkatkan kekuatan nya Kemudian kembali menyerang dengan Jen Cien He Ie yang jauh lebih dahsyat dan kuat.
Benturan berulang kali terjadi, kini Hong Ti dan Hong Kun membantu dengan menempelkan tangannya yang bebas kearah tangan yang sedang memegang bahu biksu Hong San.
__ADS_1
Mereka menyalurkan tenaga tambahan untuk memperkuat pertahanan.
Tapi Jen Cien He Ie terus menebas tanpa putus semakin lama semakin kuat dan dahsyat, seakan-akan tenaganya tidak bisa habis.
Akhirnya Lonceng emas kembali mengalami retakan di berbagai tempat.
Memanfaatkan situasi ini , Wu Song menarik jurusnya menggantinya dengan Liu Mai Sen Cien, mencoba menembus retakan yang meninggalkan celah tipis.
Dan ternyata berhasil, sinar merah biru yang mengandung tenaga sakti Im Yang Sen Kung menembus celah itu.
Mengenai Biksu Hong San yang terpental mundur kebelakang di ikuti oleh
Biksu Hong Ti, Hong Sin, dan Hong Kun yang terpental jatuh di atas tanah meringis sambil memegang dada mereka yang terasa sesak dan sakit.
Hong San terpaksa mengeluarkan jurus simpanan Cahaya Tapak Buddha Tanpa Batas, untuk menghadapi serangan Liu Mai Sen Cien yang ganas.
Saat menggunakan jurus tersebut sepasang tapak terbuka Biksu Hong San mengeluarkan cahaya lembut menyilaukan mata menyambut serangan Liu Mai Sen Cien yang datang menghampirinya.
Kedua kekuatan kembali berbenturan di udara menimbulkan ledakan dan goncangan yang lebih dahsyat lagi.
Kekuatan gabungan Liu Mai Sen Cien dengan Im Yang Sen Kung berhasil di punah kan, tapi
Biksu Hong San menderita luka dalam cukup serius dari sudut bibirnya mengalirkan darah.
Sambil tersenyum biksu Hong San berkata,
"San Chai...! San Chai...! San Chai....!"
Pendekar Suling Hitam sungguh bukan nama kosong. terimakasih telah membuka mata kami."
"Tapi aku tetap.tidak akan menyerahkan Beng San kepada mu.." ucap Biksu Hong San penuh tekad.
Wu Song menjadi bingung menghadapi sifat keras kepala biksu di depannya.
Saat Wu Song sedang bingung mempertimbangkan apa yang harus dia lakukan.
Dari dalam pondok yang terletak ditengah, sepasang pintu kayu terbuka lebar dari dalam berjalan keluar tiga biksu tua berpakaian sederhana dan berkata,
__ADS_1
"San Chai....San Chai.....San Chai....!"