
"Kakek...kakek.."
Baru Wu Song mau mengetuk pintu terbuka, yang membuka pintu adalah Lu Ping dan langsung memberi tanda kepada Wu Song jangan berisik dengan telunjuk ditempel didepan bibirnya yang imut.
Wu Song mengangguk mengerti lalu ikut masuk kedalam kamar bersama Lu Ping.
Wu Song melihat didalam kamar selain bayinya yang sedang tertidur di kasur, ada kepala pelayan, kakek mertua, dan seorang wanita montok berusia sekitar 30an Wu Song tidak mengenalnya.
Melihat Wu Song sedikit bingung, Si Ma Jian cepat menjelaskan,
"Song Er wanita ini khusus kita undang untuk menyusui Cin Hai anak mu."
"Karena kondisi Ceng Ceng saat ini tidak memungkinkan dia merawat dan menyusui Cin Hai, jadi aku memutuskan meminta tolong bibi Hua ini untuk membantu disini."
Wu Song mengangguk mengerti kemudian memberi hormat dan mengucapkan terimakasih kepada kakek dan bibi Hua.
Setelah itu Wu mendekati Si Ma Jian dan berbisik,
" kek Ceng Ceng ingin bertemu Cin Hai kondisinya kini sudah agak stabil."
Kakek terkejut bercampur senang Dia bertanya dengan penuh semangat, "maksudmu kamu berhasil menyelamatkan Ceng Ceng ?"
Wu Song menghela nafas panjang menatap ke langit-langit ruangan berusaha menahan gejolak kesedihan didalam hatinya.
Tapi dia tetap tidak sanggup menahan airmatanya yang bercucuran membasahi pipinya.
Dengan suara pelan dan terputus-putus Wu Song bercerita tentang kondisi Ceng Ceng saat ini.
"Aku memang berhasil... menyelamatkan Ceng Ceng... dengan kemampuan ku... ditambah bantuan pil Nirwana."
"Tetapi semua ini... hanya bersifat sementara,... Ceng Ceng paling lama... hanya bisa sebulan lagi."
Setelah menyelesaikan penjelasan nya tubuh Wu Song bergetar dia menghadap ke arah pintu menghindari tatapan semua orang di ruangan itu.
Wu Song berusaha menahan kepedihan dihatinya dengan sekuat tenaga agar bisa tenang.
Sedangkan Si Ma Jian terduduk lemas diatas kursi airmata juga membasahi wajah kakek itu, tapi sebagai orang berpengalaman dan telah melewati banyak pahit getir hidup.
Dia tidak butuh waktu lama untuk mengatasi kesedihannya, sambil menghela nafas dia berkata,
"Sudahlah Song Er kita semua harus bersyukur, setidaknya Ceng Ceng masih diberi kesempatan untuk hidup bahagia bersama suami dan anaknya sebulan lagi."
Wu Song kembali menghela nafas, kemudian berkata,
"Kakek Ceng Ceng sedang menanti kita."
Si Ma Jian tersadar kemudian dia dengan hati-hati menggendong cucunya dengan bantuan bibi Hua.
Lalu mereka semua pergi kekamar Wu Song dimana Ceng Ceng sedang menunggu mereka.
Wu Song mendorong pintu dengan hati-hati lalu masuk kedalam kamar.
Ternyata Ceng Ceng sedang duduk bersandar di ujung kasur tersenyum bahagia begitu melihat Wu Song dan kakeknya datang membawa anaknya Cin Hai.
__ADS_1
Wu Song yang melihat bagian bawah perut Ceng Ceng masih mengalirkan darah, Wu Song cepat menotok beberapa bagian tubuh istrinya untuk menghentikan pendarahan itu.
Setelah memastikan pendarahan nya berhenti Wu Song baru bisa bernapas lega.
Si Ma Jian meletakkan bayi nya disisi kasur Ceng Ceng.
Ceng Ceng sebenarnya ingin menggendongnya, tapi Wu Song melarangnya.
Wu Song membujuk Ceng Ceng bersabar menunggu selama 3 hari, setelah itu Wu Song akan mengijinkan Ceng Ceng menggendong Cin Hai sepuasnya.
Ceng Ceng tidak membantah dia tahu kondisi dirinya saat ini, Wu Song mengkhawatirkan keselamatan nya.
Dia tidak bisa membantah dia tahu untuk menyelamatkan nyawanya, Wu Song telah berkorban banyak.
Ceng Ceng menatap bayinya yang sedang tertidur pulas dengan senyum bahagia.
Sesaat kemudian dia baru mengangkat kepala menatap orang yang hadir di kamarnya.
Ketika melihat bibi Hua Ceng Ceng menatap Wu Song meminta penjelasan.
Wu Song sambil mengelus rambut Ceng Ceng dia berkata,
"Ini bibi Hua kakek meminta bantuannya untuk mengurus dan menyusui Cin Hai bila sedang lapar."
Ceng Ceng mengangguk dan tersenyum kepada bibi Hua sambil berkata,
"Terima kasih banyak bibi Hua."
Bibi Hua tersenyum dan menjawab,
Ceng Ceng mengangguk sambil berkata,
"Maaf merepotkan bibi Hua."
"Tidak, tidak repot aku juga sedang punya anak 1 tahunan aku akan merawat mereka bersamaan." ucap bibi Hua penuh hormat.
Bibi Hua malah merasa beruntung dengan merawat Cin Hai, selain mendapatkan gaji yang besar dia dan anaknya juga akan mendapatkan gizi yang berlimpah di kediaman perdana menteri Si Ma Jian.
Ceng Ceng kemudian mengalihkan pandangannya ke Lu Ping, Ceng Ceng di dalam hati sangat terkejut melihat wajah gadis itu.
Wajah gadis itu sangat mirip dengannya perbedaan tetap ada tapi sangat tipis.
Wu Song cepat-cepat memberi penjelasan takut menimbulkan salah paham dari Ceng Ceng.
"Sayang ini kakak seperguruan ku Lu Ping."
Meski hatinya gelisah tapi dia tetap tersenyum tenang dan lembut kepada Lu Ping sambil berkata,
"Selamat datang kakak, maaf tidak bisa memberikan penyambutan yang layak karena kondisi diriku saat ini."
Lu Ping tersenyum canggung dan berkata,
"Jangan berpikir terlalu banyak, cepat sembuh, nanti kita akan ngobrol sampai puas.
__ADS_1
Sekarang aku tidak mengganggu dulu, permisi."
Setelah Lu Ping pamit yang lainnya juga pamit kembali kekamar masing-masing.
Kini di kamar hanya tersisa Wu Song Ceng Ceng dan anak mereka Cin Hai.
Wu Song membantu Ceng Ceng untuk kembali berbaring dan tiduran.
Wu Song mencium kening istrinya dan meminta nya untuk tidur.
Kemudian Wu Song menyelimuti Ceng Ceng.
Lalu dia berjalan kearah kursi santai.
Wu Song memilih duduk dikursi panjang tempat bersantai untuk bermeditasi memulihkan tenaganya.
Ditengah malam Wu Song memeriksa kondisi Ceng Ceng kemudian menyalurkan tenaga dalam untuk meringankan kondisinya.
Setelah itu Wu Song kembali melanjutkan meditasinya sampai pagi.
Pagi-pagi Wu Song membawa Cin Hai ketempat bibi Hua.
Kemudian dia pergi ke dapur memasak beberapa macam sarapan pagi untuk istrinya.
Saat Wu Song selesai masak, dia meminta pelayan mengantar makanan itu kekamar Ceng Ceng.
Dia sendiri pergi mandi membersihkan diri.
Baru kembali kekamar untuk melihat keadaan Ceng Ceng.
Begitu masuk kamar Wu Song melihat Ceng Ceng sudah bangun dan sedang tersenyum menatap Cin Hai yang sudah di mandiin di susui oleh bibi Hua.
Setelah tertidur baru diantarkan kembali pada Ceng Ceng.
Ceng Ceng begitu bangun tidur langsung bertanya pada pelayan yang menjaganya.
Dimana suami dan anaknya?
Pelayan langsung menjelaskan sesuai pesan Wu Song.
Ceng Ceng menjadi tenang setelah mendengar penjelasan pelayan tersebut.
Apalagi tidak lama kemudian bibi Hua datang mengembalikan Cin Hai padanya.
Ceng Ceng tersenyum senang melihat Cin Hai yang sudah dimandikan dan tertidur pulas karena perutnya sudah kenyang disusui oleh bibi Hua.
Tak lama kemudian pelayan datang mengantarkan sarapan yang sangat wangi.
Dan pelayan menjelaskan pada Ceng Ceng semua sarapan itu di siapkan Wu Song sendiri untuknya.
Ceng Ceng jadi merasa lapar mencium bau masakan Wu Song.
Ceng Ceng meminta pelayan tersebut membantunya untuk bangun duduk.
__ADS_1
Dan mengambilkan makanan untuknya.