LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PENGAKUAN WU SONG


__ADS_3

"Sebagai suku tahlukan kami wajib menyerahkan upeti kepada raja khitan, sebagai tanda pernyataan niat dan ketulusan kami tunduk kepada penguasa baru."


"Saat penyerahan upeti raja khitan ikut hadir menyaksikan dan di jamu oleh ayah ku sebagai kepala suku Hui."


"Di perjamuan itulah raja khitan tertarik dengan ku, dan menyatakan keinginannya untuk menjadikan ku sebagai selirnya."


"Ayah ku menolaknya dengan halus dengan memberi penjelasan bahwa aku sudah ditunangkan dengan Agoda."


"Tapi raja khitan memaksa dan berkata bila aku tidak di biarkan menjadi selirnya, maka perjanjian damai batal."


"Dia akan menyerang dan menghabisi seluruh suku kami."


"Dengan terpaksa ayah ku menyetujuinya, dan aku pun dipaksa menjadi selirnya dan akhirnya berada di sini."


ucap Mimi mengakhiri ceritanya dengan wajah sedih.


Wu Song tiba-tiba merasa kasihan dengan Mimi, dia teringat dengan nasib Ceng Ceng istri pertama yang sangat dia cintai itu.


Di dalam hati Wu Song sudah mengambil keputusan, dia tidak akan membiarkan pasangan manapun mengalami nasib seperti Ceng Ceng bila dia melihatnya.


Seperti kasus Yi Yi dan Bun Houw sayang nya, temannya Bun Houw tidak tahu di untung .


Setelah diberi kesempatan dia malah memilih jalan lain.


Tapi Wu Song tidak menyesal telah memberikan pertolongan ke Bun Houw dan Yi Yi, terlepas dari mereka tetap bersama atau tidak.


Setidaknya hati Wu Song sudah lebih tenang, karena sudah memberi kesempatan mereka bersama.


"Mimi saat kamu dibawa oleh raja Sanggha, apa reaksi Agoda..?"


tanya Wu Song sambil menatap Mimi dengan penuh simpati.


Mimi terdiam sejenak sambil menghela nafas panjang,


"Dia tentu tidak setuju dan sangat marah."


"Tapi dia juga menyadari posisi ku yang melakukan semua ini demi menyelamatkan seluruh suku kami."


"Di hari keberangkatan ku dia tidak muncul, aku juga tidak tahu apa yang terjadi dengan nya."


"Aku sendiri sejak raja khitan menyatakan keinginannya kepada ayah ku, aku selalu diawasi dan di jaga dengan ketat tidak diijinkan bertemu siapapun kecuali ayah ku."


"Awu tahu kah kamu kenapa aku menangis sedih sambil tersenyum ? sewaktu kamu pertama kali memainkan suling mu di dekat kamar ku ."


Wu Song menatap Mimi sejenak kemudian menggelengkan kepalanya.


Mimi tersenyum pahit dan berkata,


"Itu karena lagu mu mengingatkan ku akan Agoda kekasih juga tunangan ku itu."


"Aku teringat pesan terakhir dari Agoda yang disampaikan lewat ayah ku, dia ingin aku melupakan semua kesedihan, hidup berbahagia dan selalu tersenyum dalam situasi apapun."

__ADS_1


"Saat mendengar irama suling mu, aku tidak bisa menghentikan kesedihan ku, tapi disaat bersamaan aku juga teringat pesan Agoda, makanya aku berusaha tersenyum."


"Anggap saja senyum itu untuk membayar hutang cinta ku kepadanya."


ucap Mimi dengan airmata mulai bercucuran.


Wu Song menyentuh pundak Mimi dengan lembut menunjukkan rasa simpati nya dan berusaha menenangkan Mimi dengan sentuhan lembut nya.


Tapi Wu Song tidak menyangka, sentuhannya malah membongkar bendungan yang selama ini selalu ditahan-tahan oleh Mimi di hatinya.


Mimi langsung menubruk kedalam pelukan Wu Song dan menangis tersedu-sedu dengan sangat sedih, sambil melingkarkan sepasang tangannya di pinggang Wu Song.


Wu Song tidak tega menolak nya, jadi dia membiarkan Mimi menangis sepuasnya di dalam pelukannya.


Setelah melepaskan semua beban dihatinya kini Mimi mulai merasa jauh lebih lega, dia pun melepaskan pelukannya dari Wu Song dan berkata,


"Maaf Awu aku telah mengotori pakaian mu.."


Wu Song menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak apa-apa Mimi, bila itu bisa meringankan hati mu aku turut senang."


"Awu terimakasih banyak, kamu sudah bersedia meluangkan waktu mu, untuk mendengarkan cerita ku yang membosankan."


Wu Song menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak Mimi, Awu malah merasa senang, Mimi bersedia dan mempercayai Awu sebagai teman Mimi."


"Sudah malam Awu, kembalilah ke kamar mu untuk beristirahat, sekali lagi maaf telah mengurangi jam istirahat mu."


Wu Song mengangguk kemudian dia dan Mimi pun berpisah kembali ke kamar masing-masing.


Sepanjang jalan Wu Song mengutuk dirinya yang di awal-awal tadi telah berpikir negatif dan bukan-bukan terhadap Mimi.


Mimi sangat tulus dan mempercayai nya sebagai temannya, tapi dia malah tega berpikir yang tidak-tidak tentang Mimi bahkan ingin mencelakai nya.


"Wu Song kamu ini sungguh bukan manusia.."


Dumel Wu Song memaki-maki dirinya sendiri.


Malam itu juga Wu Song sudah merubah keputusan nya, dia akan merubah targetnya.


Wu Song akan bekerja sama dengan Mimi menargetkan Permaisuri.


Keesokan paginya, Wu Song pergi menghadap permaisuri.


Di hadapan Permaisuri sambil berlutut memberi hormat, Wu Song berkata,


"Yang mulia besok sore saat matahari terbenam, sehabis bermain musik dan bernyanyi."


"Hamba dan selir Mimi akan bersama, di kamarnya."

__ADS_1


"Harap Yang mulia bisa hadir di sana untuk menangkap basah."


"Untuk selanjutnya terserah pada yang mulia, karena rahasia selir Mimi kedepannya, ada di tangan yang mulia."


"Bagus Wu Song kamu telah melaksanakan tugas mu dengan baik."


ucap Permaisuri girang.


"Baiklah yang mulia kalau begitu saya pamit dulu."


ucap Wu Song sopan.


Permaisuri memberi kode agar Wu Song boleh pergi, dia terlihat sangat gembira.


Sore harinya seperti biasanya Wu Song datang ketaman bermain musik bernyanyi, kemudian mereka berdua berbincang-bincang ringan ditaman.


Wu Song tiba-tiba menatap Mimi dengan serius dan berkata,


"Mimi aku ingin bertanya pada mu jawablah dengan jujur."


Mimi tersenyum dan berkata,


"Ada apa dengan mu hari ini Awu ? kamu terlihat berbeda."


Wu Song dengan serius berkata,


"Mimi bila ada peluang menghancurkan raja Sanggha suami mu, agar kamu bisa pulang ke negri Hui berkumpul lagi dengan ayah mu dan kekasih mu Agoda."


"Apakah kamu bersedia mengambil peluang itu.?"


"Apa maksud mu Awu ? kamu jangan main-main ini hukumannya sangat berat."


ucap Mimi terlihat panik dan ketakutan.


Mimi kembali menatap Wu Song dengan serius dan bertanya,


"Apa kamu tahu resikonya ?"


"Aku tentu saja sangat ingin lepas dari Raja Sanggha tapi bila hal itu membahayakan nasib suku ku aku tidak bersedia."


"Bila terjadi sesuatu pengorbanan ku selama ini akan sia-sia, apa kamu tahu itu Awu.?"


ucap Mimi tak berdaya.


Wu Song pun berkata,


"Asal kamu turuti rencana ku ini, aku jamin semua ini tidak akan ada resiko buat mu."


"Mimi ketahuilah, aku akan jujur padamu."


"Nama ku bukan Song Wu, aku juga bukan Kasim, nama asli ku Wu Song."

__ADS_1


"Saat ini aku ditunjuk oleh Si Ma Yi Kaisar pembuka Dinasti Jin, sebagai kepercayaan nya, membantu mengusir dan menghancurkan raja Sanggha."


__ADS_2