
Lu Fan menghela nafas kecewa, kemudian menatap wajah Lin Lin dengan sedih dia berkata,
"Maafkan aku bila dalam setiap pertemuan kita selalu diawali hal-hal yang membuat mu tidak nyaman, permisi."
Setelah menganggukkan kepala memberi hormat, Lu Fan membalikkan badannya berjalan kearah pintu.
Entah kenapa disaat bersamaan dihati Lin Lin muncul rasa iba dan kasihan melihat ekspresi sedih Lu Fan barusan, tapi dia cepat-cepat membantah pikirannya itu.
Sebelum Lu Fan keluar dari Toko dia bertabrakan dengan seorang pria gemuk berpakaian mewah dan diikuti sekumpulan pria bertubuh besar.
Pria gemuk itu dengan marah memaki Lu Fan,
"Bajingan tidak punya mata, tidak bisa melihat tuan besar mu ingin lewat.
Kamu malah menghadang jalanku, dasar dungu cepat minggir."
Pria gemuk itu sambil berkata, dia ingin mendorong tubuh Lu Fan kepinggir.
Tapi tubuh Lu Fan tidak bergeming ketika didorong.
Dia mengangkat kepalanya yang botak menatap Lu Fan dengan marah.
Sambil berkata dan menunjuk-nunjuk wajah Lu Fan.
"Bajingan tengik harusnya kamu tahu diri cepat minggir jangan membuatku marah.
Atau aku akan membuatmu menyesal."
Lu Fan yang sedang kecewa merasa mendapatkan pelampiasan dia hanya tertawa sinis melihat Pria gendut itu.
Sambil tersenyum sinis Lu Fan berkata,
"Emangnya ini jalan nenek moyang mu ,?
aku sarankan kamu segera menyingkir dari hadapan ku gendut sialan, sebelum aku membuatmu menggelinding seperti bola meninggalkan tempat ini."
Si gendut terbelalak tidak percaya, selama ini semua orang selalu takut dengannya,
baru kali ini ada orang yang berani menantang dan menghinanya.
Wajahnya dari pucat menjadi merah kemudian berubah menjadi hijau, si gendut dengan sekuat tenaga menendang kearah perut Lu Sun.
Si gendut kelihatannya pernah belajar silat, meski tubuhnya gendut dan tambun tapi tendangannya cepat kuat dan mantab.
Lu Sun menangkap kakinya, kemudian melemparnya keluar dari toko menggelinding seperti bola.
__ADS_1
Yao Su dan putrinya Lin Lin melihat kejadian yang semuanya terjadi begitu cepat hanya terpana dan melongo.
Perasaan mereka berdua kini bercampur aduk, ada rasa lucu, senang, bersyukur, takut dan ngeri.
Mereka merasa lucu karena melihat tubuh gendut itu benar-benar seperti bola yang menggelinding keluar dari toko mereka.
Mereka merasa senang karena si gendut selalu bersikap semena-mena dan sering bersikap kurang ajar terhadap Lin Lin.
Bersyukur karena akhirnya ada orang yang berdiri keluar memberi pelajaran kepada si gendut.
mereka takut karena kejadian mempermalukan si gendut ini terjadi ditoko mereka.
Mereka juga ngeri dan tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi dengan toko dan diri mereka bila si gendut menimpakan masalah ini pada mereka.
Lin Lin sendiri sedang berpikir bagaimana cara menolong Lu Fan. Keluar dari.masalah ini dengan selamat, karena bagaimanapun
Lu Fan terlibat masalah karena berada di tokonya.
Meski dia benci dan tidak menyukai Lu Fan, tapi dia juga tidak boleh berpangku tangan membiarkan Lu Fan menanggung sendiri semua masalah ini.
Berpikir begitu Lin Lin segera maju mendorong dan mengusir Lu Fan pergi dari tokonya.
"Lihat kamu bikin keributan seperti apa ditoko ku, cepat pergi sebelum toko ku tertimpa sial karena ulah mu."
Sambil menghela nafas sedih, Lu Fan memaki dirinya sendiri di dalam hati.
Kenapa kamu begitu rendahan, tidak punya harga diri sama sekali. Orang sudah menolak niat baikmu dan mengusir mu. kamu masih juga tidak mau pergi dari tetap ingin membantunya.
Ini bukan lagi cinta tapi murahan, berpikir seperti itu Lu Fan melangkah santai keluar dari toko dan tidak mau melihat kebelakang lagi.
Melihat Lu Fan pergi Yao Su ingin mencegahnya, karena khawatir, bila si gendut tidak bisa menemukan, dan melampiaskan kemarahannya pada Lu Fan dia pasti akan melampiaskan semua kemarahan pada mereka ayah dan anak.
Tapi baru dia mau bergerak dia di halangi Lin Lin yang berbisik "biarkan dia pergi, ini bukan urusannya."
Yao Su hampir menangis dibuat sikap putrinya yang sangat tidak masuk akal ini.
Habislah pikir Yao Su bila Lu Fan pergi.
Beberapa pria besar cepat-cepat pergi membantu Si gendut berdiri.
Bukannya dapat pujian malah mereka mendapatkan makian dari si gendut,
"Dasar tak berguna, kenapa kalian di sini cepat tangkap dan hajar pemuda kurang ajar itu."
Beberapa pria besar itu mengangguk dan langsung bergegas pergi mengejar Lu Fan,,
__ADS_1
Tanpa banyak bicara begitu tiba di hadapan
Lu Fan mereka langsung menerjang Lu Fan dengan pukulan dan tendangan ke arah Lu Fan.
Lin Lin yang melihat hal itu langsung berteriak,
"Awas...!" sambil menutup mata dengan kedua tangannya tidak berani melihat.
Mendengar teriakkan penuh perhatian dan khawatir dari Lin Lin hati Lu Fan yang tadinya sedih entah kenapa tiba-tiba terasa hangat dan bahagia.
Lu Fan menggeser kakinya kesana kemari, sambil menangkap kaki tangan bahu kerah baju para pengeroyok nya dan melempar mereka semua kearah si gendut.
Lu Fan agak kesal dengan si gendut yang tidak tahu diri itu.
Si gendut yang baru saja berdiri dan sedang membersihkan debu di pantat dan belakang punggungnya, sangat terkejut ketika menyadari betapa benda besar melayang kearahnya susul menyusul.
Si gendut hanya terbelalak kaget tidak sempat menghindar lagi.
Tahu-tahu tubuhnya sudah tertimpa tubuh beberapa pengawalnya yang berbadan besar.
Mereka semua jatuh saling tumpang tindih, tapi yang paling sial adalah si gendut dia menjerit memaki mengerang kesakitan seperti bab* mau disembelih.
Lu Fan berjalan kearah si gendut yang sedang di tindih anak buahnya, kemudian dia melempar tubuh mereka satu persatu ke ujung jalan menjauhi toko obat Yao Su.
Si gendut dan para pengawal nya yang bertubuh besar satu persatu jatuh babak belur menghantam lantai diujung jalan.
Sambil terseok-seok mereka berdiri, si gendut masih tidak puas dengan muka babak belur rambut berantakan dia berteriak,
"Awas. kau ya...! tunggu kamu di situ, masalah kita belum selesai..!!"
Ketika Lu Fan berpura-pura ingin mengejarnya, si gendut lari ketakutan bersama pengawalnya.
Lu Fan sempat menoleh kearah Lin Lin yang sedang menutup matanya, sambil tersenyum sedih dia kemudian berjalan pergi.
Dia sadar cinta tidak bisa dipaksakan harus ada dua orang saling menyukai.
Bila dia masih terus disini hanya akan membuat Lin Lin semakin kesal dan membencinya.
Lu Gan berjalan keluar dari ujung jalan, melihat ada sebuah kedai arak didekat sana Lu Fan berjalan masuk ke kedai tersebut.
Seorang pelayan langsung menghampiri Lu Fan bertanya,
"Tuan silahkan duduk mau pesan apa?"
"Arak Hang Zhou ada, ?" tanya Lu Fan sambil melihat pelayan tersebut.
__ADS_1