
Hal ini tidak di sadari oleh Panglima Sie dan Ketiga Jendral nya, mereka hanya melihat,
Pasukan Rajawali Merah kini sudah tidak memiliki senjata ditangan.
Mereka seperti sekumpulan bebek Peking yang melarikan diri ketakutan.
Hal ini membuat Panglima Sie dan Ketiga Jendral nya sangat gembira, mereka memacu kudanya lebih cepat lagi sambil berteriak,
"Serang...! Serang...! Serang...!
"Musuh sudah tak bersenjata...! ayo cepat serang...! Kejar...! tangkap Shi Ma Ong...!"
Teriakkan ini memacu semangat melakukan pengejaran Pasukan Panglima Sie berkobar-kobar.
Baru mereka terkejut melihat Panglima Sie dan Ketiga Jendral nya, terjatuh dari kuda mereka .
Mereka tercebur dan nyungsep kedalam kolam rawa yang penuh lumpur.
Yi Yi yang bergerak tidak sesemangat ayahnya, karena tugasnya bukan ingin perang, dia hanya ingin menjaga keselamatan ayahnya.
Dia dapat menghindari terjebur kedalam kolam rawa, dengan bersalto meninggalkan kuda yang ditungganginya terjatuh dan masuk kedalam kolam rawa.
Sedangkan dia sendiri berhasil mendarat ringan dipinggir rawa.
Berbeda dengan Yi Yi barisan besar Pasukan ayahnya, sebagian ikut tercebur kedalam rawa.
Sebagian lagi ikut terjebur karena tidak dapat menghentikan dorongan dari teman-teman mereka sendiri yang datang mendesak dari belakang.
Hampir 1/2 dari pasukan yang di pimpin oleh Panglima Sie jatuh tercebur kedalam rawa itu.
Panglima Sie Terlihat kesulitan melepaskan diri dari kubangan lumpur yang dalam dan lengket, ditambah dengan pakaian dan sepatu perangnya yang berat.
Membuat nya kesulitan bergerak, apalagi ingin kembali ke pinggir rawa, begitu pula dengan ketiga Jendral Bai, Hei, dan Huang.
Dan seluruh pasukan mereka yang terjebur kedalam kolam, mereka dengan kaget saling menggapai yang malah menarik teman-teman mereka ikut terjebur semakin dalam.
Mereka terlihat meronta-ronta dan berteriak dengan panik ingin keluar dari kubangan lumpur tapi sulit bergerak.
Yi Yi bereaksi cepat dia segera terbang, berjalan diudara kemudian menarik ayahnya, keluar dari kubangan lumpur.
Lalu dengan menotolkan kakinya diatas air seperti seekor capung, dia melayang kembali ke daratan bersama ayahnya.
Tepat Jendral Sie dan Yi Yi mendarat dipinggir kolam rawa.
Panah api dilepaskan berhamburan kearah rawa, begitu panah api menyentuh minyak yang berada diatas kolam rawa.
Api dengan cepat menyebar menyambar ke segala arah, dalam sekejap mata, seluruh kolam rawa di selimuti oleh api yang berkobar-kobar.
Yi Yi tidak sempat lagi memberikan pertolongan kepada yang lain, sehingga dia dan ayahnya beserta sisa pasukan yang tidak tercebur.
Menatap dengan melongo dan ngeri melihat seluruh pasukan yang terjebur kedalam kolam rawa, termasuk ketiga jendral Hei, Bai, dan Huang, mereka menjerit-jerit histeris di lalap si jago merah.
__ADS_1
Mereka terlihat berusaha meronta-ronta, lalu satu persatu meregang nyawanya, kemudian tenggelam kedalam kolam rawa.
Panglima Sie terjatuh terduduk, seumur hidupnya, ini adalah pertempuran paling sadis yang dia saksikan dengan mata kepalanya sendiri.
Seluruh pasukan Panglima Sie juga tertunduk sedih melihat rekan teman dan saudara mereka terbakar hidup-hidup di sana.
Semangat tempur mereka menurun drastis, banyak diantara mereka terjatuh berlutut melepaskan senjata dan bendera yang mereka pegang.
Di tempat lain Shi Ma Ong tertawa gembira melihat kondisi yang di alami lawannya.
Darah khitan suku bar-bar yang mengalir di dalam tubuhnya.
Tidak bisa membohongi siapapun, bahwa dia memiliki jiwa yang kejam sadis seperti hewan buas.
Sedangkan Yue Fei, terlihat sangat tidak bahagia dan bersedih, dia menghapus dua butir air mata yang jatuh di sela-sela pipinya.
Meski strategi ini berasal dari dirinya, tapi dia tidak terlihat bahagia sama sekali.
Sambil memejamkan matanya dia bergumam,
"Oh Thian maafkan hamba mu yang penuh dosa ini."
"Biarlah segala dosa ini menjadi tanggung jawab ku seorang, jangan sampai melibatkan Sin Yi dan keturunan ku."
Lalu Yue Fei mengangkat pedangnya keatas memberi kode agar seluruh pasukannya mengambil jalan memutari rawa
Bergerak menyerang pasukan Panglima Sie yang sedang jatuh mental tempurnya dan sedang tidak siaga.
Yi Yi yang berpenglihatan lebih tajam, melihat pergerakan mencurigakan dari pasukan Rajawali Merah di seberang kolam.
Dia segera berteriak,
"Bersiaga...! ambil kembali senjata kalian..! bersiaplah dan bergerak mundur...!"
"Musuh sedang bergerak kearah kita...!"
"Cepat...! Cepat...! Cepat...!"
Lindungi ayah...! segera Mundur..! Mundur..!"
"Rapatkan barisan...! bergerak Mundur..!"
Teriakkan Yi Yi segera menyadarkan mereka semua dari kesedihan.
Dan cepat-cepat bersiap-siap menghadapi kemungkinan terburuk yang mungkin saja terjadi.
"Ayah ayo cepat ayah mundur meninggalkan tempat ini.!"
"Kalian cepat kawal Panglima meninggalkan tempat ini..!"
ucap Yi Yi terburu-buru.
__ADS_1
Sambil bergerak mundur bersama Pasukan pengawalnya, Panglima Sie berteriak,
"Yi Yi kenapa kamu masih di situ ? cepat mundur bersama kita..!!"
"Pasukan musuh sedang bergerak kearah mu.. cepat mundur..!"
teriak Panglima Sie yang mulai mundur menjauh bersama Pasukannya.
Yi Yi terlihat menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku akan menahan mereka..!kalian cepat mundur kembali ke Shouchun."
"Ayah..! tolong jaga Thian San baik-baik..!"
"Sampaikan kepada Kakak Topeng Besi maafkan Yi Yi..!"
Teriak Yi Yi.
Lalu dia membalikkan badannya dan melesat kearah Pasukan Rajawali Merah dan berteriak keras,
"Mati lah kalian semuanya...!!"
Lalu dia melepaskan pukulan dengan pengerahan seluruh kekuatannya melepaskan jurus Tapak Es Abadi.
Terdengar suara teriakan yang semakin menjauh dari Panglima Sie,
"Jangan Bodoh Yi Yi...cepat mundur...!"
Yi Yi tersenyum manis mendengar ucapan ayahnya.
Kemudian dia kembali melepaskan pukulan susulan sebanyak 3 kali, lalu dia terjatuh terduduk lemas di tempat.
Pukulan Yi Yi tidak sekuat Xue Yen, dia hanya berhasil menjangkau radius beberapa kilometer saja.
Pasukan Rajawali Merah yang terkena hembusan angin pukulan Yi Yi langsung membeku menjadi patung es.
Yue Fei dan Shi Ma Ong tidak sempat bertindak, karena tidak menyangka Yi Yi yang selalu terlihat lemah lembut menyimpan kekuatan sedahsyat itu.
Hampir 1/4 Pasukan Rajawali Merah membeku menjadi patung es beku tak tertolong lagi.
Sedangkan 1/2 nya lagi hanya sulit bergerak dengan tubuh kaku diselimuti es tipis di sekujur tubuh mereka.
Dengan Im Yang Sen Kung yang mereka miliki masing-masing, mereka berhasil menyelamatkan diri dari kematian.
Mereka lebih mujur karena jarak mereka sedikit lebih jauh dari Yi Yi dibanding 1/4 teman-teman mereka yang membeku tak bergerak lagi.
Yi Yi duduk bersila sambil memejamkan matanya menanti nasib.
Yi Yi yakin hal terburuk paling dia akan di bunuh di sini, tapi bila ada Bun Houw.
Kemungkinan besar tidak akan ada yang berani menyentuhnya.
__ADS_1
Bun Houw pasti akan menyelamatkannya.