
Wajah mereka sepucat kertas, mereka sadar bila prajurit itu menghendaki nyawa mereka, mereka pasti sudah terkapar dengan kepala tertancap anak panah.
Si Ma Ong berteriak sambil mengangkat tangannya
"cukup berhenti, kini kita semua adalah saudara."
"Ini cuma uji coba bukan adu nyawa."
Kedua belah pihak menahan diri, Pasukan Bun Houw menatap Bun Houw menunggu ijin darinya.
Bun Houw menganggukkan kepalanya, prajurit itu langsung menarik kembali tombaknya dan Kembali ke barisannya dibagian paling belakang.
Si Ma Ong sambil tertawa menepuk bahu Bun Houw dan berkata,
"Jendral Bun Houw aku salut dengan mu, bisa mendapatkan pengabdian dari mu, adalah keberuntungan ku."
"Bawa semua pasukan mu pergilah ke barak militer ku, di sebelah barat kota Chang An.
Pimpinan lah di sana didik barak bagian barat dengan baik."
"Di sana ada 55.000 personil ditambah dengan pasukan mu total 60.000 personil, kini jabatan baru mu adalah Jendral Muda."
"Yang membawahi 60.000 Pasukan, tunjukkan prestasi mu, masa depan mu tiada batas."
"Urusan Alung dan Yue Fei serahkan padaku, mereka nanti akan menyusul mu ke barak barat."
Bun Houw langsung berlutut di depan Pangeran Si Ma Ong dan berkata,
"Terimakasih pangeran, mulai saat ini aku dan seluruh pasukan ku akan mendengarkan semua perintah anda."
Kelima komandan dan 5000 personil Pasukan Bun Houw langsung ikut berlutut dan mengucapkan kata-kata,
"Terimakasih Yang Mulia, kami semua mulai sekarang mendengarkan perintah Yang Mulia."
Pangeran Si Ma Ong sangat senang dia segera membangunkan Bun Houw dan memberi tanda agar semua pasukan Bun Houw ikut berdiri.
Pangeran Si Ma Ong Kembali berkata,
"Bun Houw kini kamu adalah Jendral, buatlah lambang untuk bendera kebesaran pasukan mu."
Bun Houw menjura ke arah Si Ma Ong dan menjawab,
"Hamba akan segera melaksanakannya, apakah masih ada pesan lainnya? bila tidak ada lagi.
Hamba sekarang akan langsung berangkat menjalankan tugas."
Pangeran Si Ma Ong dari sakunya mengeluarkan sebuah token berbentuk seekor burung rajawali, kepada Bun Houw sambil berkata,
__ADS_1
"Baiklah Jendral Bun, kamu boleh pergi menjalankan tugas mu."
Bun Houw memberi hormat kepada
Si Ma Ong, kemudian memberi hormat kepada Si Ma Yen dan berkata,
"Terimakasih banyak adik Yen, Budi besar mu kali ini seumur hidup Bun Houw tidak pernah bisa lupa."
Bun Houw kemudian langsung membalikkan badannya pergi ke barak barat.
Si Ma Yen terlihat berat dan ingin mengatakan sesuatu tapi tidak jadi.
Gerak-geriknya di tangkap oleh Si Ma Ong yang hanya tersenyum.
Tidak berkata apa-apa sepertinya dia punya, rencana dalam pikirannya.
Kakek berbaju pendeta Tao yang berambut riap-riapan yang biasa di kenal sebagai Kuai Lau Jen ( orang tua aneh).
Memberi hormat kearah pangeran Si Ma Ong dan berkata,
"Selamat Pangeran ke 4 anda sungguh beruntung, bukan hanya mendapatkan seorang Jendral yang handal, tapi juga seorang sakti dari dunia persilatan."
"Menurut pengamatan ku, dalam 2 tahun kedepan, kekuatan pasukan mu tidak perlu takut lagi dengan Pasukan Naga Hitam di Xia Pi."
Pangeran Si Ma Ong tertawa senang dan berkata,
"Semoga saja.... semoga saja...!"
Pangeran Si Ma Ong, cepat-cepat memberi hormat dengan sopan berkata,
"Silahkan Senior... silahkan..."
Bun Houw berangkat ke barak sebelah barat di temani dua orang komandan pasukan pengawal elite Pangeran Si Ma Ong.
Mereka berdua menjadi penunjuk jalan bagi Bun Houw dan rombongannya.
Mereka terlebih dulu mengantar Bun Houw menuju kekediaman Jendral, yang di sediakan untuk Bun Houw.
Lengkap dengan pelayan wanita dan pria yang jumlahnya hampir puluhan orang.
Kediaman baru Bun Houw termasuk mewah, tidak kalah dengan kediaman Jendral Bai.
Hanya beda di ukuran saja, kediaman Bun Houw masih lebih kecil di banding kediaman Jendral Bai.
Letaknya juga cukup strategis meski agak sedikit di pinggiran kota, tapi sangat dekat dengan barak militernya.
Bun Houw dalam perjalanan menuju ke barak militer, dia menyuruh salah satu komandannya pergi menjemput Yi Yi agar di antar ke kediaman barunya.
__ADS_1
Bun Houw tiba di barak tersebut di antar oleh kedua pengawal elite Pangeran Si Ma Ong.
Situasi barak terlihat sangat jauh berbeda dengan barak militer Bun Houw dulu.
Di sini semua peralatan dan perlengkapan lebih bagus dari terawat, para pasukan yang diserahkan kepada Bun Houw.
Juga jauh lebih disiplin dan teratur tidak seperti saat dia pertama kali menerima tugas dari Jendral Bai.
Setelah memperkenalkan Bun Houw kepada para perwira bawahan nya di sana, kedua komandan Pengawal elite pun kembali ke kediaman pangeran Si Ma Ong.
Bun Houw segera mengambil alih ke pemimpinan setelah kedua komandan Pengawal elite Pangeran Si Ma Yi pergi.
Bun Houw mengumpulkan 3 orang perwira nya bersama ke lima komandan pasukan lamanya.
Termasuk 6 komandan pasukan baru nya.
Setelah semua berkumpul di tengah lapang di saksikan oleh seluruh pasukannya Bun Houw berkata,
"Aku akan beritahukan kepada kalian semua, untuk menjadi bagian dari pasukan ku.
Pertama adalah setia.
Kedua adalah Siapa yang mampu dia lah yang memimpin."
"Setiap 1 tahun sekali kalian semua akan mendapatkan kesempatan menantang atasan kalian bahkan boleh menantang saya sekalipun akan ku ijinkan."
"Di sini bebas, tapi setelah acara berlalu kita semua akan kembali menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh atasan tanpa alasan apapun untuk menolaknya." ucap Bun Houw berpidato di depan seluruh pasukannya.
Bun Houw kemudian melanjutkan pidatonya saat suara riuh rendah penuh semangat dari pasukannya saat menyambut aturan baru darinya mereda.
Bun Houw mengerahkan sedikit tenaga saktinya sehingga suaranya terdengar jelas.
"Hari ini acara pertandingan penentuan jabatan di mulai, kita akan mulai dari prajurit menantang komandan."
"Bila berakhir baru di lanjutkan komandan menantang perwira, di susul perwira menantang asisten ku."
"Terakhir adalah yang menjadi pemenang boleh menantang ku."
"Pertandingan di bagi dalam dua sesi pertama adalah adu kekuatan, kedua adalah adu strategi perang."
"Kedua sesi memiliki jumlah poin sama, karena dalam perang kedua sesi ini sangat penting."
Setelah Bun Houw menutup pidato penjelasannya, maka acara pun di mulai.
Satu persatu prajurit yang merasa memiliki kemampuan lebih dari atasannya boleh maju menantang atasannya.
Mencoba mencari kesempatan lompat ke jenjang lebih tinggi.
__ADS_1
Tapi harapan tidak sesuai kenyataan nya, dari 60.000 Pasukan hanya ada beberapa prajurit yang bisa menang melawan komandannya
.