LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
KESEDIHAN LU FAN DAN LIN LIN


__ADS_3

Kemudian dengan suara gemetar dia berkata,


"Bun Houw kamu telah ingkar janji, mulai saat ini aku tidak punya hubungan lagi dengan mu bangsat."


Aura yang di pancarkan Lu Fan membuat semua orang sulit bernafas.


Wu Song memancarkan aura lembut menekan Aura Lu Fan dan berkata,


"Adik Fan kendalikan dirimu, kamu bisa melukai orang di sekitar mu."


Lu Fan terkejut mendapat teguran Wu Song, dia segera menenangkan diri.


Lu Fan sangat terkejut saat melihat kondisi Isterinya Lin Lin yang terlihat pucat dengan tubuh gemetar dan wajahnya penuh keringat dingin.


Lu Fan buru-buru menyalurkan tenaga nya untuk menenangkan guncangan di organ penting bagian dalam istrinya.


Perlahan-lahan kondisi Lin Lin mulai pulih dan normal kembali.


Begitu juga dengan Shi Ma Ling dan Se Se, Wu Song yang membantu memulihkan kondisi mereka.


Yang tidak begitu terpengaruh hanya Lu Ping Lu Sun Xue Yen dan Siau Ching.


Begitu istrinya pulih Lu Fan dengan wajah khawatir berkata,


"Sayang Pu Yang letaknya dan Xiao Pei berdekatan, entah kenapa perasaan ku menjadi


sangat tidak enak."


"Ayo kita pulang sekarang.."


Lin Lin mengangguk kemudian memberi hormat kepada Lu Sun Siau Ching dan Xue Yen dan berkata,


"Maaf ayah ibu, kami berdua harus kembali kerumah sebentar, bila semua aman-aman kami baru akan kembali kesini untuk berkumpul lebih lama lagi."


Lu Sun dan kedua Istrinya mengangguk dan Siau Ching pun berkata,


"Baiklah tidak apa-apa, kalian hati-hati di jalan."


"Fan er apapun yang terjadi kendalikan emosi mu, jangan bahayakan orang di sekitar mu."


ucap Lu Sun mengingatkan Lu Fan.


Lu Fan mengangguk, dan berkata,


"Baik ayah.."

__ADS_1


Setelah memberi hormat kepada ketiga orang tuanya.


Lu Fan dan Lin Lin serempak memberi hormat kepada Wu Song dan ketiga wanita yang duduk didekat nya.


Lalu Lu Fan dan Lin Lin pun lenyap dari hadapan mereka.


Lu Fan mengerahkan kecepatan tertinggi untuk pulang, karena khawatir dengan ayah mertuanya yang hanya seorang diri di rumah.


Lin Lin memeluk suaminya erat-erat sambil memejamkan matanya.


Angin yang lewat di sampingnya menerpa wajahnya dengan kencang.


Lin Lin meski sering di bawa terbang oleh Lu Fan, tapi ini adalah kali pertamanya dia di bawa terbang begitu cepat oleh Lu Fan.


Dari kejauhan Lu Fan yang bermata tajam sudah melihat asap hitam mengepul menyelimuti kota Xiao Pei.


Hati Lu Fan semakin tidak tenang, tapi dia tidak berani menceritakan apa yang dia lihat kepada Lin Lin.


Dia hanya bisa mempercepat terbang menuju Xiao Pei, Lu Fan menggendong Lin Lin mendarat ringan di depan tokonya.


Suasana di depan toko terlihat kacau, mayat malang melintang disepanjang jalan, Lin Lin berteriak kaget saat membuka mata dan melihat keadaan di sekitarnya.


Lu Fan cepat-cepat menutup matanya, kemudian memeluk Lin Lin membimbingnya masuk kedalam toko.


Akhirnya apa yang di takutkan oleh Lu Fan benar-benar terjadi, di sebuah rak obat terlihat tubuh Yao Su telah membujur kaku dengan luka di bagian leher yang terbuka lebar.


Darah menggenang di sekitarnya, Yao Su meninggal dalam posisi duduk bersandar di rak obat, sambil memeluk sebuah toples berisi Ling Che darah.


Sekilas lihat saja Lu Fan sudah dapat menebak, mertuanya meninggal akibat ingin melindungi hadiah yang pernah dia berikan kepada ayah mertuanya dulu.


Lu Fan tidak sanggup melihat lebih lama, dia memejamkan matanya.


Butiran air bening yang keluar dari sudut matanya, terus mengalir deras membasahi pipinya .


Tubuh Lu Fan gemetar menahan Isak, terdengar suara gerengan dari tenggorokannya seperti gerengan binatang buas yang terluka.


Sementara Lin Lin Setelah berteriak histeris memanggil ayahnya, lalu berlari seperti orang gila memeluk tubuh ayahnya yang bersimbah darah.


Lin Lin tidak perduli dengan pakaian wajah dan rambutnya yang terkena noda darah, dia terus memeluk dan memanggil-manggil ayahnya untuk bangun, sambil menangis histeris.


Karena terlalu sedih, akhirnya Lin Lin pingsan tidak sadarkan diri, dalam pangkuan ayahnya.


Lu Fan yang tidak mendengar suara tangisan Lin Lin menjadi curiga, dia segera membuka matanya melihat apa yang terjadi.


Melihat istrinya jatuh pingsan tidak sadarkan diri, Lu Fan buru-buru maju menggendongnya menjauhi mayat ayah mertuanya.

__ADS_1


Lu Fan duduk di lantai sambil memeluk Lin Lin, airmatanya terus bercucuran tiada henti, dengan perasaan hancur.


Lu Fan berusaha menenangkan diri dan membantu menyadarkan Lin Lin dari pingsannya.


Akhirnya Lin Lin sadar dari pingsannya, dia kembali berteriak histeris meronta-ronta dalam pelukan Lu Fan sambil berteriak-teriak memanggil-manggil ayahnya.


Melihat kondisi ini hati Lu Fan semakin hancur dan sedih, dengan suara sesunggukan Lu Fan berkata,


"Sayang... tenangkan... diri mu, kita...harus .. segera urus pemakaman...ayah."


"Kasihan ayah..kita tidak boleh... mendiamkan mayatnya...seperti itu."


"Aku.. juga sama.. sedihnya seperti kamu..aku juga tidak ingin ada hal seperti ini."


"Tapi ini adalah... kenyataan pahit yang harus kita terima.., relakanlah kepergian ayah...ayah sudah tenang di sana.."


"Ayah sudah berkumpul kembali... dengan ibu mu di sana... mereka sudah tenang dan bahagia di atas sana, kamu jangan terlalu bersedih... jaga kondisi mu."


"Lebih baik sekarang..kita urus pemakaman ayah...kita Carikan peti buat tempat ayah beristirahat.."


Lin Lin akhirnya tidak meronta lagi, dia hanya mengangguk dan menangis sedih sambil memeluk suaminya dan berkata,


"Ibu telah pergi... sekarang ayah ku pun telah pergi..."


"Berjanjilah kamu tidak boleh... pergi meninggalkan ku juga,...kamu harus... gantikan Ibu dan ayahku menjaga ku selama-lamanya."


Lu Fann membelai rambut Lin Lin dengan penuh kasih sayang berkata,


"Aku berjanji...kamu tenang saja...aku pasti akan menjaga dan menyayangi mu selamanya."


Lu Fan kemudian membimbing Lin Lin untuk berdiri, lalu Lu Fan mengajak Lin Lin pergi ke toko yang menjual peralatan dan perlengkapan orang meninggal.


Toko tersebut tertutup rapat-rapat seperti tidak ada penghuninya, bagaimana pun Lu Fan menggedor pintu tetap tidak ada yang membuka nya.


Lu Fan menambah tenaganya, pintu tersebut langsung hancur berkeping-keping, begitu pintu terbuka.


Terlihat pemilik toko meringkuk ketakutan sambil memeluk anak istrinya dan menatap Lu Sun dengan wajah pucat dan ketakutan.


Lu Fan melangkah masuk sambil memeluk Lin Lin, Lu Fan sedikit membungkuk untuk berbicara dengan pemilik toko.


"Paman Kui ini aku Lu Fan, tidakkah kamu mengenali ku ? aku menantu Yao Su, pemilik toko obat di ujung gang sana, dan ini Lin Lin putrinya."


ucap Lu Fan berusaha menenangkan dan meyakinkan pemilik toko tersebut


.

__ADS_1


__ADS_2