
."Sampai kapan pun aku hanya akan mencintai mu seorang, meski kelak kamu tidak menghendaki ku lagi sekalipun.."
"Aku akan tetap mencintai mu sampai ajal menjemput ku."
Yang Jian memeluk dan menciumi pipi Yi Yi sambil berkata,
"Ada kata-kata mu ini harus mati pun aku tidak akan menyesal lagi."
"Hush jangan bicara sembarangan...! aku masih ingin hidup bersama dengan mu hingga rambut memutih.
ucap Yi Yi sambil membalas pelukan suaminya dengan mesra.
"Yi Yi seumur hidup ku aku hanya akan mencintai mu seorang, bahkan setelah kamu pergi suatu hari nanti."
"Aku akan mengabdikan sisa hidup ku hanya untuk menjaga dan mencintai keturunan mu, sama seperti aku mencintai dan menyayangi mu."
"Itu Sumpah ku langit dan bumi boleh menjadi saksi sumpah ku ini.."
Yi Yi tersenyum bahagia dan berkata,
"Apa sumpah mu itu tidak terlalu berat dan berlebihan sayang..?"
Yang Jian menggelengkan kepalanya dengan tegas dan berkata,
"Semua itu akan menjadi sangat pantas, karena aku sudah mendapatkan seorang gadis luar biasa yang kini bersedia mencintai ku dengan sepenuh hati.."
Yi Yi menyusupkan kepalanya kedalam pelukan suaminya dan berkata,
"Sayang tolong matikan penerangannya, aku...aku menginginkan nya.."
Yang Jian mengangguk sekali kibas gelap lah, seluruh kamar, hanya terdengar suara erangan manja penuh kenikmatan dari suara Yi Yi yang halus dan lembut...
Yi Yi mimpi pun tidak akan pernah menyangka, akibat sumpah Yang Jian malam ini sampai ratusan ribu tahun kemudian.
Seluruh keturunan Yi Yi. akan mendapatkan perlindungan penuh, kekayaan dan kekuasaan berlimpah, terutama keturunan Xie Bun Houw.
Berjuta-juta Pertempuran harus Yang Jian lakukan, hanya untuk melindungi keturunan Yi Yi.
Andaikan Yi Yi tahu Yang Jian akan menanggung beban seperti itu di pundaknya hingga ajal tiba.
Yi Yi pasti tidak akan pernah mengijinkan pria yang sangat mencintai nya itu bersumpah seperti itu.
__ADS_1
Sementara itu di puncak Hua San, terlihat Wu Song berdiri dengan Suling Hitam ditangannya menatap ke arah Dewa Fuji, Raja Tinju Bintang Utara, Zhou Wei, Zhou Ba, Wen Pu dan See Thian Lau Mo, dengan alis berkerut.
"Aku sudah pernah mengampuni kalian, tapi kelihatannya kalian tidak pernah bisa merubah sifat jelek kalian.."
"Malah kelihatannya kalian semakin parah.."
"Aku katakan sekali lagi, lepaskan kedua gadis itu, maka kalian bisa segera tinggalkan tempat ini dengan utuh.."
Mendengar ucapan Wu Song See Thian Lau Mo mengeluarkan suara tertawa terbahak-bahak dan berkata,
"Anak muda kamu sudah menempuh perjalanan jauh, kamu pasti lelah...!"
"Kedua kaki mu pun tidak akan sanggup menahan tubuh mu..."
"Berbaring dan tidurlah...jangan di tahan-tahan bila sudah mengantuk dan tidak kuat."
Wu Song tersenyum dingin dan berkata,
"Mainan anak kecil,.lihat kenapa kamu memegang dua ekor ular yang siap mengigit mu.."
Sepasang mata See Thian Lau Mo dan ke 5 rekannya yang lain terbelalak lebar melihat kearah tangan See Thian Lau Mo.
Di tangan See Thian Lau Mo kini memang terlihat sedang mencekal dua ekor ular hijau besar, yang sedang mementingkan mulutnya ingin menggigit See Thian Lau Mo.
Wu Song sangat terkejut dengan tindakan See Thian Lau Mo, dia tidak sempat mencegahnya.
Terdengar teriakan ngeri dari mulut Shi Ma Ling dan Shi Ma Sian yang terhempas ke dalam jurang secara terpisah.
Yang berada di cengkraman See Thian Lau Mo sebenarnya adalah Shi Ma Ling dan Shi Ma Sian yang di jadikan sebagai sandera oleh kelompok See Thian Lau Mo.
Untuk memaksa Wu Song menyerahkan diri, Wu Song tidak menyangka tipuan sihir balasannya malah akan membuat kedua gadis itu celaka.
Wu Song hanya bisa memilih satu diantara kedua gadis itu, dia tidak diberi waktu berpikir secara reflek dia langsung melesat menolong yang paling dekat dengannya yaitu Shi Ma Ling.
Sementara Shi Ma Sian sudah hilang tertelan kabut yang melayang diatas jurang,
Wu Song hanya terdengar suara jeritan ngeri dan putus asa dari gadis yang sangat cantik dan masih muda itu.
Wu Song sangat sedih tapi tak berdaya, dia masih teringat dengan jelas betapa baik dan cantiknya gadis muda itu.
Rasa masakannya yang wangi dan lezat pun masih terasa oleh Wu Song, semua yang terjadi saat ini bagaikan mimpi.
__ADS_1
Baru beberapa hari yang lalu gadis itu menyiapkan masakan enak menjamunya, kini gadis itu telah pergi secara tragis untuk selamanya.
Dan penyebab semua ini adalah dirinya yang ceroboh.
Wu Song sangat menyesal tidak membawa Lu Fan yang bisa ilmu 72 perubahan, bila dia membawa Lu Fan tentu kejadian hari ini bisa terhindarkan.
Wu Song menatap kearah jurang di mana Shi Ma Sian jatuh dan hilang dengan sedih berkata,
"Adik Sian maafkan aku..."
Shi Ma Ling yang tertolong oleh Wu Song langsung berlari menghampiri pinggir jurang di mana keponakannya jatuh tadi.
Shi Ma Ling duduk bersimpuh di sana dan menangis dengan pilu.
"Sian er...Sian er... Sian er....! Hu..hu..hu..hu!"
"Maafkan bibi Sian er, bibi tidak menjaga mu dengan baik sehingga semua kemalangan ini terjadi pada mu.."
Wu Song membuang mukanya sambil.memejamkan matanya dua air butir air bening mengalir di sudut matanya.
Hatinya juga sangat bersedih dan merasa bersalah dengan Shi Ma Sian.
Wu Song perlahan-lahan membuka matanya kembali dan menatap kearah ke 6 orang itu dengan tatapan menyeramkan seperti seekor Naga Sakti sedang marah.
Wu Song menyimpan sulingnya, kini dia memegang pedang naga siluman ditangannya.
Perlahan-lahan Wu Song mencabut pedang yang mengeluarkan hawa mengerikan itu sambil berkata,
"Di beri jalan kehidupan kalian malah memilih jalan menuju neraka..!"
"Kini jangan harap ada seorang pun diantara kalian bisa meninggalkan tempat ini dalam keadaan hidup...!"
Tubuh Wu Song melayang ke udara, menyerap semua kekuatan alam semesta, Hua San adalah tempat suci yang menyimpan banyak kekuatan alam semesta yang dahsyat.
Hanya dalam waktu singkat tubuh Wu Song sudah di penuhi Kekuatan alam yang tak terbatas.
Melihat hal ini ke 6 orang itu juga tidak tinggal diam mereka segera mengerahkan kekuatan puncak mereka.
See Thian Lau Mo berkomat-kamit membaca mantranya tubuhnya perlahan-lahan menghilang.
Zhou Ba tidak tinggal diam dia juga mengeluarkan pedang hitamnya yang tidak kalah menyeramkan di banding Pedang Naga Siluman.
__ADS_1
Zhou Ba juga berdiri diatas tanah terus menyerap kekuatan langit dan bumi dan roh gentayangan disekitar sana.