LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
BERTEMU SI MA YEN


__ADS_3

Karena menyangkut Jendral Bai, Bun Houw menjadi penasaran dia memasang telinga mendengarkan gosip tersebut.


Sambil pura-pura memilih bahan makanan, Bun Houw terus mendengarkan gosip.


Saat di sebutkan nama kedua orang yang akan di eksekusi mati.


Tubuh Bun Houw gemetar mendengarnya, dia menahan emosi.


Sepasang matanya mengkilap mengerikan penuh nafsu membunuh.


Bun Houw kemudian meninggalkan pasar, mencari tempat duduk disebuah kedai kecil.


Dia memesan semangkuk mie, makan sambil berpikir cara menyelamatkan dua orang yang akan di eksekusi mati sore ini.


Bolak-balik berpikir selalu menemui jalan buntu, semua hanya berakhir satu jalan memberontak dan menghabisi Jendral Bai.


Biang dari semua sumber masalah, tapi membunuh seorang jendral adalah masalah besar apalagi Jendral ini adalah kakak kandung selir kesayangan kaisar masalah akan menjadi berat, dia akan kehilangan masa depan.


Seumur hidup dia akan di kejar-kejar oleh pemerintah, dan yang paling kasihan adalah Yi Yi, bisa-bisa dia akan menyeret ayah Yi Yi masuk kedalam masalah.


Bun Houw berada dalam dilema yang sulit memilih yang satu adalah saudara sehidup semati yang sangat setia padanya, mereka bisa bernasib seperti ini juga karena dirinya.


Tapi di sisi lain yang satunya lagi adalah wanita tak berdosa yang sudah berkorban begitu banyak demi dirinya.


Saat Bun Houw sedang berada di jalan buntu tidak bisa memilih, secara kebetulan di hadapannya muncul Si Ma Yen.


Si Ma Yen berjalan santai di kawal dua pengawal wanita, masuk kedalam toko pakaian yang tepat berada di seberang kedai mie tempat Bun Houw makan.


Bun Houw langsung berdiri bergegas menyeberangi jalan, kemudian masuk kedalam toko menepuk pundak Si Ma Yen.


Kedua pengawal nya langsung bereaksi mereka mendorong Bun Houw mundur sambil mencabut pedang mereka yang tergantung di pinggang.


Bun Houw tidak ingin berselisih dengan mereka dia hanya ingin menemui Si Ma Yen dan meminta bantuan darinya.


Bun Houw mundur sambil mengangkat kedua tangan keatas dan berkata,


"Tenang aku kenal dengan dia."


Ucap Bun Houw sambil menunjuk Si Ma Yen, yang kebetulan sedang menoleh kearahnya.


Melihat Bun Houw mata Si Ma Yen langsung berbinar-binar, Si Ma Yen mempelototi kedua pengawalnya dan membentak,


"Siapa suruh kalian bertindak tidak sopan dihadapan Bun Houw ke ke.?"


"Cepat simpan senjata kalian, dan minta maaf padanya dasar tidak berguna."

__ADS_1


Kedua gadis itu segera menyimpan kembali Pedang mereka dengan ketakutan, cepat-cepat membungkuk meminta maaf pada Bun Houw.


Bun Houw hanya menanggapinya dengan tersenyum dan berkata,


"Sudahlah adik Yen, mereka tidak mengenali ku, mereka hanya menjalani tugas melindungi mu saja."


Si Ma Yen tersenyum gembira mendengar panggilan Bun Houw yang sangat akrab.


Dia segera berlari maju memegang kedua tangan Bun Houw sambil berkata,


"Bun Houw ke ke kamu kemana saja selama ini, kenapa tidak datang mencari ku.?"


Bun Houw agak canggung tidak tahu menjawab apa.


Apalagi kedua gadis pengawal berdiri di sana terus menatapnya.


Si Ma Yen menyadari ke canggungan Bun Houw, dia segera menoleh kearah kedua pengawal nya dan berkata,


"Kalian berdua cepat enyah dari sini, melihat kalian berdua hatiku langsung sumpek."


"Tapi nona, pesan Tuan besar kami..." salah satu pengawal itu mencoba membantah.


Membuat Si Ma Yen semakin marah dan kehilangan muka dia melotot dengan marah dan berkata,


Suaranya yang dingin membuat kedua pengawal itu cepat-cepat pergi ketakutan.


Mereka berdua sebelum menjadi pengawal


Si Ma Yen sudah pernah mendengar reputasi gadis manja ini.


Dia bahkan pernah mencongkel biji mata pelayan, yang berani menatapnya setelah membantah perintah darinya.


Setelah kedua pengawalnya pergi Si Ma Yen ekspresi nya langsung berubah dia langsung menarik tangan Bun Houw keluar dari toko baju.


Kemudian masuk ke sebuah restoran mewah yang tidak jauh dari toko baju tersebut.


Mereka berdua duduk berhadapan sambil tetap memegang tangan Bun Houw Si Ma Yen berkata,


"Nah sekarang ceritakan lah, kemana saja Bun Houw ke ke selama ini? kenapa tidak datang menemui ku?"


Saat Bun Houw ingin cerita seorang pelayan datang menawari menu makanan restoran mereka.


Si Ma Yen menatap Pelayan tersebut dengan tidak senang dan berkata,


"Siapkan saja masakan terenak restoran mu dan cepat pergi."

__ADS_1


Pelayan yang berpengalaman itu tahu bahwa gadis yang temperamental di hadapannya ini, pasti memiliki latar belakang tidak biasa.


Dia cepat-cepat pergi tanpa banyak kata.


Setelah pelayan pergi Bun Houw pun bercerita dia bergabung dengan militer sangat sibuk tidak punya waktu mengunjungi kediaman Si Ma Yen.


Sekarang dia baru di pecat, jadi pengangguran baru secara kebetulan bertemu Si Ma Yen ditoko tadi.


Mendengar Bun Houw di pecat Si Ma Yen segera bertanya,


"Apa alasannya memecat mu?"


"Siapa atasan mu yang brengsek itu, beritahu aku namanya biar aku yang memberinya pelajaran."


Bun Houw yang berharap bantuan dari Si Ma Yen menceritakan semuanya dari awal hingga akhir.


Termasuk meminta bantuan Si Ma Yen menolong Alung dan Yue Fei yang akan di eksekusi sore ini


Dan menutup ceritanya dengan menyebut nama Jendral Bai.


Setelah menyebutkan nama Jendral Bai reaksi Si Ma Yen sedikit berbeda, Si Ma Yen terlihat berpikir kemudian berkata,


"Untuk menghadapi anjing itu, bukannya aku tidak mampu.


Tapi bila mengusiknya aku takut kakak Hui akan ikut campur memarahiku."


"Aku bukannya takut dengan kakak Hui, tapi bila keributan ini sampai ke ayah, dan Bun Houw ke ke dan aku cuma teman biasa."


"Ayahku tentu akan memarahi ku lebih berpihak kepada orang asing ketimbang Keluarga sendiri."


Bun Houw menarik tangannya dari menepuk tangan Si Ma Yen tersenyum pahit berkata,


"Ayah mu benar, aku mengerti kesulitan mu, tidak apa-apa aku akan mencari jalan lain."


"Waktuku tidak banyak maaf tidak bisa lebih lama menemani mu, lain kali bila lebih santai aku akan pergi mencari mu. ucap Bun Houw kemudian hendak pergi.


Si Ma Yen langsung menahan tangan Bun Houw, tentu gadis manja ini tidak mau melepaskan Bun Houw pergi begitu saja.


Dia tahu Bun Houw cuma basa-basi sekali pergi selamanya tidak akan datang mencarinya Kembali.


Buktinya setelah enam bulan lalu mereka berpisah, Bun Houw tidak pernah sekalipun datang menemuinya.


Bahkan masuk militer sampai bermasalah besar dan di pecat sekalipun Bun Houw tidak datang meminta bantuannya.


Hari ini bila bukan menyangkut nasib kedua bawahannya takutnya seumur hidup dia hanya bisa melihat bayangan wajah Bun Houw lewat lamunan saja.

__ADS_1


__ADS_2