LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
WU SONG MENOLONG BUN HOUW DAN YI YI


__ADS_3

Setelah mendengar nya Wu Song tidak langsung percaya, kini dia melihat kearah salah satu perahu.


Dimana orang yang berdiri diujung perahu Wu Song yakin dialah pimpinan rombongan pasukan ini.


Pria yang berdiri diujung perahu itu adalah ajudan Gao dugaan Wu Song sangat tepat. Karena seragam yang dikenakan olehnya memang berbeda dengan bawahan nya.


Wu Song memberi hormat kearah ajudan Gao,


"Paman apakah anda pimpinan rombongan pasukan yang sedang mengejar pasangan ini."


"Kalau boleh tahu apa kesalahan mereka.?"


Ajudan Gao menatap Wu Song dengan sinis kemudian berkata,


"Anak muda ku sarankan kamu jangan terlalu ikut campur dengan masalah orang lain."


"Cepat tinggalkan tempat ini disini tidak ada urusanmu."


"Jangan mengganggu tugasku atau kamu akan menyesal nantinya."


Mendengar kata-kata ajudan Gao, Wu Song langsung paham masalah ini tidak dapat dia selesaikan dengan sepatah dua patah kata saja.


"Baiklah aku sudah bertanya baik-baik padamu, tapi kamu yang tidak ingin menjawabnya. Jangan salahkan aku bila kalian harus pulang dengan tangan kosong."


Wu Song menggerakkan sepasang tangannya kearah perahu-perahu itu.


Hasil nya terdengar jeritan panik dari setiap perahu yang diisi oleh para pasukan.


Perahu yang mereka tumpangi mulai terbalik terkena pukulan tangan kosong dari Wu Song.


Termasuk perahu yang ditumpangi ajudan Gao juga ikut terbalik, hanya saja ajudan Gao tidak sampai terjatuh kedalam danau.


Dia melompat keatas saat perahu yang ditumpangi nya terbalik, lalu dengan ringan dia hinggap di pantat perahu yang terbalik.


"Anak muda kurang ajar terima ini..!! teriak ajudan Gao dengan marah mencabut goloknya, lalu melompat kearah Wu Song.


Sambil melakukan tebasan mematikan yang ingin membelah Wu Song menjadi dua bagian.


Wu Song dengan tenang mengeluarkan Suling Hitamnya untuk menangkis serangan tersebut.


Terdengar bunyi,


"TRANGGG....! BYUUURRR....!"


Jendral Gao yang terpental kebelakang oleh tangkisan Wu Song kehilangan pijakan. Sehingga dia ikut tercebur kedalam danau bersama pasukannya.


Bun Houw terkejut melihat kesaktian Wu Song, dia sangat tertarik dan ingin memiliki kesaktian seperti Wu Song.


Bun Houw cepat-cepat memberi hormat sambil berkata,


"Terimakasih banyak tuan penolong, Budi besar mu Bun Houw akan mengingatnya suatu hari Bun Houw pasti akan membalasnya."

__ADS_1


Wu Song mengoyang-goyangkan tangannya sambil berkata,


"Tidak perlu saudara Bun, aku hanya melakukan tugas ku, menolong orang yang sedang kesulitan.


Melihat ketidakadilan didepan mata, sudah sewajarnya saya memberikan pertolongan."


Wu Song melihat ke sekitar sejenak kemudian berkata,


"Di sini bukan tempat yang cocok untuk ngobrol-ngobrol, mari kita tinggalkan tempat ini."


Baru kita lanjutkan lagi obrolan kita, setelah berkata Wu Song melayang kembali ke perahunya sendiri.


Lu Ping tidak banyak bertanya, dia duduk bersandar di dada Wu Song. Membiarkan Wu Song mendayung perahu menuju pinggir danau.


Bun Houw juga mendayung perahunya menyusul perahu Wu Song. Didalam hatinya dia bertekad harus belajar dari Wu Song ilmu kesaktian. Agar dapat melindungi Yi Yi juga dirinya sendiri.


Wu Song sambil mendayung perahu berkata,


"Sayang maaf ya, akibat suka ikut campur urusan orang aku merusak suasana tamasya kita."


Lu Ping tersenyum kemudian menyentuh wajah Wu Song dan berkata,


"asal berada disisi mu, bagi ku dimana saja tetap menyenangkan."


"Kalau cuma masalah kecil begini harus ngambek, kamu pasti di dalam hati bakal mengatai ku sudah tua reseh gak pengertian lagi." ucap Lu Ping sambil tertawa minder.


Wu Song menghentikan dayungnya dia merangkul pinggang Lu Ping dengan kedua lengannya, sambil berkata,


"Di dunia ini kamu adalah yang paling baik."


Lu Ping mencibir tidak puas kemudian berkata,


"Gombal... Song ke ke bohong, dibanding Ceng Ceng apakah aku masih bisa jadi yang terbaik."


Setelah mengatakan nya Lu Ping sedikit menyesal tapi sudah terlambat.


Wu Song mengendurkan rangkulannya dan duduk termenung airmata kembali mengembang di sepasang matanya yang tajam.


Sambil menghela nafas panjang Wu Song berkata dengan suara sedikit bergetar.


"Ceng Ceng sudah... tiada, buat apa kamu membandingkan diri dengan orang yang sudah... tiada."


"Bukan kah dia sudah menitipkan aku ke padamu..?"


Lu Ping merasa bersalah dia cepat-cepat berkata,


"Maaf.. maafkan kata-kata ku yang tidak pantas tadi, sehingga membuat Song ke ke menjadi sedih."


"Aku..aku benar-benar tidak sengaja, maaf..." ucap Lu Ping menambahkan sambil tertunduk merasa bersalah.


Wu Song menghela nafas sedih kemudian berkata,

__ADS_1


"Kamu tidak perlu minta maaf, aku lah yang terlalu sensitif. Aku masih belum bisa menerima kenyataan dia telah tiada."


"Dan harusnya saat ini aku lebih menghargai yang ada saat ini, tidak selalu larut dalam kenangan masa lalu."


'Maafkan aku sayang, aku belum bisa mengendalikan perasaan ku sepenuhnya untuk mu."


Wu Song mengambil guci arak disamping Lu Ping dan menegaknya sampai habis hanya dalam satu kali tegak.


Lu Ping sedikit terkejut tapi dia tidak bisa mencegah nya, mungkin arak itu bisa membantu Wu Song sedikit melupakan kesedihannya.


Lu Ping sangat menyesal dan memaki kebodohan nya, berkata sembarangan.


Wu Song kemudian melanjutkan mendayung dalam suasana hening hanya terdengar kecipak air membentur dayung.


Sepanjang perjalanan menuju tepi danau Wu Song larut dalam pikirannya sendiri.


Sedangkan Lu Ping memilih diam takut salah ucap dan membuat Wu Song semakin sedih.


Bun Houw dan Yi Yi sudah sampai duluan mete berdua bergandengan tangan menunggu kedatangan Perahu Wu Song dan Lu Ping.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari ajudan Gao yang kini sudah kembali duduk diatas perahu.


"Anak muda beritahukan namamu agar atasanku bisa mencari mu untuk membalas Budi baikmu hari ini?!"...


Wu Song seperti bergumam tapi suaranya terdengar jelas,


"Seorang pria buntung dan dua istri cantik menebus dosa mereka di Alam Penebus Dosa Dewa Buangan."


"Bila anda ingin mencari kami datang lah kesana."


Akhirnya perahu Wu Song sampai dipinggir danau, Wu Song turun duluan. Kemudian baru membantu Lu Ping untuk turun dari atas perahu.


Wu Song kemudian merangkul bahu Lu Ping sambil berjalan dia berbisik,


"Maafkan aku sayang,"


Lu Ping yang mendapatkan bisikan Wu Song, sangat terharu menyesal dan merasa bersalah, sepasang matanya yang indah menjadi basah.


Wu Song berhenti melangkah memutar bahu Lu Ping agar menghadap ke dirinya, Wu Song kemudian menyium mata Lu Ping yang basah secara bergantian, sambil berbisik.


"kita sedang diperhatikan pasangan muda-mudi itu , jangan menangis lagi nanti mereka mengira aku menyiksa mu dengan kejam.


Wu Song tersenyum menggoda Lu Ping, Lu Ping pun tertawa dan memeluk Wu Song.


Wu Song kembali berbisik ayo kita berjalan kesana, kalau mau berpelukan nanti kita perpanjang lagi Penginapan nya. ucap Wu Song kembali menggoda Lu Ping.


Lu Ping wajahnya menjadi merah karena malu terus di godain Wu Song, dengan gemas dia menyubit pinggang Wu Song.


Wu Song meringis kesakitan tapi tidak berani mengeluarkan suara.


Ada ibu ada anak kelihatannya nasibku kedepan nya tidak akan beda jauh dengan guru.

__ADS_1


Guru jadi punya teman sependritaan kedepannya. Pikir Wu Song dalam hati.


__ADS_2