
"Ayah ayolah kita pergi dari tempat ini.. jangan lagi terlibat... aku akan jelaskan semuanya kepada ayah.."
ucap Yi Han sambil menarik-narik tangan ayahnya.
Fu San membelai kepala Yi Han dan berkata,
"Ayah tidak bisa anak ku...dendam ibu mu harus ayah balas hari ini.."
Yi Han menatap Koai Lau Jen sejenak kemudian dengan tegas dia berkata,
"Ayah kita harus pergi sekarang, saya akan jelaskan semuanya kepada ayah, setelah kita pergi dari tempat ini."
"Ayah percaya lah pada ku, dendam ibu tidak ada hubungannya dengan dia"
ucap Yi Han sambil menunjuk Wu Song.
Fu San sedikit terkejut dan menatap anaknya dengan wajah serius bertanya,
"Lang er apa maksudmu ?"
Yi Han tidak menjawabnya, dia menarik tangan ayahnya dan berkata,
"Ayo kita pergi,.. nanti akan saya jelaskan.."
Fu San dengan wajah bingung mengikuti tarikan tangan putranya, yang membawanya berkelebat meninggalkan tempat tersebut.
Wu Song dapat kembali bernafas lega, dengan perginya Fu San, musuhnya yang paling berat.
Wu Song merasa hatinya jauh lebih tenang sekarang.
Wu Song menatap ke empat lawannya dan berkata,
"Kalian berempat gimana, mau di teruskan ? atau segera enyah dari sini..!"
Zhou Wei yang juga kembali ke tempat pertempuran langsung menggendong putranya meninggalkan tempat itu.
Tanpa banyak bicara, dia segera meninggalkan tempat itu, tanpa menoleh.
Sedangkan Koai Lau Jen dan kedua rekannya, mereka saling bantu, untuk bangun kemudian dengan tubuh sempoyongan Ketiga orang itu berjalan pelan-pelan meninggalkan tempat itu.
Wu Song berdiri diam menatap kearah kepergian mereka, sampai mereka benar-benar pergi.
Wu Song terbatuk-batuk memuntahkan darah segar berulang kali.
Wu Song segera menjatuhkan diri duduk bersila memulihkan kekuatan nya.
Sambil menyesapkan sebutir pil nirwana kedalam mulutnya.
__ADS_1
Kalau saja musuhnya tahu kondisi Wu Song sebenarnya yang tidak jauh lebih baik dari mereka.
Mereka tidak akan pergi semudah itu, di bagian punggung Wu Song terluka cukup parah, sebuah luka goresan pedang yang cukup dalam dan panjang, menghiasi punggungnya.
Luka ini dia dapat dari tebasan si gila Zhou Ba yang berhasil menembus pertahanan nya, dengan membelok dan menghantam bagian punggungnya secara tak terduga.
Selain itu sirkulasi aliran peredaran darah nya juga mengalami kekacauan akibat menghisap terlalu berlebihan kekuatan alam semesta.
Kehadiran Fu San dan Zhou Ba benar-benar menyulitkan Wu Song yang bertempur seorang diri melawan mereka.
Sedangkan ditempat lain Yi Han membawa Fu San pergi menjauh menaiki sebuah perahu menyusuri sungai Yang Tze.
Yi Han terlihat berlutut di depan Fu San yang duduk bersila di depan nya.
Yi Han melepaskan cincin yang melingkar di jarinya, dan meletakkan nya didepan Fu San,
Sambil berkata,
"Ayah hari ini aku akan menjelaskan semuanya."
"Aku sebenarnya bukan anak mu Fu Lang, nama ku Yi Han, aku adalah orang yang sengaja digunakan oleh Koai Lau Jen Fu Sen, untuk menipu mu bentrok dengan Pendekar Suling Hitam."
"Anak istri ayah telah lama mati terbunuh ribuan tahun yang lalu, tanpa ada yang tahu siap pelakunya."
Fu San sedikit terkejut mendengar penjelasan Yi Han, tapi hanya sesaat kemudian dia tersenyum.
Benturan dahsyat dengan serangan Wu Song selain membuatnya terluka dan menghabiskan sebagian besar Chi miliknya.
Sehingga kenangannya masa lalunya perlahan-lahan pulih.
Setelah mendengar penjelasan Yi Han, keraguannya atas munculnya bayangan masa lalu semakin menjadi jelas semua nya.
Sambil tersenyum sedih Fu San bertanya,
"Yi Han apakah kamu sadar dengan pengakuan mu ini, aku bisa saja menyalahkan dan membunuh mu.?"
Yi Han mengangkat Kepalanya menatap Fu San dengan sedih dan berkata,
"Aku tahu resikonya, tapi aku tidak akan pernah menyesali nya, silahkan saja bila ayah ingin menghukum ku."
"Setidaknya aku pernah merasakan kasih sayang tulus dari seorang ayah, aku sudah cukup puas."
Fu San terdiam sejenak kemudian berkata,
"Kamu tahu resikonya, kenapa kamu tetap mengakuinya.?"
Yi Han tersenyum pahit sambil menatap Fu San dengan lembut dia berkata,
__ADS_1
"Aku juga manusia, yang memiliki hati perasaan akal dan Budi ayah, aku tidak bisa membalas air susu dengan air tuba."
"Kasih sayang tulus yang ayah berikan kepada ku, selama ini sudah cukup memuaskan rasa dahaga akan kasih sayang orang tua."
"Mungkin dengan mati hari ini, aku akan terlepas dari dunia yang sepi ini, dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga ku."
"Aku Yi Han tidak bisa melihat ayah mati didepan mata ku, akibat salah membalas dendam dan mati sia-sia."
"bila itu terjadi aku akan menyesal seumur hidupku,"
"Lakukan lah ayah jangan ragu, semoga di kehidupan berikutnya aku bisa menjadi putra kandung ayah yang sebenarnya."
"Untuk membalas Budi kebaikan mu saat ini."
Fu San memejamkan matanya dua butir air bening membasahi pipinya.
Yi Han memejamkan matanya menunggu hukuman kematian dari Fu San sambil tersenyum.
Yi Han merasa pundaknya di sentuh dengan lembut oleh Fu San, Fu San menarik Yi Han duduk di sisinya dan memeluknya dengan lembut sambil berkata,
"Anak ku...anak ku yang baik dan sangat berbakti.."
"Meski kamu bukan putra kandung ku, tapi bakti mu sudah melebihi putra kandung ku sendiri."
"Aku Fu San tidak kaya tidak hebat juga tidak memiliki kekuasaan, kamu mau menerima ku sebagai ayah mu itu adalah suatu berkat."
"Kamu adalah anugrah terbaik yang Thian berikan kepada ku..aku sungguh beruntung bisa bertemu dan berjodoh dengan anak sebaik kamu."
"Yi Han mulai saat ini kamu adalah anak ku Fu San, ikut lah dengan ayah, pakai kembali cincin mu itu."
"Meski ayah tidak bisa membuat mu menjadi jagoan nomor satu di dunia, tapi setidaknya kamu akan jadi jagoan 5 besar di kolong langit ini."
"Mari kita kembali ke Kun Lun San, beberapa tahun lagi kamu baru akan kembali menggetarkan kolong langit ini."
"Anak ku, dari pertarungan itu, ayah sudah menemukan cara mengalahkan pemuda itu."
"Kelak kamu bantu ayah temui dia.."
"Bantu ayah menghapus penasaran dari pemuda bernama Wu Song itu."
Yi Han mengangguk dan menangis terharu dalam pelukan Fu San.
Sementara itu Wu Song menghabiskan waktu hampir satu Minggu, duduk bermeditasi di tempat itu.
Berusaha memulihkan kondisi nya, kini luka di punggungnya telah sembuh, hanya tenaga dalamnya yang baru pulih sekitar 80%.
Wu Song tahu saat ini waktu sangat mendesak, dia tidak bisa berlama-lama memulihkan kondisi.
__ADS_1
Saat ini kota Wan terhitung berada dalam posisi aman, bila perhitungan Wu Song tidak meleset berbagai tempat kini pasti sedang bergerak.
Wu Song pun menyudahi meditasinya dan melesat menuju Utara.