
Tak lama kemudian Wu Song melihat mereka bertiga keluar dari ruangan mereka.
Kemudian mereka bertiga melangkah dengan terburu-buru menuju sebuah bangunan.
yang terletak di bagian paling belakang kuil setelah melewati sebuah hutan kecil.
Di sana terlihat ada 3 buah pondok sederhana yang terletak memunggungi sebuah tebing gunung yang sangat tinggi.
Di bawah tebing di belakang pondok terdapat sebuah gua yang gelap sedikit tertutup oleh dua batang pohon besar.
Bila datang dari arah depan pondok melalui jalan biasa tentu tidak bisa melihat gua gelap itu karena tertutup pohon dan bangunan pondok.
Berhubung Wu Song memantaunya lewat udara jadi semua terlihat jelas.
Tiga biksu jubah merah berdiri di depan sebuah pondok yang terletak di bagian tengah kemudian berteriak,
"Suheng Hong San maaf kami bertiga datang mengganggu mu, ada urusan penting yang harus kami sampaikan pada anda."
Tak lama kemudian pintu pondok bagian tengah terbuka, terlihat seorang biksu berumur 60 tahun berwajah bersih sehat dan gagah keluar dari dalam pondok.
Kemudian dengan hati-hati menutup kembali pintu pondok, lalu menuruni tangga pondok dan berjalan mendekati Ketiga adik seperguruan nya.
Kemudian memberi tanda agar berbicara di tempat yang agak jauh dari pondok.
Setelah berada di tempat yang agak jauh dari pondok Biksu Hong San menatap ketiga adik seperguruannya dan bertanya,
"Sute Hong Ti, Hong Sin, Hong Kun, ada gerangan hal apa? kalian bertiga sampai datang kemari mencari ku.?"
Biksu jubah merah yang bernama Hong Ti yang selama pertemuan dengan Wu Song selalu menjadi juru bicara mewakili kedua biksu jubah merah lainnya.
Dia maju kedepan memberi hormat kearah Hong San lalu dengan suara pelan berkata,
"Suheng Hong San, petaka yang di bawa saudara kembar mu mulai datang."
"Apa maksud mu Sute Hong Ti tolong jelaskan dengan lebih jelas.?" tanya biksu Hong San sedikit khawatir.
Biksu Hong Ti dengan kepala menunduk menjelaskan kepada Suhengnya tentang kedatangan Wu Song mencari seorang biksu yang mendalangi perseteruan nya dengan Xu San Pai.
Juga menceritakan Wu Song sudah menunjukkan sketsa gambar wajah biksu itu, yang mereka kenali sebagai Beng San saudara kembar Suheng mereka.
Yang jadi masalah kini, Wu Song itu ternyata bukan orang sembarangan kemampuannya, tidak di bawah mertuanya Jendral Naga Hitam Lu Sun. ucap Hong Ti
__ADS_1
"Kurasa hanya Ketiga Supek kita yang mungkin dapat menandingi kesaktian nya."
ucap Hong Ti menambahkan
Biksu Hong San awalnya terkejut, tapi kemudian berkata dengan tenang,
"Tolong kalian pergi temui dan bawa saudara Wu Song untuk bertemu dengan ku."
"Beng San adalah saudara kembar ku, dia mengalami salah jalan, kini sedang bertobat."
"Sebagai saudara tua kembarannya biar aku yang bertanggung jawab untuk menggantinya."
Ketiga biksu jubah merah sangat terkejut mendengarnya mereka bertiga segera menjatuhkan diri berlutut dan serentak berkata,
"Suheng harap di pikirkan dan dipertimbangkan lagi keputusan itu."
Sementara itu Wu Song yang berada di angkasa, ketika pintu pondok terbuka.
Dia sangat terkejut melihat wajah biksu Hong San sangat mirip dengan wajah sketsa di tangannya.
Yang berbeda hanya tahi lalat di pipi dan wajah Hong San terlihat sedikit lebih tua di bandingkan wajah orang yang berada dalam sketsa nya.
Tapi saat itu, pertemuan Wu Song terhalang oleh sebuah pintu kayu,. Wu Song hanya berada di depan pintu kamar meditasi biksu Hong San.
Sedangkan biksu Hong San berada di dalam kamar meditasinya, sehingga baik Wu Song maupun biksu Hong San tidak pernah saling tatap muka sama sekali.
Selain terkejut dengan penampakan wajah Biksu Hong San, Wu Song juga terkejut di belakang biksu Hong San.
Terlihat 3 orang biksu yang mungkin usianya sudah berada diatas 100 tahun, sedang duduk bersila menatap ke arahnya sambil tersenyum.
Ternyata kehadirannya yang melayang diudara yang begitu tinggi pun sudah di ketahui dari telah terdeteksi oleh ketiga biksu tua itu.
Wu Song berpikir Ketiga biksu itu pasti memiliki kemampuan luar biasa sehingga bisa mendeteksi kehadirannya ditempat ini.
Tapi Wu Song pura-pura tidak tahu dan terus memantau pembicaraan mereka berempat yang mencurigakan dan lebih penting menurut nya.
Baru saja biksu Hong San ingin melanjutkan kata-katanya, terdengar suara dari dalam pondok.
"Hong San tidak perlu repot-repot, tamu sudah datang dari tadi.
Sejak ketiga Sute mu kemari, dia pun sudah ikut hadir." ucap sebuah suara dari dalam pondok dengan lembut sabar dan bijaksana.
__ADS_1
Mendengar suara tersebut,. baik Hong San dan ketiga Sute nya sangat terkejut, dan langsung celingukan ke kanan dan kekiri mencari keberadaan Wu Song.
Saat mereka sedang bingung Wu Song pun melayang turun berdiri di depan pondok dan menjura kearah mereka berempat dan berkata,
"Maafkan ketidak sopanan ku yang telah datang kesini tanpa di undang."
Biksu Hong San langsung berjalan ke hadapan Wu Song dan berkata,
"Wu Sicu lama tidak bertemu apa kabar ?"
Di belakang biksu Hong San berdiri ketiga Sute nya yang tersenyum tidak enak sama Wu Song, karena mereka tadi tidak berterus terang dengan Wu Song.
Wu Song tidak menyalahkan sikap Ketiga biksu itu, karena bagaimanapun ini menyangkut masalah pribadi Suheng mereka.
Tanpa ijin dari Suhengnya mereka mana mungkin berbicara sembarangan dengan Wu Song.
Wu Song dapat memakluminya, sambil tersenyum ramah Wu Song menjawab,
"Baik,. terima kasih atas perhatian Fang Cang kepadaku, maaf bila aku selalu datang mengganggu ketenangan Fang Cang."
Biksu Hong San memberi hormat dengan merangkapkan sepasang tangannya didepan dada dan berkata,
"Aku sudah tahu maksud kedatangan Wu Sicu."
"Berhubung ini menyangkut perbuatan adik ku Beng San, maka di sini biarlah aku menggantikan nya mengucapkan maaf kepada Wu Sicu."
Wu Song menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Fang Cang tidak bersalah dalam hal ini jadi tidak perlu minta maaf."
"Lagipula dalam hal ini, saya harus bertemu dan membawa biksu Beng San mendampingi ku ke Xu San menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi."
"Untuk mencari tahu siapa dalang di balik kematian Supek Xu San Wu Xia, yang kini secara keji fitnah itu di lemparkan Kepada istri ku."
Biksu Hong San menghela nafas panjang dan berkata,
"Begini saja bagaimana bila, aku yang ikut dengan mu ke Xu San mempertanggung jawabkan semua masalah ini.?"
"Suheng...!!" teriak ketiga biksu jubah merah serentak dengan kaget atas putusan Suheng mereka.
Hong San mengangkat tangannya, memberi kode agar Ketiga sutenya tidak ikut campur.
__ADS_1