
Bahkan rata-rata adalah pasukan lama bentukkannya, acara terus berlanjut, Alung dan Yue Fei sudah kembali ke barak baru mereka dengan selamat.
Si Ma Ong sendiri yang mendatangi penjara di mana Alung dan Yue Fei di tahan, tanpa mengalami kesulitan kedua orang itu di bebaskan.
Jendral Bai yang mendengar hal itu sangat marah, apalagi mendengar 5000 pasukannya kini pindah di bawah bendera Si Ma Ong.
Tapi dia tidak berdaya dan berani menantang Si Ma Ong yang terkenal memiliki kekuasaan besar di militer.
Meski saat ini hak militernya sudah di cabut, tapi tetap saja, di kalangan militer sangat segan kepadanya.
Dengan reputasi yang di milikinya di bandingkan pangeran lain, bukan mustahil dia lah kandidat kaisar berikutnya.
Bun Houw terus mengadakan acara seleksi kepemimpinan, sampai menjelang malam baru di hentikan dan di lanjutkan besoknya.
Malam itu Bun Houw langsung pulang ke kediaman dengan gembira, dia benar-benar gak nyangka dalam sesaat saja nasibnya berubah begitu cepat.
Ketika sampai di kediaman barunya, Bun Houw di sambut oleh Yi Yi dia semakin gembira.
Meski lelah tapi karena gembira, Bun Houw turun tangan ke dapur menyiapkan makanan buat makan malam bersama Yi Yi.
Bun Houw dan Yi Yi makan sambil ngobrol dengan gembira, Bun Houw menceritakan semua kejadian hari ini pada Yi Yi termasuk bantuan dari putri Si Ma Yen padanya.
Yi Yi sedikitpun tidak cemburu dia menanggapinya dengan positif dan ikut merasa berhutang Budi kepada Si Ma Yen.
Selesai makan Yi Yi dan Bun Houw masuk ke kamar mereka sambil berpelukan mesra.
Setelah kejadian mabuk itu, Bun Houw dan Yi Yi kini sudah tidak pisah kamar lagi.
Mereka kini tidur satu kamar layaknya pasangan suami istri lainnya.
Yi Yi sendiri tidak berkeberatan, baginya asal bisa bersama Bun Houw dia sudah sangat bahagia.
Keesokan paginya ketika Yi Yi masih tertidur pulas, Bun Houw telah bersiap-siap Kembali ke barak militer nya.
Melanjutkan proses tahap seleksi kepemimpinan.
Proses seleksi ini berlangsung selama 3 hari, hari ini adalah hari penutupan seleksi.
Yang menjadi Perwira adalah 6 orang 5 dari komandan pasukan Bun Houw satu lagi dari perwira pasukan baru.
__ADS_1
Sedangkan posisi komandan ada 12 orang, Alung dan Yue Fei tidak tergoyahkan mereka tetap menjadi asisten Bun Houw.
Bun Houw memberikan pidato penutupan dengan berkata,
"Aku paham kalian yang dari pasukan baru terutama yang sudah memiliki posisi tinggi."
"Kalian di dalam hati pasti merasa sangat tidak puas, tidak apa-apa jadikan ketidakpuasan kalian menjadi pendorong kalian untuk lebih giat berlatih dan ingin maju."
"Aku berjanji akan menurunkan ilmu kepada kalian secara merata tanpa kecuali."
"Jadi bagi yang tidak puas berlatihlah dengan giat, agar tahun depan kalian tidak akan menyesal." ucap Bun Houw menutup pidato yang disambut dengan sangat gembira oleh semua orang.
Bun Houw setiap hari dengan penuh semangat dan rajin berusaha melatih kekuatan seluruh pasukannya.
Tanpa terasa dua Minggu pun berlalu, kemajuan Pasukan didikan Bun Houw mulai terlihat, terutama Pasukan barunya.
Mereka mengalami perkembangan yang sangat besar dan cepat.
Bukan berarti Pasukan lama Bun Houw tidak berlatih atau malas berlatih, tidak sebaliknya mereka sangat rajin berlatih.
Hanya saja semakin tinggi ilmu yang mereka dalami menjadi semakin sulit dan memerlukan waktu yang lebih lama untuk benar-benar menguasainya dengan baik.
Menyampaikan pesan Pangeran Si Ma Ong ingin bertemu dengan Bun Houw ada hal penting yang akan di bicarakan dengan nya.
Pengawal Pasukan elite itu, ketika tadi memasuki barak militer Bun Houw, dia sangat terkejut dan kagum dengan kemajuan Pasukan di bawah pimpinan Bun Houw.
Dia bahkan kini merasa sedikit malu dengan titel Pasukan Elite nya, dia merasa kini titel tersebut sudah kurang pantas.
Kelebihan mereka saat ini hanya terletak pada seragam mereka yang lebih keren.
Setelah menyampaikan pesan Pasukan elite itu, langsung kembali ke kediaman Pangeran Si Ma Ong untuk melaporkan hasil kunjungan kerja nya.
Tapi saat tiba di kediaman Si Ma Ong dia sangat terkejut, ketika melihat Bun Houw sudah sampai duluan dan sedang berbicara serius dengan Tuannya.
Setelah berbasa-basi sejenak dan mencicipi hidangan dari minuman yang di sediakan oleh Si Ma Ong untuk menyambutnya.
Pangeran Si Ma Ong mulai bercerita dan masuk kedalam inti masalah, dengan perlahan-lahan dan hati-hati dia mengutarakan pandangan dan maksudnya.
"Jendral Bun aku sangat kagum dan berterimakasih dengan kontribusi yang kamu tunjukkan akhir-akhir ini."
__ADS_1
"Tapi kini aku sedang menghadapi masalah baru yang cukup rumit." ucap Pangeran Si Ma Ong memulai percakapan dengan wajah kesulitan.
Bun Houw bersikap setenang mungkin sambil menduga-duga hal apa yang membuat seorang Pangeran berkuasa seperti Si Ma Ong bisa dalam kesulitan.
Bun Houw sambil menatap Si Ma Ong kemudian bertanya dengan serius,
"Sebenarnya ada masalah apa yang membuat Yang Mulia terlihat begitu risau,?
ceritakanlah, biar Bun Houw ikut berbagi menghadapi masalah yang merisaukan yang mulia."
Pangeran Si Ma Ong terlihat sedikit keberatan tapi akhirnya dia bercerita,
"Ini semua masih berkaitan dengan Si jendral Bai itu, saat aku menolong Alung dan Yue Fei dia memang hanya diam saja."
"Tapi di balik itu lewat adiknya, dia melaporkan aku ke ayahanda, bahwa aku kembali mencampuri urusan militer."
"Yang seharusnya aku tidak boleh ikut campur, karena wewenang militer ku sedang di bekukan oleh kakek ku."
"Dia juga melapor bahwa aku mendukung dan melindungi perwira pemberontak yang membawa lari pasukannya ke kubu ku."
"Hal ini yang membuat ayahanda sangat marah, dan memarahi ku habis-habisan."
"Bahkan kini kasus ini tidak tahu bagaimana caranya kini telah sampai di telinga kakek ku."
"Dan beliau meminta ku menghadap 3 hari lagi ke kediamannya mempertanggungjawabkan perbuatan ku kepadanya."
Bun Houw menghela nafas panjang kemudian berkata,
"Sumber masalah nya adalah aku biar aku temani Yang Mulia menghadap."
Pangeran menghela nafas panjang dan berkata,
"Saudara Bun, meski posisi mu adalah bawahan ku. Sebenarnya aku menganggap mu sudah seperti saudara ku sendiri."
"Bukan aku tidak mau melibatkan mu, tapi aku tidak boleh melakukannya. Kakek akan menganggap aku membawa kekuatan baru ku untuk mengancamnya."
"Aku bisa di kenakan tuduhan makar, nanti bukan hanya aku yang bermasalah.
Seluruh pengikut dan bawahan serta keluarga ku, akan berada dalam masalah."
__ADS_1