
Bun Houw terkejut mendengar kata-kata Yi Yi, dia sadar Yi Yi pasti kecewa dengannya yang terakhir ini selalu sibuk berlatih.
Bun Houw cepat-cepat merangkul Yi Yi kedalam pelukannya dan berkata,
"Yi Yi ku sayang, maaf bila akhir-akhir ini aku sudah mengecewakan mu karena terlalu sibuk berlatih kurang memperhatikan mu."
"Maaf ya sayang, kedepan nya aku janji akan lebih banyak meluangkan waktu untuk menemanimu."
"Minimal sehabis makan siang dan malam ada sedikit waktu akan ku manfaatkan menemanimu."
Yi Yi merasa hatinya sangat nyaman dan bahagia mendengar janji Bun Houw barusan.
Yi Yi dengan lembut berkata,
"Mulai saat ini Yi Yi akan mendukung Bun Houw ke ke sepenuhnya untuk meraih cita-cita Bun Houw ke ke."
"Asal Bun Houw ke ke tidak merasa terganggu dan terbebani, Yi Yi akan selalu di sisi Bun Houw ke ke memberikan dukungan."
Bun Houw mencium dahi Yi Yi sambil berkata,
"Aku tidak tahu melakukan perbuatan baik apa dimasa lalu, sehingga bisa berjodoh dan menjadi kekasih gadis sebaik dan selembut dirimu Yi Yi."
Bun Houw berbisik, "Yi Yi hari sudah malam kita berduan didalam pondok, kalau ketahuan guru bisa timbul salah paham."
"Bagaimana bila kita duduk-duduk di halaman depan pondok saja?"
Yi Yi mengangguk kecil kemudian mereka berdua keluar dari dalam Pondok sambil bergandengan tangan.
Mereka berdua duduk santai, Yi Yi meletakkan kepalanya bersender di bahu Bun Houw.
Bun Houw meletakkan tangannya di pinggang Yi Yi yang ramping.
Bun Houw Ke ke setelah menguasai ilmu silat apa rencana mu? tanya Yi Yi sambil menatap Bun Houw dengan serius.
"Aku akan mengajak mu ikut denganku menuju ibukota CHANG AN, lalu aku akan mendaftar ke militer."
"Kita untuk sementara mengontrak rumah, dan hidup bersama disana. Sampai aku memiliki pangkat lebih tinggi dari ayahmu."
"Aku akan membawamu kembali ke XIANG YANG meminta restu darinya, kemudian kita akan menikah secara resmi. Lalu hidup berbahagia bersama sampai tua dan membesarkan anak-anak kita."
Meski agak malu dan merasa wajahnya menjadi panas, tapi Yi Yi sangat bahagia mendengar rencana yang sudah di buat nya untuk masa depan mereka.
__ADS_1
Yi Yi terlihat termenung membayangkan masa depannya bersama Bun Houw.
Bun Houw sambil membelai rambut dipunggung Yi Yi berkata,
"Tapi untuk bisa menguasai semua ilmu silat guru Lu Sun, kurasa agak sulit sayang."
Yi Yi menoleh menatap kekasihnya bertanya dengan sedikit tidak percaya..?
"Kenapa Bun Houw ke ke tiba-tiba menjadi pesimis? bukankah Bun Houw ke ke selama ini sangat semangat?
Yi Yi menatap wajah kekasih nya dengan heran.
Bun Houw mengangkat kepalanya menatap bulan sambil menghela nafas panjang berkata,
"Tenaga dalam ku sangat lemah "bagaimanapun aku berlatih dan makan ikan lele putih tiap hari juga selamanya tidak bisa mengimbangi Wu Song apalagi Lu Fan dan guru Lu Sun."
"Guru Lu Sun dan Lu Fan memiliki struktur tulang dan tubuh dewa abadi sehingga mereka bisa mengkonsumsi buah ajaib, yang tumbuh didekat guru besar Sun."
Sedangkan Wu Song secara tidak sengaja mengkonsumsi buah bodhi darah, sehingga kekuatan tenaga dalamnya meningkat dengan pesat.
Sedangkan aku cuma memiliki Im Yang Sen Kung saja, bahkan mau melatih 9 matahari ke level 11 saja hampir mati.
Yi Yi menatap wajah kekasih nya dengan penuh rasa iba, seakan-akan dapat ikut merasakan keputusasaan dan ketidak berdayaan kekasihnya.
Bun Houw berpikir sejenak kemudian berkata, "ada, tapi sudahlah lupakan saja lah.
Jalani saja yang ada, tidak perlu berpikir terlalu banyak."
Yi Yi penasaran dia menegakkan badannya menatap Bun Houw kemudian meraih lengan Bun Houw dengan lembut menariknya sambil bertanya,
"Bun Houw ke ke sebenarnya ada apa? kenapa Bun Houw ke ke terlihat ragu mengatakannya padaku? bukan kah aku tadi sudah bilang akan mendukung mu."
"Susah atau senang mari kita tanggung bersama, jangan ragu lagi ceritakan lah."
"Atau aku akan benar-benar marah karena Bun Houw ke ke ternyata tidak percaya padaku." ucap Yi Yi cemberut.
Sambil menghela nafas panjang, Bun Houw berkata,
"Baiklah aku akan ceritakan padamu, tapi bila nanti kamu keberatan lupakan saja.
Aku tidak mau hubungan kita menjadi terganggu karena ceritaku ini."
__ADS_1
Yi Yi menatap kekasihnya dengan serius sambil mengangguk.
"Kuncinya ada pada rapalan 9 bulan bila aku dapat mengendalikan tenaga 9 bulan dan 9 Matahari dengan Im Yang Sen Kung dan meningkatkan kekuatan ku sampai level 15 atau lebih aku dapat setidaknya sedikit mengejar ketinggalan ku dari Wu Song, Lu Fan dan Guru Lu Sun."
Yi Yi menatap ragu Bun Houw sejenak kemudian berkata,
"Bun Houw ke ke yakin, karena menurut guru Xue Yen ilmu ini hanya cocok dilatih oleh wanita saja."
"Bila pria yang melatihnya ada kemungkinan mengganggu kesehatan kejantanannya."
Bun Houw tersenyum kemudian berkata,
"Kalau hal itu aku terus terang tidak tahu, hanya saja aku memiliki kekuatan Im Yang Sen Kung yang dapat mengontrol dan menyatukan dua kekuatan luar biasa itu menjadi satu."
Yi Yi serba salah di satu sisi dia sudah bersumpah pada Xue Yen tidak akan mengajarkan ilmunya kepada orang lain.
Karena sebenarnya ilmu ini hanya boleh dilatih oleh keturunan pulau es saja, tapi berhubung Xue Yen kasihan dan cocok dengan Yi Yi dia sedikit melanggar pantangan itu dengan menurunkan nya pada muridnya Yi Yi.
Toh Yi Yi mendapatkan ilmu ini darinya, bukan dari goa Terlarang.
Dengan pertimbangan tersebut setelah meminta Yi Yi bersumpah berat tidak akan mengajarkan ilmu ini pada orang lain tanpa seijinnya atau Yi Yi akan mengalami kegagalan dalam percintaan, suaminya akan mati atau cacat.
Yi Yi juga takut termakan sumpah akibat berlatih ilmu itu Bun Houw menjadi cacat atau mati.
Bun Houw yang melihat Yi Yi terlihat ragu dan berada dalam dilema segera berkata,
"Yi Yi aku mengatakan nya padamu hanya agar kamu tahu aku mempercayai mu."
"Bukan memaksa mu harus mengajarkan ilmu 9 bulan padaku, sudah lah kita sudahi pembicaraan ini lupakan saja anggap saja aku tidak pernah cerita. Hari sudah malam kembalilah ke kamar mu untuk beristirahat."
Bun Houw membantu Yi Yi untuk berdiri kemudian dengan lembut mencium keningnya lalu berkata,
"Selamat malam, selamat tidur mimpi indah lah."
Setelah itu Bun Houw membalikkan badannya hendak berjalan menuju pondok.
Tiba-tiba Yi Yi memanggilnya,
"Bun Houw ke ke tunggu sebentar,"
Yi Yi berjalan cepat memeluk Bun Houw dari belakang sambil berkata, terbata-bata karena takut dan gugup
__ADS_1
Aku...sudah memutuskan nya... aku.. akan..