
Cahaya merah Phoenix api semakin lama semakin terang menyilaukan mata.
Kemudian Phoenix api itu terbang tinggi keangkasa melebarkan sayapnya.
Lalu menukik ke arah Wu Song dengan kecepatan tinggi, Wu Song berlaku tenang dia membuat pelindung cahaya biru yang semakin tebal, kemudian mendorongnya kedepan.
Benturan kembali terjadi menimbulkan tenaga kejut yang membias ke sekitarnya, sampai beberapa kilo meter.
Tanah berguncang hebat seperti ada gempa, area sekitar Wu Song tanahnya merekah, Wu Song melesat keatas dengan seruling hitamnya.
Memberikan ratusan serangan yang muncul dari segala penjuru menghantam sekujur tubuh Phoenix api tersebut.
Di tutup dengan sebuah tendangan yang mengenai kepala dan dada burung Phoenix api itu hingga terpental jauh.
Kemudian Phoenix api sirna kembali ke wujud asal, di mana terlihat seorang gadis dengan rambut awut-awutan terlepas dari ikatannya, berkobar-kobar tertiup angin menutupi wajahnya.
Gadis itu berlutut dengan kaki sebelah, sambil memegang dadanya dan beberapa kali memuntahkan darah hitam.
Rambutnya yang tadinya hitam legam, kini perlahan-lahan berubah putih, saat gadis itu mengangkat wajahnya menatap Wu Song, ternyata wajahnya sangat cantik dan muda .
Mungkin hanya seumuran dengan Se Se, melihat gadis ini Wu Song teringat Se Se hatinya menjadi tidak tega.
"Bertobatlah nona, lepaskan dendam dan kebencian mu, kembalilah ke jalan kebenaran," ucap Wu Song memberikan nasehat.
Gadis itu menggigit bibirnya dan berkata,
"Bunuh saja aku, tidak perlu banyak bicara, selama aku masih bernafas aku akan menghabisi semua pria di Nan Yang."
Wu Song mengeratkan pegangannya pada sulingnya, Kemudian menghilang dari tempatnya berdiri, dan muncul di depan gadis itu.
Mengayunkan sulingnya menghantam kepala gadis itu, yang hanya bisa menatapnya dengan penuh kebencian dan ketidakpuasan.
Tiba-tiba ada yang muncul dihadapan gadis itu memeluk Kepalanya, sehingga seruling Wu Song mendarat tepat di punggung orang itu.
Wu Song berusaha menarik kembali kekuatan nya, tapi hantaman tidak terelakkan, tubuh orang itu terpental sambil memeluk gadis berambut putih tersebut.
Dari mulut orang itu menyembur darah segar, seluruh wajahnya pucat pasi.
Gadis berambut putih terkejut, melihat kondisi penolongnya.
Dia langsung berteriak,
"Kak Yue Fei...! Kak Yue Fei...! bagaimana kondisi mu? mengapa kamu begitu bodoh? aku tidak pantas menerima semua kebaikan mu."
__ADS_1
Pemuda itu ternyata adalah Yue Fei ajudannya Bun Houw, Yue Fei sedikit meringis menahan rasa nyeri di punggung dan dadanya.
Kemudian menatap gadis itu dengan mesra mengulurkan tangannya membelai rambut putih gadis itu, lalu berkata,
"Semuanya menjadi pantas bila kamu bersedia melupakan semua masa lalu mu, dan hiduplah bersama ku Sin Yi."
Sesaat kemudian Yue Fei menoleh ke arah Wu Song dan berkata,
"Pendekar besar, ampunilah dia, bila kamu mau menghukumnya, hukum saja diriku.
Biar aku yang menebus semua dosa perbuatannya."
Wu Song menghela nafas dan berkata,
"Asal kamu bisa membujuk nya kembali ke jalan kebenaran melupakan kebencian dan dendam, aku akan melepaskan nya."
Yue Fei mengangguk dan memberi hormat kepada Wu Song dan berkata,
"Terimakasih Pendekar Besar. aku akan membujuknya bila tidak berhasil aku yang akan menebus dosa nya."
Sin Yi wajahnya berlinang airmata dia berteriak sambil memegang wajah Yue Fei,
"Tidak mana boleh seperti itu, aku tidak akan mengijinkan nya, aku adalah wanita kotor penuh dosa dan jelek, tidak pantas menerima cinta dan pengorbananmu."
"Sin Yi pantas atau tidaknya bukan kamu yang menilainya, bagi ku kamu sangat pantas dan selalu menjadi Sin Yi ku yang paling baik dan cantik."
"Kalau kamu tidak ingin melihat ku menebus dosa untuk mu, maka hentikan dendam dan kebencian mu sampai di sini saja."
"Ikutlah denganku jadi.lah istri ku, mari kita lupakan semua dendam ini." ucap Yue Fei sambil menatap Sin Yi dengan lembut.
"Ohh kak Yue Fei... tapi aku sudah...aku benar-benar tidak pantas untukku mu.."
Ucap Sin Yi tertunduk sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis tersedu-sedu.
Yue Fei meraih kedua tangan Sin Yi menurunkan nya ke bawah, kemudian menggunakan kedua tangan nya menghapus airmata di wajah Sin Yi sambil berkata,
"Sin Yi tatap lah aku dengar lah, aku menyukai mu seutuhnya termasuk semua kelebihan dan kekurangan mu."
"Jangan menolak lagi, jadilah istri ku biarkan aku yang mengobati semua luka di hati mu."
"Jangan terus hidup dengan kenangan masa lalu, lupakan lah, ayo kita hadapi masa depan bersama-sama."
"Ohh kakak Yue Fei..." hu...hu...hu...hu...!" Sin Yi menubruk kedalam pelukan Yue Fei dan menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Terimakasih kak Yue Fei... terimakasih,"
Ucap Sin Yi dalam tangis haru dan kebahagiaan nya.
Wu Song menghampiri Yue Fei menotok beberapa jalan darah nya, dan menyalurkan tenaga nya mengobati luka dalam Yue Fei.
Wu Song terkejut saat merasakan di dalam tubuh Yue Fei ada tenaga Im Yang Sen Kung, yang menyambut tenaganya.
Sin Yi di saat bersamaan juga terkejut dengan tindakan Wu Song, dia segera meronta dari pelukan Yue Fei dan berteriak,
"Aku akan mengadu nyawa dengan mu, bila berani melukai kak Yue Fei.!"
Tapi tangannya dipegang oleh Yue Fei ,
"Sin Yi tenanglah dia sedang mengobati ku."
Yue Fei tersenyum senang melihat reaksi Sin Yi yang sangat memperhatikannya, Yue Fei merasa hatinya di liputii perasaan nyaman yang sulit diungkapkan.
.
Mendengar penjelasan Yue Fei, Sin Yi kembali berjongkok di samping Yue Fei dengan lembut membersihkan keringat di kening Yue Fei.
Sesaat kemudian Yue Fei telah sembuh, Wu Song juga sudah menarik kembali tenaganya sambil bertanya,
"Yue Fei dari mana kamu mempelajari Im Yang Sen Kung?"
Yue Fei terkejut dia segera menoleh ke Wu Song dan bertanya dengan heran,
"Bagaimana tuan pendekar bisa mengetahui tentang ilmu Im Yang Sen Kung? yang melatihku adalah panglima rajawali merah Bun Houw, apakah tuan pendekar kenal dengan tuan ku?"
Wu Song tersenyum dan berkata,
"Ohh dia sudah berhasil menjadi panglima sekarang, bagus lah.
Tolong sampaikan salam ku kepadanya juga kepada Yi Yi istrinya."
"Katakan saudaranya Wu Song mengucapkan selamat untuknya." ucap Wu Song sambil tersenyum gembira.
Yue Fei tiba-tiba wajah nya menjadi muram dan berkata,
"Yang menjadi istri tuan ku bukan nona Yi Yi, tapi putri Gao Liu, Shi Ma Yen."
Wu Song sangat terkejut mendengarnya, tapi sesaat kemudian dia menghela nafas dan berkata,
__ADS_1
"Urusan jodoh dan kematian sudah di atur yang kuasa, bila berjodoh jarak ribuan mil pun bisa bersama, bila tidak, biar tiap hari berdekatan juga belum tentu bisa bersama."