
"Sonia aliran mu itu kenapa begitu tidak adil terhadap wanita, ? ingin rasanya aku berangkat kesana dan memusnahkan aliran tersebut."
ucap Lu Fan kesal.
Sonia duduk bersimpuh di samping Lu Fan sambil memegang lengan Lu Fan dengan mata berkaca-kaca dia berkata,
"Fan ke ke tolong jangan seperti ini, bila Fan ke ke ingin pergi kesana memusnahkan semua penganut di sana."
"Daripada Fan ke ke menanggung dosa besar dan nama buruk, lebih baik aku mati saja dihadapan Fan ke ke."
"Agar tidak menjadi beban buat Fan ke ke.."
ucap Sonia dengan lembut, tapi mengandung keteguhan hati dan kesedihan mendalam.
Mendengar hal itu, Lu Fan cepat-cepat menoleh menatap kearah Sonia dan berkata,
"Ehh maaf bukan maksudku menyakiti perasaan mu, aku hanya kesal dengan aturan aliran itu."
"Tapi sudahlah maafkan aku, aku terlalu terbawa emosi maaf."
"Jangan sedih lagi, ok ?"
Sonia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dia berkata,
"Tidak apa-apa, aku mengerti."
"Asal Fan ke ke tidak pergi melaksanakan niat tadi, semua bukan masalah."
"Lupakan saja.."
Lu Gan di dalam hati berpikir, wanita sungguh adalah wanita mahluk yang sangat sulit ditebak.
Dulu sewaktu pertama kali bertemu dia begitu galak tinggi hati emosional dan membenci ku.
Tapi sekarang berbalik 360° dia sekarang begitu penurut sabar pengertian lemah lembut.
Kenapa bisa seperti ini ya pikir Lu Fan tidak mengerti.
Mereka berdua akhirnya duduk terdiam dalam keheningan larut dalam jalan pikiran masing-masing.
Kembali ke Wu Song yang berada di kota Ye,
Pagi itu disebuah bangunan istana yang megah di kota Ye yang besar dan makmur serta sangat ramai penduduk nya.
Disebuah ruang kerja terlihat Jendral Wu dan beberapa komandan bawahan nya sedang berdiri terpaku menatap ke peta miniatur di depan mereka.
Wu Song juga terlihat hadir diantara mereka,
__ADS_1
Mereka sedang berpikir keras dan berunding bagaimana cara menahlukkan kota Ping Yuan yang kini dikuasai raja khitan Yelu Sanggha.
Wu Song selama Pasukan Jendral Wu beristirahat dan berlatih sesuai petunjuk dari Wu Song..
Dia mengirim beberapa mata-mata yang menyusup kedalam istana raja khitan,.dari laporan mata-mata tersebut diketahui.
Raja Yelu Sanggha tidak melulu mengandalkan militer, dia juga memiliki 4 pelindung orang sakti.
Menurut kabar informasi dari mata-mata kesaktian ke 4 orang ini sangat tinggi dan sulit diukur.
Diantaranya mereka bisa terbang melayang diudara, bisa memangil hujan petir awan dan angin sesuka hati.
Mendapat laporan ini Wu Song semakin sakit kepala, formasi jebakan apapun yang dia buat, bila orang ini bisa memanggil awan angin hujan dan petir dia akan kesulitan menjalankan rencananya.
Kepusingan Wu Song tentu mempengaruhi Jendral Wu yang berharap banyak dari bantuan Wu Song, baik secara taktik militer maupun ilmu silat jauh lebih unggul darinya.
Setelah memberikan beberapa petunjuk pertahanan yang harus di siapkan mengantisipasi serangan yang mungkin dilakukan oleh pasukan khitan dari Ping Yuan.
Wu Song sebelum meninggalkan ruangan berpesan,
"Jendral Wu apapun yang terjadi, kita hanya boleh bertahan tidak boleh menyerang."
"Sebelum ada kode dari ku tidak boleh ada pergerakan melakukan penyerangan."
Selain itu Wu Song juga menunjuk 5 lokasi yang harus di jauhi oleh pasukan Jendral Wu.
Wu Song kemudian meninggalkan ruangan tersebut dengan kedua alis berkerut, banyak yang. menjadi beban pikirannya.
Tapi dia tidak mungkin menceritakan dan membicarakan nya dengan Jendral Wu dan para komandan bawahan nya.
Salah-salah bukannya menyelesaikan masalah, malah menambah masalah dengan turun rasa percaya dan moril mereka dalam menghadapi musuh.
Bila itu terjadi, itu lebih gawat daripada tidak menemukan solusi baik menyerang raja Yelu Sanggha.
Wu Song tidak kembali ke kamarnya, melainkan dia melesat pergi ke daerah perbatasan Ye.
Kemudian sambil melayang diudara dia melakukan pengamatan di sekitar sana.
Setelah menemukan lokasi yang tepat, Wu Song mulai menyiapkan formasi di sana.
Wu Song menghabiskan waktu 1 Minggu membuat 5 formasi untuk mencegah serangan pasukan khitan.
Dari 5 formasi itu 3 diantaranya adalah formasi sesat.
Di mana bila ada yang nekad menerobos formasi tersebut mereka akan tersesat.
Bisa masuk tapi tidak bisa keluar lagi, bila terjebak disana, Pasukan yang terjebak hanya bisa menunggu mati saja di sana.
__ADS_1
Sebelum menemukan rahasia jalan keluar dari formasi itu, mereka akan terkurung sampai mati kelaparan di dalam formasi tersebut.
Dua formasi terakhir ciptaan Wu Song adalah formasi jutaan pedang menembus hati.
Formasi ini memungkinkan siapapun yang terjebak di dalam formasi tersebut, mereka semua akan tewas terserang bayangan jutaan energi pedang yang akan mengincar hati mereka.
Sebelum seluruh penerobos formasi ini tewas, formasi ini tidak akan berhenti bergerak dan akan terus menyerang siapapun orang yang sedang berada dalam formasi tersebut.
Setelah menyelesaikan pembuatan formasi dan mengaktifkannya.
Wu Song pun terbang menuju kota Ping Yuan, Wu Song menyamar sebagai rakyat jelata, masuki kota Ping Yuan.
Wu Song menyelinap masuk kedalam kota, mengikuti rakyat jelata yang berbondong masuk kedalam kota Ping Yuan.
Mereka sebagian besar adalah petani dan pemburu., yang bekerja di luar tembok pertahanan kota.
Wu Song langsung berjalan menuju sebuah rumah yang tidak begitu besar tapi dekorasi didalam rumahnya sangat rapi dan asri.
Terlihat di dinding banyak di gantung berbagai macam lukisan pemandangan karya pelukis-pelukis terkenal di jamannya.
Juga banyak tanaman hias berupa pohon dan akar-akaran berbentuk mini yang berjejer rapi di dalam pot-pot kecil.
Meja kursi terbuat dari kayu hitam yang dipahat dan diukir seperti akar-akar pohon yang menjadi kaki penyangga kursi dan meja tersebut.
Di atas meja terdapat sebuah tempat dupa wangi yang mengeluarkan asap tipis yang membuat ruangan memilki aroma yang wangi dan segar.
Selagi Wu Song sedang asyik melihat-lihat terdengar sebuah suara merdu dari belakang nya.
"Tuan ini siapa ? ada yang bisa saya bantu ?"
Wu Song memutar kepalanya menoleh kebelakang, hatinya sedikit terkejut.
Dia tidak menyangka informan yang dia tempatkan diistana Ping Yuan memberikan informasi agar dia bertemu orang ini.
Bila dia ingin menyusup masuk kedalam istana.
Wu Song buru-buru memberi hormat dengan sopan dan berkata,
"Maaf kedatangan tak diundang saya ini menganggu ketenangan dan waktu istirahat Anda."
"Nama ku Wu Song."
Tuan rumah tersenyum ramah dan berkata,
"Tidak apa-apa aku malah sangat girang pagi-pagi sudah dikunjungi oleh pemuda tampan dan sopan seperti anda."
"Ada yang bisa saya bantu adik muda ?"
__ADS_1