
Selain wajahnya menjadi merah tubuhnya juga bagai terkena setrum, secara reflek dia menampar wajah Lu Fan sambil berkata,
"Bajingan...!!"
Lu Fan sengaja menerimanya, agar ada alasan mengerjai Sonia, tapi tentu tidak separah tadi, yang mungkin bisa membuatnya patah tulang leher keseleo atau minimal kepalanya benjol sebesar telur ayam.
Lu Fan tidak sampai hati bercanda sekadar itu, bagaimana pun di antara mereka tidak ada permusuhan dan dendam.
Lu Fan hanya ingin bercanda saja.
"Plakkk...!"
Tamparan Sonia mendarat dengan tepat, Sonia terkejut tidak menyangka tamparannya yang asal-asalan malah tepat sasaran.
Tapi hanya sesaat saja, sesaat kemudian dia merasa kepalanya nyeri dan bokongnya juga sakit.
Karena Lu Fan melepaskan pegangannya secara mendadak setelah terkena tamparannya.
Lu Fann mengelus-elus pipinya yang terkena tamparan dan kini menjadi merah ada bekas jari Sonia di sana.
"Aku menolong mu eh kamu malah menampar ku.."
"Jadi ini murni salah mu, bukan salah ku.."
"Permisi.."
ucap Lu Fan kemudian membalikkan badannya hendak pergi.
Ke 9 pria berhidung bengkok tidak berani sembarangan menyerang Lu Fan, karena serangan mereka tadi ternyata tidak berpengaruh pada Lu Fan.
Itu sudah menunjukkan Lu Fan kemampuannya jauh di atas mereka, Lu Fan hanya tidak ingin ribut dengan mereka.
Kalau Lu Fan serius mereka semua sudah pasti bukan tandingannya.
Bahkan 9 tetua dari Persia itu memperkirakan bahkan kepala kuil mereka sendiri turun tangan pun belum tentu bisa menang dari Lu Fan.
Sonia masih merasa kepalanya belakang nya yang terbentur masih berdenyut-denyut kepalanya sedikit pusing, bokongnya terasa ngilu.
Tapi saat dia sadar dan ingin memaki dan mengumpat Lu Fan.
Bayangan Lu Fan sudah tak terlihat berada di sana.
Akhirnya dia bangun berdiri sambil bersungut-sungut kesal, kedua pelayannya hanya tertawa diam-diam sambil menutup mulut mereka.
__ADS_1
Meski merasa kesal dengan kehadiran Lu Fan, tapi entah kenapa saat menyadari Lu Fan sudah pergi, hati Sonia merasa sedikit kehilangan dan agak tidak rela.
Sonia tidak menyadari, ini adalah tanda-tanda dia mulai menyukai Lu Fan, benci tapi rindu.
Sementara Lu Fan sendiri sudah berjalan jauh berkeliling kota melihat-lihat keadaan kota yang menyedihkan.
Lu Fan yang melihat banyak pedagang asing yang menyeret-nyeret orang Han yang kaki dan tangannya di rantai akhirnya kehilangan kesabarannya.
Dengan kemampuannya dia menghajar siapa pun yang menghalanginya membebaskan para budak di kota Bei Hai.
Dalam sekejap mata di sepanjang jalan yang dia lalui udah hampir 50 orang asing yang terluka parah terkena pukulan dan tendangan nya.
Sedangkan budak yang dia lepaskan sudah mencapai ratusan orang dan terus bertambah, mereka semua dengan kompak bergerak mengikuti di belakang Lu Fan.
Kini banyak diantara para pedagang asing yang dengan sukarela melepaskan budak yang mereka beli.
Mereka takut Lu Fan akan menghajar dan membuat mereka babak belur bila tidak menuruti permintaannya.
Atas petunjuk dari para budak Lu Fan bergerak menuju rumah-rumah yang menjadi pusat perdagangan budak.
Tidak perduli pedagang budak itu bangsa Han atau bangsa asing Lu Fan akan menghancurkan tempat tersebut, melumpuhkan pemiliknya kemudian menyerahkan nya, untuk di adili oleh budak yang mereka perjual belikan.
Nasibnya tentu dapat di tebak, mereka akan berubah menjadi seonggok daging dianiaya beramai-ramai oleh para budak yang sangat membenci mereka.
Dia tadinya adalah walikota Bei Hai yang suka semena-mena terhadap rakyat mengandalkan perlindungan Pasukannya.
Tapi saat Bei Hai jatuh ke tangan kerajaan Goguryeo, dia pun menyerah dan berbalik menjadi kaki tangan kerajaan Goguryeo demi kepentingan pribadi nya.
Lalu dengan keji dia mulai memperdagangkan, rakyat sebangsa dan setanah air nya kepada bangsa asing.
Rumah Walikota Dong Min dijaga ketat oleh ratusan orang tentara bayaran yang berjaga dengan ketat.
Mereka bersiaga dengan senjata di tangan menyambut kedatangan Lu Fan yang diiringi oleh para budak yang dia lepaskan.
Melihat hal ini Lu Fan pun berkata kepada para budak yang mengikutinya, kalian mundurkan sejauh mungkin dari sini.
Bila sudah ku bereskan orang-orang ini, aku baru akan memanggil kalian untuk mengadilinya.
Mereka mengangguk dan mundur menjauh, melihat mereka semua sudah mundur menjauh, Lu Fan baru menatap kearah para pengawal bayaran Dong Min dan berkata,
"Kalian bila ingin menyelamatkan diri sekarang masih sempat, tapi bila keras kepala kalian pasti akan menyesal.
Para pengawal itu saling pandang kemudian mereka tertawa terbahak-bahak, salah satu dari pengawal itu yang berbadan besar berkepala botak
__ADS_1
Dia bertelanjang dada memegang sebuah golok besar, sambil membolang-balingkan goloknya didepan tubuhnya.
Yang menimbulkan suara angin berkesiuran, dia berkata sambil menunjuk kearah Lu Fan,
"Hei bocah yang masih bau susu, dengarlah kamu seperti anak kerbau yang tidak mengenal harimau."
"Cepat pergi dari sini jangan bikin onar disini, atau kamu akan pulang menyusui tanpa kepala."
Mendengar ucapannya yang congkak Lu Fan tersenyum dingin dan berkata,
"Kalau begitu kalian rasakan pukulan dari anak kerbau ini.'
Lu Fan melepaskan pukulan es abadinya kearah mereka yang berada dihadapannya.
Semua pengawal bayaran yang berdiri disana semuanya berubah menjadi patung manusia es.
Si botak yang berdiri paling depan yang paling pertama berubah menjadi patung es.
Lu Fan sengaja membatasi tenaganya, sehingga orang-orang itu hanya tidak bisa bergerak tapi otak dan mata mereka masih bisa bergerak dan merasakan apa yang terjadi pada diri mereka.
"Sekarang keluar lah...! saatnya mengadili mereka..!"
ucap Lu Fan memberi kode agar para budak keluar dan mendekat.
Dari belakang Lu Fan orang-orang mulai bermunculan kemudian mereka mulai berlari menyerang patung es yang berada di hadapan mereka.
Si botak yang berdiri paling depan menatap dengan mata terbelalak ketakutan.
Saat melihat seorang budak mengayunkan cangkul kearah lehernya.
Tanpa perlawanan kepala si botak jatuh menggelinding di atas tanah.
Dalam sekejap mata tempat itu berubah menjadi akan pembantaian yang dilakukan oleh para budak.
Sedangkan Lu Fan sudah menghilang dari tempat nya, dia sudah masuk ke dalam gedung mencari keberadaan Dong Min.
Akhirnya Lu Fan menemukan Dong Min yang ketakutan dan bersembunyi di bawah kolong ranjang
Tubuhnya yang pendek dengan kuping yang lebat hidung pesek sepasang pipi yang tembam seperti bakpao.
Ditambah dengan perutnya yang buncit penuh lemak dia sudah terlihat mirip sekali dengan seekor Siluman b*bi.
Lu Fan membungkuk kemudian menarik nya keluar dari kolong ranjang, menentengnya menuju halaman rumah. bagian depan.
__ADS_1