LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
TUGAS PERTAMA,


__ADS_3

"Yang berhasil menyelesaikan tugasnya dapat 3 butir bakpao, kamu sendiri ambil 5." pesan Bun Houw pada Alung.


"Yang tidak berhasil tidak dapat jatah makan, sisa Bakpao simpan, untuk makan malam sehabis latihan sore." Bun Houw berpesan pada Alung.


"Setelah makan ajarkan tehnik pernapasan yang tadi kuajarkan pada mu ke mereka.


Setiap habis lari wajib melatih tehnik itu."


Setelah memberi pesan Bun Houw bergegas pulang kerumah, dia khawatir dengan Yi Yi.


Yang sudah dia tinggalkan dari kemaren pagi sampai sekarang.


Sampai di rumah Bun Houw langsung di sambut oleh Yi Yi, yang langsung meninggalkan pakaian yang sedang di jemurnya.


Yi Yi memeluk Bun Houw dengan erat dan bertanya,


"Bun Houw ke ke kamu kemana saja? apa yang terjadi? kenapa baru pulang? kamu pasti capek dan lelah ya? sudah makan belum?


Bun Houw langsung di bombardir pertanyaan bertubi-tubi oleh Yi Yi.


Bun Houw menjawab satu persatu, sambil merangkul Yi Yi masuk kedalam rumah.


Yi Yi menuangkan air minum buat Bun Houw, kemudian mengeluarkan beberapa macam masakan sederhana buatannya, untuk Bun Houw.


"Kalau kurang enak jangan protes ya."


ucap Yi Yi sambil tersenyum.


Kemudian melanjutkan berkata,


"Aku tahu kamu pasti sangat sibuk diluar, makanya aku memasak agar pulang nanti kamu bisa langsung makan."


Bun Houw tersenyum tidak berkata kata makan dengan lahap, selesai makan Bun Houw langsung pamit kembali ke markas militer.


Yi Yi bertanya sambil memeluk lengan Bun Houw, saat mengantar kepergian Bun Houw.


"Gimana Bun Houw ke ke masakan ku tadi?"


Bun Houw tersenyum membelai kepala Yi Yi lalu memberikan jempol nya.


Setelah itu Bun Houw langsung meninggalkan Yi Yi kembali ke markas militer.


Mendapat pujian Bun Houw, Yi Yi tertawa senang dan bangga, kemudian bergegas lari kedalam rumah untuk mencoba hasil masakannya sendiri.


"Baru satu suap Yi Yi langsung muntah, ternyata masakannya sangat asin dan tidak layak di makan.


Yi Yi sambil mencuci peralatan makan dan peralatan masak terisak-isak seorang diri.

__ADS_1


Yi Yi terharu dengan sikap Bun Houw, di sisi lain Yi Yi menyesali kemampuan masaknya sendiri.


Selama ini dia terlalu mengandalkan Bun Houw, sehingga kini saat Bun Houw sibuk dia tidak bisa masak makanan layak buat Bun Houw.


Yi Yi merasa terharu, malu kecewa dan sedih.


Bun Houw kembali ke markas militer , melihat bawahan nya yang berusaha menyelesaikan tugas yang dia berikan masih cukup banyak.


Tapi meski terseok-seok mereka terus berusaha menyelesaikan tugas mereka.


Bun Houw hanya melihat sekilas, lalu masuk ke dalam barak utama membuat sketsa dan tugas-tugas untuk hari berikutnya.


Menjelang sore Bun Houw melihat hampir semua nya berhasil menyelesaikan tugas yang dia berikan, hanya ada 10 orang yang tidak sanggup.


"Kalian kemarilah..!" panggil Bun Houw setelah mendapatkan laporan dari Alung


Sepuluh orang itu dengan lesu dan agak takut-takut berjalan menghadap Bun Houw.


dengan kepala tertunduk.


Bun Houw Memberikan mereka seorang sebutir Bakpao, mereka menatap BakPau ditangani mereka dengan terkejut dan tidak percaya.


Bun Houw kemudian berkata,


"Aku tahu kalian telah berusaha, tapi itu adalah kemampuan maximal kalian tidak bisa dipersalahkan."


Setelah itu tulis nama kalian masing-masing di atas kertas ini." ucap Bun Houw berpesan.


10 orang tersebut saling pandang, agak ragu mereka takut nama mereka nantinya di coret dari pasukan kerajaan.


Tapi sesaat kemudian sehabis makan, satu persatu mulai menulis nama mereka diatas kertas yang di sediakan Bun Houw tadi.


Setelah selesai Bun Houw mengamati tulisan mereka dari 10 orang ada 3 orang yang tulisannya rapi.


Bun Houw menunjuk mereka bertiga sebagai bagian pembukuan dan administrasi.


Sedangkan 5 orang di tugaskan sebagai juru masak bagian dapur, yang akan di ajari cara masak oleh Bun Houw.


Sisa 2 orang ditugaskan sebagai tukang bersih-bersih dan berbelanja segala keperluan barak diluar


Sejak hari itu barak sebelah barat yang terkenal paling kacau dan sulit di atur.


Mulai berubah, mereka menjadi lebih disiplin, makin hari makin kuat resimen mereka.


Bun Houw kini sudah memiliki 5 orang komandan baru yang dia tunjuk langsung.


Dan Alung kini di angkat menjadi asisten perwira, jabatannya cuma setingkat di bawah Bun Houw.

__ADS_1


Setingkat diatas ke lima komandan pasukan, kemampuan Alung juga berkembang pesat seiring waktu dibawah ajaran Bun Houw langsung.


Tidak terasa sudah sebulan Bun Houw menjabat sebagai perwira muda.


Pasukan yang dilatihnya juga mengalami peningkatan pesat jauh lebih kuat dari barak lainnya.


Siang itu Bun Houw yang sedang mengawasi latihan pasukannya, tiba-tiba di panggil menghadap Jendral Bai.


Bun Houw pun ikut ke tenda pusat milik Jendral Bai.


Setelah semua perwira nya berkumpul, Jendral Bai mulai menjelaskan tugas yang dia dapatkan.


"Aku mengharapkan kalian semua bisa memberikan kontribusi yang maximal dalam menjalankan misi ini." ucap Jendral Bai bergaya serius.


"Tugas kita kali ini adalah memberantas perampok gunung yang ada di sebelah timur pegunungan Mao." ucap Jendral Bai menjelaskan.


"Kita hanya di beri waktu 1 Minggu untuk menyelesaikan tugas ini."


"Siapa diantara kalian yang berani pergi menyelidiki keberadaan markas dan informasi penting lain dari perampok itu.?" tanya Jendral Bai menatap ke 5 perwira bawahan nya.


4 perwira yang biasanya menjadi teman minum dan pelesir jendral Bai, hanya menundukkan kepalanya pura-pura berpikir.


Melihat situasi ini Bun Houw pun maju dia berkata,


"Serahkan saja tugas ini padaku, paling lama 3 hari kita akan segera mendapatkan informasi kemudian bisa bergerak."


"Bagus.." ucap Jendral Bai sambil tertawa senang.


"kita semua menunggu kabar baik mu, tiga hari lagi kita berkumpul di sini." ucap Jendral Bai.


Kemudian memberikan sebuah surat untuk di tanda tangani, sebagai pernyataan bila dalam 3 hari gagal mendapatkan informasi.


Maka Bun Houw akan dihukum menurut peraturan militer.


Bun Houw pun menandatangani nya tanpa banyak pikir.


Setelah itu semua perwira pun bubar kembali ke markas masing-masing, sedangkan jendral Bai langsung pulang kekediaman nya.


Bun Houw mengutus Alung untuk berbaur kedalam kelompok perampok itu.


Alung langsung menerima tugas tersebut, bergerak ke pegunungan sebelah timur secepatnya.


Dua hari setelah kepergian Alung, pagi itu seorang prajurit masuk ke dalam barak utama Bun Houw.


Memberi laporan tentang kabar yang dikirim oleh Alung lewat burung merpati.


Bun Houw menerima sebuah tabung bambu kecil yang diikat di kaki merpati,

__ADS_1


Bun Houw membuka tabung dan mengeluarkan sebuah kertas kecil yang di guling-guling oleh Alung.


__ADS_2