LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PEMBANTAIAN


__ADS_3

"Song Er sebaliknya kamu susul dan cari Fan er, ibu takut dia membuat hal mengerikan."


ucap Xue Yen cemas.


"Apa yang sebenarnya terjadi ibu ?"


tanya Wu Song bingung.


Xue Yen menceritakan secara singkat, apa yang di alami Lin Lin dan Lu Fan di Xiao Pei.


Mendengarnya, wajah Wu Song yang biasanya tenang kini juga terlihat cemas.


Wu Song paham benar akan sifat Lu Fan, yang selalu terlihat ceria.


Kurang serius dan suka bercanda, tapi di balik itu bila dia marah tidak ada yang dapat menghentikannya.


Wu Song menoleh menatap Shi Ma Ling, dengan sedikit tidak enak dia berkata,


"Adik Ling maaf, perjalanan kita ke Chang An, aku harus mengundurnya."


"Karena ada masalah dadakan yang harus segera ku tangani."


Shi Ma Ling mengangguk dan berkata,


"Tidak apa-apa, aku akan menunggu.."


"Pergilah... hati-hati di jalan.."


Xue Yen menatap Wu Song dan berkata,


"Selama ini Lu Fan hanya menurut pada mu, tolong kamu bujuk dan bawa dia kembali."


Wu Song mengangguk dan berkata,


"Baik ibu aku pergi dulu, titip Ping er dan Se Se ya Bu.."


Xue Yen tersenyum dan berkata,


"tenang saja, kami akan menjaga mereka."


Wu Song mengangguk kemudian menghilang dari hadapan mereka.


Wu Song langsung muncul di balik awan dan melesat menghilang seperti kilat.


Wu Song menuju kemarkas Bun Houw di Shouchun untuk melakukan pengamatan dan pencarian.


Lu Fan sendiri tidak berangkat ke Shouchun, melainkan langsung menuju Chen Liu, Setelah mendapat informasi dari penduduk Pu Yang yang selamat.


Lu Fan terbang menuju Chen Liu dengan kecepatan tinggi sambil menggendong segepok karung, di pundaknya.

__ADS_1


Lu Fan tiba di Chen Liu menyaksikan dari udara pertempuran yang terjadi di Chen Liu, yang sebenarnya hampir tidak bisa disebut pertempuran, lebih layak nya di sebut pembantaian.


Karena perbedaan kekuatan yang sangat tidak berimbang.


Lu Fan sambil terbang menuju tembok benteng mulai melontarkan Wu Xiang Cien Fa, dalam sekejap ratusan Pasukan Rajawali Merah yang telah berhasil mendarat di atas tembok.


Mulai bergelimpangan tidak sempat menjerit tubuh mereka telah terbelah jadi dua.


Tidak butuh waktu lama, seluruh pasukan Rajawali Merah yang berhasil mendarat di atas tembok kini malang melintang tidak bergerak lagi.


Pasukan gabungan pemerintah dari para pendekar persilatan bersorak gembira melihat aksi Lu Fan.


Sementara itu Alung dan Zhou Xuan Setelah saling pandang mereka berdua mengangguk.


Lalu melesat ke udara menyerang Lu Fan untuk menghentikan aksinya.


Tapi sebelum mereka bisa menghalau serangan Lu Fan, mereka telah terpental dan mendarat di atas tembok.


Mereka berdua harus mendongak untuk melihat Lu Fan yang tetap melayang diudara.


Lu Fan sambil menjengek dingin berkata,


"Akhirnya dua ekor ulat yang agak besar datang juga."


"Siapa kamu ? kenapa kamu mencampuri pertempuran kami ?"


"Kamu bertanya siapa aku ? dan Kenapa aku muncul di sini ? sungguh lucu, bukankah kalian yang memancing ku keluar ?"


"Apa maksud mu jelaskan dengan jelas ?"


ucap Zhou Xuan sambil menunjuk pedangnya kearah wajah Lu Fan.


Lu Fan tersenyum sinis dan berkata,


"Sebelum kalian membuat onar di Xiao Pei, pernahkah kalian berpikir akan ada hari seperti ini ?"


"Siapa kamu, apa hubungan mu dengan kota kecil itu ? ketika kami menahlukkan kota itu, kami tidak melihat kamu ada di sana ?"


ucap Alung sambil menatap tajam kearah Lu Fan.


Lu Fan tertawa keras Kemudian berkata,


"Bila aku ada di sana, apa kecoa seperti kalian masih bisa ada di sini."


"Ketahuilah sebelum kalian semua ku kirim ke akherat menemani ayah mertua ku."


"Dengarkan baik-baik, nama ku Lu Fan, Xiao Pei adalah rumah kedua ku, dan kalian telah berani mengacau dan membunuh ayah mertua ku."


"Nyali kalian sungguh besar, bahkan Xie Bun Houw saja, akan berpikir 100x bila ingin mencari masalah dengan ku."

__ADS_1


Alung sedikit terkejut dan dia mulai bisa menebak setelah mendengar Lu Fan menyebut namanya dan juga nama panglima mereka.


Zhou Xuan yang tahu musuh di depan nya bukan orang biasa, dengan melihat cara dia berdiri melayang ditopang sebuah awan kecil


Zhou Xuan langsung menghimpun seluruh kekuatannya untuk melontarkan jurus ke 8 dari Ilmi pedang Penahluk Iblis.


Langit menjadi gelap hujan es pun mulai turun, sebuah cahaya kebiruan melesat memasuki tubuh Zhou Xuan, kemudian perlahan-lahan cahaya biru itu mengalir kearah Pedang Zhou Xuan.


Sementara itu, Alung tubuhnya diselimuti oleh cahaya biru dan merah yang membentuk sebuah bola besar.


Menyelimuti seluruh tubuh Alung, saat kedua telapak tangan Alung didorong keatas, dua ekor naga biru dan merah melesat kearah Lu Fan.


Berbarengan dengan tebasan pedang bersinar biru dari Zhou Xuan.


Alung kemudian menyusul serangan pertama nya , dengan sebuah bola cahaya raksasa berwarna biru merah yang melesat menyusul dari belakang.


Lu Fan hanya tersenyum sinis menanggapi serangan Alung dan Zhou Fan.


Lu Fan melepaskan Aura bawaan lahirnya, yaitu aura gabungan siluman dan Manusia abadi.


Sepasang mata Lu Fan menjadi merah, kulit tubuhnya kehijauan bersisik.


Rambutnya pun berubah menjadi hijau, di sudut bibirnya muncul dua buah taring panjang, yang membuatnya terlihat menyeramkan.


Aura ini menekan dengan kuat kearah Alung dan Zhou Xuan sehingga mereka merasa sulit bernapas.


Seluruh pasukan Rajawali Merah kini menghentikan pergerakan mereka, mereka semua terdiam sulit bergerak.


Lu Fan menyerang balik dengan jurus pertama, Tebasan pemusnah Arahat, langit yang gelap kini semakin gelap, awan gelap datang bergulung-gulung.


Angin badai berhembus kencang seperti mengamuk, hujan Es tersapu bersih, kemudian petir mulai sambar menyambar .


Saat tebasan senjata legendaris di lepaskan, Sebuah cahaya berwarna hitam berbentuk bulan sabit raksasa melesat.


Dengan cepat menggulung serangan Zhou Xuan dan Alung hingga tak berbekas, Kemudian menghantam Alung dan Zhou Xuan, Yang langsung terpental seperti layang-layang putus.


Seluruh urat nadi dan syaraf di tubuh kedua orang itu pecah meledak, termasuk Tan Tian kedua nya juga rusak parah.


Kedua orang tersebut terkapar tidak bisa bergerak dengan seluruh pakaian ditubuh mereka Compang-camping tidak karuan.


Lu Fan tidak memperdulikan mereka berdua, sambil tersenyum sadis Lu Fan mulai memenggal satu persatu Pasukan Rajawali Merah yang kesulitan menggerakkan anggota tubuh mereka.


Lu Fan bergerak sangat cepat memenggal leher seluruh pasukan Rajawali Merah.


Setiap Pasukan Rajawali Merah berdiri dengan wajah pucat ketakutan tidak bisa menggerakkan anggota tubuh mereka.


Mereka hanya berdiri mematung menunggu ajal tiba.


Bahkan sebelum sempat menjerit mereka telah kehilangan kepala mereka.

__ADS_1


__ADS_2