LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
BERTEMU SI MA ONG


__ADS_3

Si Ma Yen sambil tersenyum lembut berkata,


"Bun Houw ke ke tunggu sebentar, duduklah dulu aku belum selesai bicara."


"Aku kan tidak mengatakan tidak akan membantumu, kasih aku waktu sebentar berpikir."


"Aku janji aku pasti akan membantumu, meski untuk itu harus ribut dengan orang sedunia aku tidak akan perduli."


Bun Houw tidak enak hati mendengar ucapan Si Ma Yen yang memang setulus hati ingin menolongnya.


Bun Houw kembali duduk di hadapan Si Ma Yen, menatap gadis itu dengan tatapan bodoh.


Bun Houw benar-benar tidak tahu apa yang harus dia perbuat saat ini, kalaupun dia pergi dari sini dia juga tidak tahu harus bagaimana menghadapi masalah saat ini.


Sedangkan waktu terus berjalan detik demi detik, daripada pergi juga tidak tahu harus berbuat apa dan salah mengambil keputusan yang akan membuatnya menyesal seumur hidup.


Lebih baik menunggu Si Ma Yen berpikir siapa tahu ada solusi yang lebih baik.


Si Ma Yen tiba-tiba menepuk paha nya sendiri sambil tersenyum berkata,


"Kenapa dari tadi tidak terpikir sungguh bodoh, aku lupa dengan ucapan Kong Ming Cu Ke Liang musuh dari musuh ku adalah teman ku."


"Aku ada akal sekarang, ayo ikut denganku sekarang." ucap Si Ma Yen sambil menarik tangan Bun Houw.


Bun Houw dengan bingung bertanya,


"Adik Yen kita mau kemana ?"


Si Ma Yen sambil tersenyum berkata,


"Pergi menemui orang yang bisa menolong semua bawahan mu dari tangan Si anjing itu."


Bun Houw tidak bertanya lagi dengan bodoh dia mengikuti langkah Si Ma Yen yang berjalan keluar dari restoran.


Pelayan restoran segera maju bertanya,


"Nona bagaimana dengan pesanan mu tadi."


Sambil tertawa nakal, Si Ma Yen berkata.


"Kirim ke kediaman Si Ma, bilang dari putrinya untuk tuan Si Ma Yi.


Pelayan yang mendengar nama Si Ma Yi menjadi pucat, orang bodoh mana pun pasti pernah mendengar nama ini.

__ADS_1


Apalagi dia yang tinggal di kota Chang An, dan restoran adalah salah satu pusat informasi.


Pelayan tidak banyak bicara lagi, dia sambil mengelap keringat di dahinya.


Dia cepat-cepat masuk kedalam Restoran menjalankan pesanan gadis itu.


Sementara Bun Houw di tarik oleh Si Ma Yen menuju kediaman pangeran ke 4 Si Ma Ong, pangeran yang tadinya punya wewenang militer besar calon putra mahkota.


Yang di cabut haknya akibat keributan dengan Wu Song yang sampai melibatkan Lu Sun dan puluhan ribu pasukan Naga Hitam yang menggegerkan Ibu kota Luo Yang.


Si Ma Yen dengan santai menarik Bun Houw masuk kedalam kediaman Pangeran


Si Ma Ong yang sangat besar dan megah.


Tidak ada pengawal yang berani mencegah gadis manja yang masih terhitung bibi kecilnya Tuan mereka.


Si Ma Ong terlihat sedang berlatih di taman samping menghadapi kepungan puluhan Pasukan pengawal bersenjata pedang tajam tertimpa sinar matahari.


Semua pengawal nya mengenakan seragam militer lengkap dengan pelindung dan penutup muka dan helm.


Sedangkan sang pangeran justru bertelanjang dada memegang sebatang pedang bersinar kemerahan.


Punggung pangeran itu yang kekar dihiasi tato seekor naga yang terlihat sangat hidup, menambah keangkeran pangeran tersebut.


Pedang berseliweran dan terdengar suara beradu senjata yang memekakkan telinga, tapi tidak ada satupun serangan dari pasukan pengawal itu yang bisa menyentuh dirinya.


Di dalam pandangan Bun Houw semua itu tidak ada apa-apa nya, mereka semua bila di gabung sekalipun tidak akan sanggup menghadapi salah satu dari komandannya.


Setelah bersimbah keringat Pangeran Si Ma Ong berhasil menendang dan menebas dua orang pengawalnya secara bersamaan.


Kemudian di susul dengan tebasan secepat kilat ke pengawal ketiga keempat dan seterusnya.


Hingga akhirnya sisa satu pengawal yang setelah saling serang beberapa jurus, dengan tehnik merebut senjata pangeran Si Ma Ong berhasil merebut pedang pengawalnya dan menendang dada pengawal itu sampai jatuh terkapar di atas lantai.


Dengan demikian berakhirlah latihan tersebut, pangeran Si Ma Ong mengenakan jubahnya, di bantu beberapa gadis cantik.


Dan seorang gadis yang sangat cantik, menurut Bun Houw wajah nya agak mirip istri Wu Song Lu Ping anak gurunya.


Gadis cantik itu membantu menyeka keringat di wajah pangeran Si Ma Ong.


Dari panggilan mereka yang mesra, Bun Houw tahu gadis itu tentulah istri atau minimal selir pangeran Si Ma Ong.


Setelah keringat di wajahnya di seka oleh istrinya, Si Ma Ong minum air dari botol yang di bawa Pelayannya.

__ADS_1


Baru sambil tertawa lebar berjalan kearah Bun Houw dan Si Ma Yen sambil berkata,


"Angin apa yang membawa bibi kecil ku datang ketempat pengasingan ku ini."


"Dan pria tampan di sebelah bibi kecil siapa dia? jangan bilang itu adalah calon paman kecil ku?" ucap Si Ma Ong berkelakar sambil tertawa.


Wajah nya tidak terlalu tampan tapi juga tidak jelek, sinar matanya dan senyuman nya menyorotkan kekejaman dan kelicikan.


Si Ma Yen mempelototi Si Ma Ong sambil berkata,


"Berani kurang ajar sama bibi mu, tidak takut ku laporkan pada ayah mu."


Si Ma Ong tertawa-tawa dan berkata,


"Apa tidak cukup menderita aku di buang dan di kurung di sini, bibi kecil masih datang menindas ku.?"


Si Ma Yen tidak menanggapinya lagi kelakar dari ponakannya yang nakal ini.


Dia dengan serius berkata,


"Aku datang kemari ada urusan penting yang membutuhkan bantuan mu, juga membantu mu mendapatkan orang sakti dan berbakat."


"Apakah kamu punya nyali membantunya dan mendapatkan pengabdiannya itu terserah padamu."


"Kamu putuskan sendiri bibi cuma jadi perantara saja." ucap Si Ma Yen sambil tersenyum mengejek.


Si Ma Ong adalah orang cerdas dan berbakat, dia tahu ini bukan urusan sepele.


Dia segera memberi kode agar semua orang meninggalkan tempat itu termasuk istrinya.


Dia kemudian melangkah kearah sebuah meja batu yang terbuat dari giok putih, lengkap dengan 4 buah kursi yang terbuat dari bahan yang sama.


Si Ma Ong duduk dan mempersilahkan bibinya dan Bun Houw untuk duduk, kemudian berkata,


"Sekarang tidak ada siapa-siapa lagi, jelaskan lah apa yang bisa saya bantu.?"


Si Ma Yen perlahan-lahan berkata,


"Teman ku ini bernama Bun Houw, dia adalah salah satu perwira bawahan Jendral Bai.


Yang membantunya menyelesaikan misi di Xiang Ping."


"Tapi karena perbedaan paham dia di pecat dan kini dua bawahan nya akan di eksekusi oleh jendral Bai."

__ADS_1


Pangeran Si Ma Ong mengangguk dan bertanya,


"Berapa orang bawahan setia mu yang kini ada di tangan pecundang itu?"


__ADS_2